Mangir

mangir.jpgMangir adalah nama sebuah desa di daerah Jogja. Pada masa pemerintahan Panembahan Senopati, Mangir merupakan daerah perdikan, atau daerah bebas pajak. Sama seperti desa Galia yang tidak mau tunduk pada kekuasan Romawi, pada serial komik Aterix. Bagi kekuasan kerajaan Mataram Jogja, Mangir adalah duri dalam daging. Desa ini secara terang-terangan tidak mau tunduk pada kerajaan Mataram, apalagi membayar upeti seperti wilayah lainnya.  Tokoh pemberontak dari Mangir itu adalah Ki Ageng Mangir. Dia ditakuti karena memiliki pusaka sakti, tombak Kyai Plered. 

Kekuatan Mangir, oleh Pramoedya Ananta Toer diangkat sebagai simbol perlawanan terhadap kekuasan hegemonik feodalistik. Karya Pram ini agak beda dengan novel-novel sebelumnya. Teknik penulisannya berupa skenario pementasan, atau naskah drama yang harus dibaca oleh para pemainnya. Lengkap dengan prolog, dialog yang harus diucapkan oleh setiap pemainnya, serta keterangan yang membingkai jalinan cerita. Tapi hasilnya sama saja. Bagi pembaca yang terus mengikuti setiap jengkal kata akan segera menangkap hawa perlawanan itu. 

Melalui Mangir pula, Pram ingin menguak kabut misteri yang selama ini menutupi sosok Ki Ageng Mangir yang sebenarnya. Menurut versi Mataram, Ki Ageng Mangir adalah pemberontak yang halal darahnya untuk dibunuh. Maka diaturlah sebuah skenario untuk menjebak Ki Ageng Mangir. Caranya,  Panembahan Senopati mengirim Pambayun, yang tak lain adalah anak perempuan tertuanya, untuk menyamar sebagai penari ronggeng ke desa Mangir, dengan harapan Mangir terpikat dan menjadikan Pambayun sebagai istrinya. Jebakan itu berhasil. Ki Ageng Mangir jatuh cinta. 

Persoalan menjadi rumit ketika Pambayun kemudian secara tulus jatuh cinta kepada Ki Ageng Mangir, padahal tugasnya adalah membawa kepala Ki Ageng Mangir ke hadapan ayahandanya. Pambayun meminta Ki Ageng Mangir untuk mau datang menghadap ayahandanya, musuh politik  Ki Ageng Mangir sendiri yang kini adalah mertuanya sendiri.  

Berangkat dari sini, terjadi perbedaan versi. Ketika Ki Ageng Mangir menghadap Panembahan Senopati, kepala Ki Ageng Mangir pecah diantamkan ke batu. Peristiwa itu terjadi ketika Ki Ageng Mangir tunduk sujud  kepada mertuanya, setelah semua senjata dia lepaskan. Sebab menurut tradisi jawa, seorang menantu yang sedang sujud kepada mertua harus melepaskan seluruh senjatanya. Di sini Panembahan Senopati menang telak.  Setelah mati, jasad Ki Ageng Mangir dikubur dengan bagian kepala masuk dalam tembok kraton, sementara bagian kaki berada di luar tembok. Karena Ki Ageng Mangir adalah menantu raja tapi sekaligus pemberontak. Jadi jasadnya tidak bisa diterima secara utuh oleh istana. 

Versi Pram, adalah keniscayaan bagi Ki Ageng Mangir untuk begitu saja tunduk kepada Raja Mataram. Itu bukanlah watak aslinya. Mangir sebelum mati pasti melakukan perlawanan hingga titik darah penghabisan. Bukan mati secara sia-sia di atas bongkahan batu, di bawah injakan kaki kuasa Panembahan Senopati! 

Naskah Pram ini ingin membuka mata dunia bahwa kraton Mataram itu menyimpan watak licik, menghalalkan segala cara. Maestro perancang skenario pembunuhan itu adalah Ki Juru Martani.  Tentu dengan persetujuan Panembahan Senopati yang merasa kedudukannya terusik. Kisah ini tidak hanya berhenti pada masa kekuasaan Mataram.

Pada masa kini, masih banyak beredar Ki Juru Martani yang lain, yang siap mengganyang siapa saja yang dianggap lawan politiknya. Waspadalah! 

(Resensi ditulis oleh Hartono)

141 Responses to “Mangir”


  1. 1 nug Wednesday, September 12, 2007 at 9:26 am

    keasyikan mbaca buku2 nya pram adalah karena pram selalu menawarkan (melakukan) sudut pandang yang ‘baru’ , berbeda dengan pandangan umum / image yang selama ini sudah terbangun.sehingga tanpa sadar kadang hal ini selalu membikin kontroversi. Sepertinya ada benang merah dari beberapa karya Pram = anti kolonialisme = , entah kolonialisme oleh bangsa lain maupun bangsa sendiri.

  2. 2 Damar Tuesday, September 18, 2007 at 6:19 am

    Wah, keliatannya buku-buku yang banyak dibicarakan adalah bukunya Pramoedya..ini membuat saya mau mulai buka-buka lagi bukunya dia. Soalnya baca buku dia justru dulu waktu masih dilarang. Sekarang mau mulai lagi, biar bisa ikut diskusi yang seru ini.

  3. 3 Rudy E Kurniawan Monday, November 26, 2007 at 8:58 am

    Saya keturunan dari trah kesultanan bengkulu dengan ibu trah Palembang, dengan istri dari garis keturunan Ki Ageng mangir yang sekarang banyak bertebaran di daerah Gobong sedayu kebumen.Saya sangat mengagumi tokoh ini, terlepas dari adanya ikatan keluarga dengan istri.
    Dilihat secara kasat mata,(dalam kaca mata kami dari orang luar) maka benar sekali, sifat sifat dari garis keturunan Ki ageng Mangir ini sangat keras, jujur dan kesatrya tidak mau menyembunyikan sesuatu, yang memang diyakini merupakan pola watak yang diturunkan oleh Ki Ageng Mangir. Maka sangatlah muskil jika beliau dapat ditipu mentah mentah – sehingga sampyuh dengan kepala pecah tanpa perlawanan apapun, saya yakin beliau dihabisi dalam pertempuran yang tidak seimbang.
    apapun itu, setidak tidaknya, Ki Ageng sudah menunjukan sifat satrya nya dan keteguhan hati dalam menghadapi pihak dianggapnya salah, dan sebaliknya ki ageng juga memiliki sifat santun dan etika yang tinggi menjunjung adap kesopanan dengan tetap menghadap Sultan Agung.
    Semoga sifat sifat ini, tetap ada didalam dada para kerabat anak cducunya,untuk menyumbangkan pikiran, segala kekuatan untuk Bangsa dan Negara.Untuk teman teman yang mau diskusi langsung Silahkan hubungi saya di email : rudy_invest999@yahoo.co.id

  4. 4 sastro Tuesday, November 27, 2007 at 5:10 am

    Nah ayo kita buat sekenario yang lain lagi sesuai dengan sudut pandang kita masing-masing biar cerita jadi tambah banyak dan tambah puciinnggg

  5. 5 dedek hartanto Tuesday, December 4, 2007 at 8:57 am

    saya sebagai salah satu keturunan Ki Ageng Mangir sangat bangga dengan leluluhur saya,

  6. 6 sartono kusumaningrat Friday, March 28, 2008 at 12:52 pm

    saya adalah keturunan Mangir juga. Kakek dari kakek saya menyingkir dari Mangir-Brosot-Kotabaru-Jetisharjo-Mlati. Saya bangga dengan leluhur saya. Saya juga menuliskan tentang petilasan Mangir di beberapa media (cetak) maupun elektronik (website). Saya gemar menelusuri petilasan dan sejarah.
    Anda boleh lihat mengapa Jalan Srandakan di Bantul diberi nama Jalan Panembahan Senopati ? Mengapa RSD Bantul juga dinamakan RSD Panembahan Senopati ?

    Jadilah orang berhati bersih dan mulia, teguh dan tidak mata duitan.

  7. 7 subokestowo paksi Tuesday, April 1, 2008 at 12:33 pm

    Mangir adalah seseorang yang harus dijadikan musuh oleh panembahan senopati, untuk kepentingan eksistensi kekuatanya.

    Nah, siapa yang pengin menjadikan seseorang musuh baginya hanya untuk keberadaan kekuatanya, berarti sama dengan penembahan.

    Ki ageng mangir itu hidup tanpa musuh dan memusuhi siapa-siapa. Apa yang perlu disombingkan atas bumi mangiran? paling-paling hanya material pasir kali progo dan sedikit ikan asin di pandan simo dan trisik.

    Coba sambangi daerah pesisir sepajang patehan! anda akan menemui kedamaian orang-orang agraris. walau sedikit ada orang usil, sisan-sisa pengikut lowo ijo

  8. 8 Titisan lowo ijo Thursday, April 3, 2008 at 2:11 pm

    Mangir adalah yang harus diuri-uri, sebab keturunan mangir itu ayu-ayu dan rata-rata jadi menungso.

  9. 9 andika Friday, April 11, 2008 at 11:50 am

    sya jg bangga jdi keturunan ki ageng mangir,,,sya tau semuanya kisah ini dari orang tua saya yang menceritakan sejarah babad tanah jawa awalnya dari situ saya mulai banyak tanya siapa sebenarnya moyang saya,,,,mulai dari situ saya mulai mencari informasi tentang beliau,,saya mengharapkan informasi dari pembaca yang masih ada garis dari ki ageng mangir tolong kirim email–squid_throw@yahoo.com

  10. 10 Yoyok Wednesday, May 21, 2008 at 11:25 am

    Barangkali ada yang bisa bantu. Dimana sih sebenarnya makam KI Ageng Mangir dan Ratu Pembayun. Karena yang saya banyak dengar bahwa makam yang di Kota Gede itu bukanlah yang sebenarnya. Terima kasih.

  11. 11 sartono kusumaningrat Tuesday, June 24, 2008 at 1:55 pm

    Makam Ki Ageng Mangir ada 2 versi. Satu di Kotagede. Satu lagi di Sebaran, Godean Sleman. makam Ratu Pembayun juga ada 2 versi. Satu di Karanglo, Baturetno, Bantul. Satu lagi di Taji, Prambanan, Klaten. Keturunan Mangir banyak yang lari ke barat (Kebumen, Cilacap, dsb). Salah satu keturunan Mangir menggunakan nama belakang Kolopaking yang kono merasal dari istilah klapa aking. Salah satu keturunan Mangir disebut-sebut alm. Jendral Sarwo Edhie Wibowo.
    Anda bisa simak website http://www.tembi.org. Di situ saya menuliskan banyak petilasan/situs. kami di Tembi, Timbulharjo, Sewon, Bantul bekerja dengan motto berkelana dalam sejarah budaya.

    • 12 joko widodo Saturday, October 15, 2011 at 8:10 pm

      salam kenal mas sy joko dari mangiran saradan madiun kemarin ad yg dtg dr kebumen ke situs kami….. dri trah klolopaking dia membenarkan bahwa keturunanya ada yang di tempat kami yaitu situs mangiran. sya juga cari sejarah syeh ismail ( ki mangir) yang kebetulan ada makam nya ada di sini tlg infonya silsilah kah .. trimss,…

  12. 13 agus Thursday, July 10, 2008 at 9:21 pm

    Daerah Mangir itu tepatnya dimana? Sebenarnya masih masuk wilayah Jogja atau bukan? Kalo ada yangtau kasih info dong.

    Mengenai tokohnya, menurut saya Ki Ageng Mangir merupakan sosok yang patut dicontoh terutama keberaniannya dalam menolak kemapanan kekuasaan Mataram

  13. 14 KRMH Cahyo Bandhono Sumonegoro Sunday, October 5, 2008 at 2:09 am

    mangir berada dimangiran sebelah timur kali progo,ki ageng mangir seorang
    yg strategis,dia sbg planolog yg sdh mempersiapkan kota akan dtang,
    dekat sungai progo(lalu lintas perdagangan)pantai selatan (perdagangan kapal
    besar)dan dekat dgn pegunungan manoreh&pegunungan pajangan
    sbg tempat istana,panembahan senopati sbg raja baru takut tersaingi
    secara politis dan kotanya di kotagede tdk strategis karena di beri
    oleh pajang,sdangkan mangir mencari sendiri…
    jadi mangir secara strategis jago,tetapi politis jago panembahan senopati
    mangir bekas jawara(senopati tempur)
    panembahan senopati lingkungan keluarga raja(diajarkan tatanegara/politik)

  14. 15 salasa Monday, October 27, 2008 at 11:12 am

    Menurut riwayat, Kiageng Mangir adalah salah satu pelarian keluarga Kerajaan Majapahit yang tercerai berai ketika perang saudara terjadi. Oleh karena itu kehadiran di wilayah tepian Progo dan pantai selatan Jawa lebih dulu dengan kehadiran Pemanahan dan Sutawijaya di bumi Menthaok, mestinya sebagai pendatang harus kulonuwun dulu ta bukan mencaplok bumi perdikan yang ada didekatnya. Tapi itulah manusia.

  15. 16 Glend Wednesday, November 5, 2008 at 11:41 am

    Sejatinya tanah Mangir ataupun tanah Mataram adalah tanah perdikan dari Joko Tingkir.Dulu saat Joko Tingkir melawan Arya Penangsang,Joko Tingkir menjanjikan tanah perdikan,bagi yang bisa mengalahkan Arya Penangsang.

  16. 17 Rudi Monday, November 24, 2008 at 4:50 pm

    Menarik sekali paparan dari penulis, khususnya kutipan dari karya Pramudya. Bagi kita generasi penerus, dan saya khususnya yang kebetulan juga keturunan Panembahan Sutowijoyo dan Ratu Pambayun, tetaplah bangga akan kebesaran nenek moyang kita. Seharusnya kita dapat lebih adil dalam menilai, jangan hanya membuat versi sendiri bahwa Panembahan Senopati tidak adil. Tapi lihatlah secara utuh, cerita di balik peristiwa itu, bahwa prilaku pemberontak bagi seorang raja yang cerdas haruslah ditaklukan.Ini juga sisi positif dari tegasnya seorang Panembahan Senopati.

  17. 18 mintorogo Tuesday, December 23, 2008 at 9:24 pm

    petilasan Kiageng Mangir juga terdapat di jawa timur.
    tepatnya di desa Mangir, Kecamatan Saradan, Kab. Madiun.
    desa tsb letaknya arah utara ,kurang lebih 1 KM,dari pasar Saradan.
    Di petilasan tsb masih ada batu2 candi yang berbentuk meja, lumpang,lempengan batu yang berlubang banyak seperti alat permainan dakon, konon katanya batu lubang2 tsb , sebagai alat penghitung saat beliau tirakat, atau berpuasa. saat berpuasa selama 40 hari ,beliau membuat lubang 1 buah.dst dst. sampai jumlah lubang itu menjadi banyak.
    cuma sayang , karena batu2 tsb tidak ada yang merawat,(khususnya dari dinas purbakala) sebagian dari peninggalan beliau diambil warga setempat.
    selain bebatuan tsb, juga masih ada peninggalan berupa sendang, atau sumber air. warga sekitar menyebut dengan sebutan sendang Mbah Mangir.
    Nama Kiageng Mangir tidak bisa dilepas dengan pusaka ampuh nan sakti yang bernama “baru klinting”.
    Dikecamatan tersebut juga masih ada desa atau hutan yang bernama “Hutan Baruklinting”, lokasinya kuang lebih 3 KM arah barat pasar Saradan.
    Bagi anda yang ingin ziaroh atau napak tilas leluhur,ketempat semedi dan tempat tirakatnya Beliau, silahkan datang ke desa Mangir.
    orang setempat biasa menyebut dengan sebutan “petilasan Mbah Mangir” dengan ajian macan putihnya.

  18. 19 eko budiyanto Monday, December 29, 2008 at 10:24 pm

    saya lahir dan berasal dari purwokerto kabupaten banyumas dan kebetulan dari eyang putri saya (Rgt.Sutinah) dikasih lembaran kertas yang berisi silsilah Ki Ageng mangir Wonoboyo dan di situ saya baru mengetahui bahwa keturunan ki ageng betul seperti komentar bpk. sartono kusumaningrat banyak yang (lari..?/ mengungsi dari desakan musuh !!!) ke arah barat pusatnya di kebumen karanganyar di desa Candi (banyak makam keturunan beliau di sana, seperti R.Wiradipa, R.Surasemita, R.Patrawijaya, R.Dm.Nuryani,R.Wangsawikara, Rngt.Imam mamad dan R.Dm.Imantabri (kami sendiri beberapa kali berziarah ke sana) dan kemudian keturunannya pada ke arah barat lagi yakni ke Banjarnegara (keturunan R.Rm.Nuryani), banyumas/purwokerto, cilacap dan ajibarang. Itu yang kami ketahui dari eyang putri, pade saya Bp. alm. R.Karnoto. Demikian tambahan dari saya, betul tidaknya silsilah ini barangkali hanya ahli sejarahlah yang tahu atau barangkali keturunan langsung yang saat ini ad di mangiran, bantul D.I.Y. salam, Eko bantul.

    • 20 Pramono Wednesday, September 21, 2011 at 11:14 am

      Kagem Pak Eko Budiyanto

      Pak Eko, sebelumnya saya minta maaf kalau mengganggu untuk mohon informasi berkenaan leluhur kami. Kami adalah keturunan dari eyang buyut Kramawijaya (konon pakai gelar Raden) dan salah satu putra Beliau adalah Singa Wikarta (nenek kami). Silsilah kami terputus mulai dari nenek kami (tinggal di Kebumen) dengan keturunan yang masih bisa kami runut tersebar di Indonesia bahkan Malaysia serta Singapura. Namun dari semua trah Krama wijaya cuman bisa merunut silsilah sampai di situ. Dan yang sekarang kami cari cari adalah keberadaan Pepunden kami Mbah Buyut Kramawijaya yang sudah banyak tempat (makam) kami datangai atas informasi informasi yang kami dapatkan, seperti Kebumen sendiri, Petanahan, Banjarnegara, Ciamis dan terakhir informasi yang kami dapatkan ada di daerah Gombong Beliau dimakamkan. Namun kesemua itu belum kita dapatkan kejelasan atas dimana leluhur kami dimakamkan.
      Dari link ini (artikel Mangir) saya baca Pak Eko Budiyanto cukup banyak tahu sejarah para leluhur jaman dulu. Seyogyanya Bapak memiliki informasi sesedikit apapun tentang leluhur kami mohon kiranya dapat di sampaikan informasi tersebut kepada kami.
      Dan tak lupa kami mengucapkan banyak terimakasih atas perhatiannya.

      Pramono.

      • 21 Adi Suryanto Tuesday, May 28, 2013 at 9:34 am

        saya juga tertarik dengan sejarah kerabat Mangir…saya kebetulan dari Kebumen (Klegenwonosari, Klirong deket petanahan)….saya hanya sedikit yang tahu tentang sejarah. Hanya saja informasi dari orang tua memang kerabat Mangir banyak yang leri ke daerah kebumen, banyumas, cilacap. Sebagai tinggalan sejarah, di rumah saya ada satu tombak yang orang bilang luar biasa yani Tobak Baru Kinting, mestipun saya tidak tahu soal-soal yang begini.

      • 22 Chiqi Yanti Tuesday, July 2, 2013 at 8:44 am

        Apakah benar yang mas cari adalah Kromowijaya yang sililahnya ada pada kami. Pada data kami Kromowijaya adalah seorang Demang Rawong (Purwodadi, Purworejo).

  19. 23 Bambang Sulistyana Wednesday, January 14, 2009 at 12:37 pm

    SALAM.
    Ada sedikit koreksi bahwa letak Kraton Mangir itu bukan Mangiran Srandakan Bantul, tetapi di Desa Mangir Kaluarahan Sendangsari Kecamatan Pajangan Bantul. Letaknya sebelah desa Mangiran. Kalau membaca buku Pak PRamnudya maka peta yang digambar itu benar sekali. Disitulah letak mangir sesungghunya. Saya yakin seyakin-yakinnya, karena saya lahir di desa Mangir, dibesarkan di Mangir. Disana banyak peninggalan sejarah baik berupa watu gilang, batu yoni, patung ganesya, patung sapi, juga ada gumuk-gumuk berjajaran yang disekitarnya banyak batu bata kuno berserakan.
    Sekarang ini bekas Krator Mangir dipugar oleh Orang yang mengaku keturunan Mangir namanya Mbah Wandoyo, dari Bali. Dan dibangun benteng dan pendopo, beberapa waktu lalu di Mangir dikunjungi Gusdur dan nanggap wayangan. Saya juga senang kalau banyak keturunan Mangir bisa saling kontak. Tentunya untuk mencari hihmah saja dari sejarah masa lalu, bukan mengulang kesalahan masa lalu, yang berakibat pada perpecahanan.

  20. 24 sartono kusumaningrat Friday, January 16, 2009 at 10:52 am

    Dusun Mangir dibagi tiga: Mangir Lor, Mangir Tengah, Mangir Kidul. Masuk wilayah Kalurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Wilayah ini berada di sisi timur aliran Sungai Progo. Pusat petilasan (kraton) Mangir ada di Ds. Mangir Tengah, tetapi di hampir semua Dusun Mangir ditemukan sebaran artefak (petilasan) Mangir entah berupa batu, potongan batu bata, dsb.
    Kekalahan Mangir atas Senapati adalah kekalahan orang yang lugu oleh strategi politik yang licik dan bengis. Sama dengan Diponegoro pun hanya bisa dikalahkan oleh kelicikan De Kock. Madiun dibedah Mataram juga dengan kelicikan. Tampaknya unsur kelicikan menjadi bagian integral untuk mengalahkan musuh atau yang dianggap musuh.

  21. 25 hernawan Friday, January 16, 2009 at 7:11 pm

    yang jadi pertanyaan sekarang, penduduk asli Mangir (waktu terjadi peperangan antara Mataram dan Mangir} apakah masih dibiarkan hidup? karena pada waktu itu pasti terjadi pembumihangusan. Dan belajar dari sejarah Kerajaan-kerajaan dahulu, setiap kerajaan yang kalah penduduknya dihilangkan, Nah, penduduk2 sekarang apa benar trah dari Mangir atau dari pihak Mataram mendatangkan penduduk2 suruhan dari Mataram untuk mendiami wilayah Mangir dan membuat peradaban baru dengan skenario dari Mataram yang mengajarkan bahwa trah Mangir punya watak yang keras, ga bisa diatur….((((sejarah)))
    yang peduli tentang kondisi Mangir,kita share melalui email: the_buto@yahoo.com

  22. 26 donny Thursday, January 22, 2009 at 8:53 pm

    saya pengen tau silsilah trah mangiran soalnya leluhur saya dari daerah brosot diy kirim ke email saya ya thanks cyberdonus@gmail.com

  23. 27 diyan Saturday, January 24, 2009 at 3:41 pm

    ya…
    mangir tu bukan berartti mangiran. mangir tepatnya berada dikelurahan sendangsari kecamatan pajangan kabupaten bantul yogjakarta. berbeda dengan mangiran,mangiran terletak disebelah selatan dusun mangir. pedusunan mangir terdiri dari 3 bagian,yaitu mangir lor,tengah dan kidul.
    sekedar informasi buat para penggemar ki ageng mangir.bahwa belum lama ini telah diadakan proses ritual mangir yaitu pengembaraan putu-putu mangir.perjalanan itu ditempuh beberapa kiloo meter,aku mah gak teu e,tapi menuju ke daerah ih…mana itu aku okg lupa ya…
    ya udah aku besok dateng lagi…
    anak_mangir@yahoo.com

  24. 28 diyan Saturday, January 24, 2009 at 3:52 pm

    oh iya……….
    daripada penasaran,mending buat para penggemar kiageng mangir,dateng aja langsung ketempat kita.sambutan hangat dari kita akan menemukan anda,
    saya undang deh….silakan menikmati indahnya desa kami.
    tersedia juga berbagai fasilitas layanan istirahat anda.
    silakan berburu cerita didesa kami.and yang pasti saya tunggu kedatangan anda.

    anak_mangir at yahoo dot com

  25. 30 sartono kusumaningrat Wednesday, January 28, 2009 at 10:10 am

    Lokasi petilasan Mangir: Dusun Mangir (bukan Mangiran), Kalurahan Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Bisa ditempuh lewat Jl. Bantul-Perempatan Palbapang ke barat-sampai di situ tanya orang setempat (daripada ribet).

    Agak susah memang menyusun silsilah Mangir ini. Tapi paling tidak (menurut Babad Mangir) kira-kira sebagai berikut.
    Prabu Brawijaya
    Raden Lembu Amisani
    Ki Wanabaya
    Ki Ageng Mangir Wanabaya I
    Ki Ageng Mangir Wanabaya II + Rara Jlegong –> lahir Baruklinting
    Ki Ageng Mangir Wanabaya III (yang dibunuh Senapati)+ Pembayun –> lahir keturunan Mangir (namanya tidak begitu jelas)yang diasuh Ki Ageng Karanglo. Keturunan ini ditengarai mengembara ke barat dan menurunkan banyak orang di wilayah Gombong, Kebumen, Cilacap, Purwokerto, dsb.
    Teman2 yg punya data lebih bagus tentang Mangir silakan share.

  26. 31 bocah mangir Wednesday, January 28, 2009 at 12:15 pm

    Rabu (07/01/09) atau 10 Suro menurut penanggalan Jawa, kadang Mangir atau keturunan Ki Ageng Mangir akan menggelar ritual “Laku Budaya Pengembaran Anak Cucu Ki Ageng Mangir Wanabaya” dengan mengganti langse (kelambu penutup makam) di pusara yang diyakini sebagai makam Ki Ageng Mangir Wanabaya di Daerah Sorolaten, Godean.

    “Hari Rabu Kliwon, 7 Januari atau 10 Suro, kami kadang Mangir akan menggelar ritual penggantian langse atau kelambu penutup makam Ki Ageng Mangir Wanabaya di Daerah Sorolaten, Godean,” kata Ketua Paguyuban Soko Mangir Baru, Basri, Selasa (06/01/09) di Yogyakarta.

    Ritual yang direncanakan akan dimulai pada pukul 15.00 WIB itu akan diawali dengan laku berjalan kaki menuju pusara Ki Ageng Mangir Wanabaya sejauh 25 kilometer sebelum mengganti langse. Kegiatan ini oleh panitia pelaksana akan diikuti oleh sekira 300 orang yang terdiri dari orang Mangir dan dari luar Mangir.

    Kegiatan ini oleh orang Mangir ditujukan untuk menjaga semangat dari Ki Ageng Mangir yang oleh masyarakat dan keturunan Mangir disebut sebagai local hero yang tidak bisa ditinggalkan dari kehidupan mereka. Oleh mereka, Ki Ageng Mangir dianggap sebagai tokoh yang telah meletakkan dasar tata masyarakat di daerah mangiran yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.

    Terlepas dari kontroversi Ki Ageng Mangir dalam sejarah Mataram, kegiatan budaya ini tidak bertujuan untuk meruncingkan kembali konflik yang pernah terjadi dalam sejarah Mataram. Kadang Mangir hanya ingin membangun kesadaran sejarah yang mereka yakini yakni dengan memberikan identitas dan semangat pada keseharian hidup mereka.

    Tag: ritual upacara tradisi budaya

  27. 32 darah mangir Saturday, January 31, 2009 at 3:04 am

    membaca,banyak tentang kiageng Mangir emang banyak versi yg berkembang
    saya asli kelahiran sekitar mangir,disekitar desa mangir emang banyak peninggalan ,berupa batu,dan konon cerita dari orang tua2 ,banyak kuburan2 di desa gilangharjo ,itu kuburan prajurit2 mataram yg menyerang mangir namun selalu kalah.Atas kejadian itu dicarinya akal licik dg rantai emas ( Pembayun ),kalu perang terbuka belum tentu mataram menang melawan mangir

  28. 33 Hendra Sunday, February 1, 2009 at 12:08 am

    Pusaka Ki Ageng Mangir bukanlah Kyai Plered. Namun , Kyai Baru.
    Silahkan cermati lagi Babad Tanah Jawa..

    Salam dari Tokyo

  29. 35 Bambang Sulistyana Monday, February 2, 2009 at 11:08 am

    Khusus untuk Pak Sartono Kusumaningrat;
    Apa benar kita dulu pernah ketemu di Bintaran pada sekitar tahun 1990 an dalam acara Sarasehan tentang Ki Ageng Mangir?. Kalau salah maaf

  30. 36 sartono kusumaningrat Wednesday, February 4, 2009 at 8:44 am

    Untuk Mas Bambang Sulistya, maaf banget, saya tidak ingat apakah kita pernah ketemu di Bintaran. Rasanya saya belum pernah ikut sarasehan Mangir di tahun itu. Hanya saya ingat saya pernah ikut sarasehan tentang Mangir di LIP, Sagan semasa Mas Suryanto Sastroatmojo masih sugeng. Salam.

    Pertanyaan berikut mungkin patut direnungkan: Mengapa Mangir dinamakan Mangir ? Apakah makna nama atau istilah Mangir itu ? Apa makna denotatif maupun konotatifnya ? Sebab di Banyuwangi ada ajian pelet yang bernama Sabuk Mangir. Adakah hubungan di antara kedua istilah itu ? Ada lagi lulur mangir. Siapa bisa menjawab, mohon bantuannya.

  31. 37 Bambang Sulistyana Friday, February 6, 2009 at 2:42 pm

    Makasih jawabbya mas Sartono, Kelihatannya Pak Suryanto Sastroadmojo. Ketika itu penyelenggaranya dari Paguyuban Teater Bantul, trus dilanjutkan dengan Pentas Drama Ki Ageng Mangir di Gabusan. Cuma saya gak nonton teaternya.
    Nuwun, dan mohon maaf

  32. 38 sartono kusumaningrat Thursday, February 12, 2009 at 2:00 pm

    Mas Bambang S., gak papa kok. Kita jadi temen. Kenal lewat dunia maya ini. Mas Bambang pemerhati kebudayaan juga ya to ? Punya info apa tentang dunia-dunia itu Mas Bambang, bisa ditularkan di sini. Salam slalu

  33. 39 sendo wongsonegoro Friday, February 13, 2009 at 5:38 pm

    saya juga trah mangir, dan tinggal didaerah banyumas, kakek buyut saya keturunan adipati wongsonegoro panjer gunung, putra dari kiageng brodonolo bupati kebumen/panjer yang juga cicit dari panembahan senopati. silsilah itu diketahui bahwa ki brodonolo adalah putra dari ki maduseno anak dari kiageng mangir dan kanjeng ratu pembayun yang disembunyikan ke daerah karanglo kebumen.

    pada saat sultan agung menyerbu VOC di batavia, ki brodonolo yang menjadi adipati panjer menyediakan bahan pangan untuk prajurit sultan agung, karena ki brodonolo bisa membuktikan ksaktianya maka kibrodonolo di utus untuk mengawal bahan pangan tersebut. karena itu yang menggantikan jabatan di panjer adalah putranya yaitu wongsonegoro panjer gunung, lalu menyerahkan jabatan pada kakaknya hastrosuto, pada saat amangkurat I berkuasa adik sultan agung yaitu pangeran bumidirja lari menuju panjer dan di beri tanah oleh hastrosuto di daerah lukulo dan mendirikan padepokan disana. karena tidak mau tunduk pada mataram yang dipimpin oleh amangkurat I, pangeran bumidirja, hatrosuto dan wongsonegoro melaruikan diri, dan yang masih tertinggal adalah adiknya yaitu kertowongso yang dipaksa menjadi penguasa di panjer yang kemudian bergelar kolopaking I karena berjasa memberi kelopo aking (kelapa tua) pada amangkurat I.
    silahkan baca disini http://winarsih2.tripod.com/

  34. 40 sartono kusumaningrat Monday, February 16, 2009 at 3:01 pm

    Bagus banget info dari Sendo W. Kapan2 saya akan ke Kebumen utk melacak petilasan2 yg Anda sebut. Saya sendiri keturunan Mangir tapi tak tahu dari pancer yg mana. Hanya simbah pernah mengatakan bahwa moyangnya lari ke Brosot kemudian ke utara hingga Kotabaru-lalu simbah saya pindah ke Jetisharjo-Gemawang. Nama Simbah saya Wongsodimejo. Ia dulu dalang dan hingga menjelang ajalnya masih bisa baca koran tanpa kacamata. Simbah saya meninggal pada usia sekitar 98 tahun.
    Dulu saya pernah diminta melacak trah simbah saya di Brosot, tapi saya bingung nggak tahu mesti bagaimana.

  35. 41 Joko lawung Monday, March 2, 2009 at 12:33 am

    Kawan-kawan semua, mohon doanya yach
    saya sedang bikin novel ilmiah tentang Ki Ageng Mangir dalam dua bulan ini. Judulnya samudra rob.
    Insyaallah, saya jamin beda dengan yang lain, akurat, tidak ngawur, dan saya siap di debat.
    Saya akan ungkap siapa dalang sesungguhnya di balik tragedi Mangir.
    Yang jelas ada yang lebih harus bertanggung-jawab selain Juru Mertani, dan Panembahan Senopati.
    Tunggu aja yach…

  36. 42 mashar Thursday, March 5, 2009 at 12:02 pm

    Ok Mas Joko Lawung, sangat ditunggu terbitnya novel kontroversial itu. Dalam track record di wordpress, Mangir menempati urutan teratas untuk dalam situs rumah baca ini. Banyak diperbincangkan orang.
    Sukses.

    Hartono
    Pengasuh http://www.rumahbaca.wordpress.com

  37. 43 Bambang Sulistyana Thursday, March 5, 2009 at 2:10 pm

    SEmoga sukses segera dan bisa menjadi referensi bagi anak bangsa yang telah lama kehilangan sejarahnya. Saya tunggu mas Joko Lawung.

  38. 44 iswandi Wednesday, April 1, 2009 at 9:19 am

    Saya sedang mencari silsilah keluarga saya yg berasal dari ds nusadadap sumpyuh nama mbah saya mad suwandi dan mad salam mereka punya istri namanya mbah sariben dan sarinem tolong email saya ya kalo ada yg tahu ke iswandi.selirit.ok@gmail.com

  39. 45 Wijaya Sudaryanta Monday, May 4, 2009 at 1:32 pm

    Ki Ageng Mangir adalah pemimpin yang pilih Tanding seandainya duel satu lawan satu dengan P. Senopati sudah pasti dimenangkan oleh Ki Ageng Mangir yang konon pusakanya Ki Ageng Mangir sangat ampuh tak seorangpun mampu menahan tusukan Kyai Baru Klinting dan seandainya Ki Ageng Mangir tidak mati dengan sia-sia waktu itu kemungkinan kota besar sekarang letaknya di Wilayah Mangiran/Bantul, saya juga pernah mengunjungi Petilasan Ki A. Mangir di Mangiran Lor, Kuburan Ki Ageng Mangir yang asli di Sorolaten sebelah timur Godean.. dan katanya Keturunannya Ki Ageng Mangir penguasa Wilayah Kebumen/sekarang Bupati.

  40. 46 Subokestowo Paksi Wednesday, May 6, 2009 at 2:52 pm

    untuk joko lawung nich:Novel kok ilmiah. kagak serem nanti. Ilmiah itu sebenarnya seperti apa sih?? Bisa dilacak? Bisa dibuktikan? bisa di apakan lagi? Kayaknya yang paling mudah, sejarah itu jika dibuat: ditulis, dipublikasikan atau disodorkan untuk dibaca orang lain. persoalan ilmiah dan tidak ya….terserah pembacanya. Kalau novel kan yang penting pesannya yang logis. artinya kalau nilai-nilai yang dibawa gak logis ya…itu kagak ilmiah. persoalan penokohanya itu seperti apa, ya pinter-pintere sing gawe novel dong. Misal kalau mengir berani ama senopati, mestinya umurnya sudah 30 tahun atau lebih. jangan baru 3 tahun udah berani perang. he…he.. itu mungkin.

  41. 47 sugiyanto Thursday, May 14, 2009 at 12:36 pm

    Menurut silsilah yang saya dapatkan dari family bapak saya yang tinggal di desa Kedungjati (kedungbulus) dan keluarga besarnya yang berdomisili di desa sidayu, gombong dan sekitarnya saya termasuk masih keturunan ki ageng mangir, mohon kalo ada yang punya sisilsilah secara lengkap mohon kami dikirimi

    terima kasih

    sugiyanto/
    singo_wongso@yahoo.com

    • 48 darmowangsa Monday, November 7, 2011 at 12:08 am

      salam kenal mas sugiyanto dari darmawangsa dibandung.
      mas sugiyanto bisa baca tulisan saya di link ini.barangkali ada kesamaan tentang silsilah Krt Pembayun cuma ada kekeliruan di urutan no 3 yang betul RM BODRONOLO.bukan RM Maduseno. wassalam.

  42. 49 sugiyanto Thursday, May 14, 2009 at 12:56 pm

    salam kenal juga buat semua keturunan ki ageng mangir.

  43. 50 topeng mataram Friday, May 29, 2009 at 8:47 pm

    Sesekali saya tersenyum…membaca komentar saudara2ku…ttg Mangir
    Sesekali saya terkekeh….membaca komentar saudara2ku…ttg Mangir
    Namun…………………………………………………….
    Sesekali saya juga sedih & menangis… .Jika ceritamu….ttg Mangir
    Betapa tidak………………………………………………
    Riwayat Trah Mangir Sangat panjaaaaaang untuk dikenang…………
    Kami berharap sesuatunya utk tdk saling menyudutkan, objektif dan berimbang…terutama sdrku yg merasa TRAH Mangir………………
    Saatnya nanti… akan kami beberkan dengan gamblang dg berbagai… bukti2 sejarah yang masih ada…tidaklah akan kami tutup tutupi… dan kami akan sangat bijak mensikapinya karena sebuah MASA…….. Kita bisa berbicara lantang seperti sekarang ini krn MASA………
    Masa itu…Masa yg tak ada berani mengatakan Trah Mangir…..
    Trims Komentar Sdrku Trah Mangir dan sdr Pramoedyo yang sangat tajam dalam analisa…semoga kita tetap dlm lindungan Tuhan YME. Salam dari kami @topengmataram

  44. 51 Bambang LP Tuesday, June 23, 2009 at 3:05 am

    Salam sejahtera tuk smuanya.
    Jika mau merunut silsilah sebaiknya mulai dr kita sendiri.
    Seperti saya men cari hubungan antara eyang kakung (RAA Soemitro Kolopa king) dgn lainnya melalui silsilah kel uarga masing2 dl jadi mudah merunutnya.
    Terima kasih

  45. 52 noor Monday, October 26, 2009 at 6:16 am

    lho…kok semua ngaku keturunan ki ageng mangir…?, bangsa kita sedang berkabung,sebaiknya sumbangkan fikiran brilianmu,tenagamu,serta materi semampumu untuk saudara2 kita yang sedang dilanda musibah, tidakkah engkau malu dlm suasana gini masih saja berebut trah…. bahkan memperhatikan mereka lebih luhur dari pada trah-trah yang anda bangga dan agung-agungkan…..makasih

  46. 53 warga mangir Saturday, October 31, 2009 at 6:33 pm

    saya selaku warga mangir malah ga tau sejarah detailnya,,, ternyata mangir terkenal juga ya,,, kayaknya mangir ma mangiran beda dweh,,,

  47. 54 ozan Sunday, November 1, 2009 at 8:52 pm

    sip arahe wes jelas,,

  48. 55 tegoehkusuma Sunday, November 29, 2009 at 6:52 pm

    saLam pamudji rahayu.

    menurut para penjeLajah-praktisi spirituaL, Ki Ageng Mangir ber-“kemampuan” utk meluluh-lantakkan gunung Merapi dgn satu injaKan kaki…..
    siapapun tokoh leluhur kita, ada baik nya ditanyakan langsung kepada mereka secara “ghaib” dgn tuntunan mereka yg lebiH duLu tahu cara maupun persoaLannya…untuk mengambiL teLadan para leluhur.
    traH leluhur boleh2 saja “dibanggakan” (sangkan dumadi), tp tdk 100% bisa menyeLamatkan hidup sejati (paran dumadi)…bahkan do’a dr kita (yg masih bersama wadag) sangat diharapkan utk “mengantar” roh para leluhur…..

    ‘seLamat menjeLajaH aLam-ghaib’…

  49. 56 ning Sunday, December 13, 2009 at 5:58 pm

    heum… Mangir tempat dimana aku sekarang tinggal.
    Satu kamentar buat Mangir ” Nice Village “

  50. 57 Rahasia Thursday, January 21, 2010 at 12:28 pm

    Download Gratis Aplikasi Bell Sekolah, Tersedia Software sistem informasi sekolah, Perpustakaan sekolah,sms gateway,suport barcode,finger print,bisa cetak surat tagihan pembayaran siswa,full akuntansi, garansi selamanya, gratis update. web sekolah bisa PSB Online,E-learning (media pembelajaran bentuk video,suara,e-book),Tugas siswa online (guru ulpoad tugas ke siswa) jawaban Online (siswa kirim jawaban online) Ujian Online (dalam Pengembangan.)

    Dapatkan juga SMS Gateway Sekolah V 9.0 terbaru kami,
    semua hanya di http://www.ghifa-mandiri.com

  51. 58 Rahasia Thursday, January 21, 2010 at 12:31 pm

    He..he…he…
    Cah mangir di http://ghifa-mandiri.com kirim komentar juga…..

  52. 59 Rahasia Thursday, January 21, 2010 at 12:33 pm

    http://mangirdesignstudio.co.cc

    wujud kemampuan anak-anak mangir yang tak terbatas.

  53. 60 Rahasia Thursday, January 21, 2010 at 12:35 pm

    —————————————————–

  54. 61 Rahasia Thursday, January 21, 2010 at 12:36 pm

    …………………………………………………………………………………………………………………………………….

  55. 62 Rahasia Thursday, January 21, 2010 at 12:36 pm

    …………………………………………………………………………………………………………………………

  56. 63 Rahasia Thursday, January 21, 2010 at 12:37 pm

    http://mangirdesignstudio.co.cc

    wujud kemampuan anak-anak mangir yang tak terbatas .

  57. 64 Rahasia Thursday, January 21, 2010 at 12:39 pm

    …………………………………………………………………………………………………………………………..

  58. 67 Mas Supar Thursday, January 21, 2010 at 12:48 pm

    Hah, aku hanya ingin mengajak temen-temen mendirikan perusahaan aja kok susah ya? Lumayan bisa dapet pengalaman paling enggak, atau aku ajuin beberapa proposal aja nie buat kalian-kalian?? aku kasih beberapa yang bisa kalian lihat, tapi ini sample aja yah? sori kalo banyak yang salah, maklum cuma kerjaan lembur aja, or kalo ada yang tertarik, khususnya buat anak-anak mangir nie ya? call me aja, di no hp-ku tentunya? nie : http://mangir.co.cc
    oya, jangan diadukan ke pak dukuh lho? tapi kalo udah ketahuan ya bakal aku hapus aja halamannya ? he…he..he… gimana? oke kan? yiuk………

    Ayo putra-putra mangir, bergegaslah, cepatlah bangkit dan bergerak!

    Salam Mangir!

  59. 68 Mas Supar Thursday, January 21, 2010 at 12:51 pm

    Jangan dianggap serius, itu cuma halaman yang ada dipikiranku aja?

  60. 69 Mas Supar Kembali lagi Friday, January 22, 2010 at 1:17 pm

    Hayo-hayo, Forumme pidah di http://mangir.co.cc

    Ada link ke Forum Pemuda Mangir, buruan masuk ya…….

  61. 70 edi margana Monday, March 22, 2010 at 5:09 pm

    karahayon kang tinampi poro sederek sedoyo.

    • 71 edi margana Monday, March 22, 2010 at 5:33 pm

      salam sejahtera buat semua keturunan trah Kiageng Mangir dan Trah Panembahan Senopati,menurut cerita Alm.R.Arjo yang merupakan Keturunan R.Panji Sumirat yang jg Keturunan dari Honggo Boyo 1 dan pengawalnya k.sabuk alu,yang dalam pelarianya dr majapahit krn perang saudara dan sampailah ke daerah Sirat dengan membuka pedukuhan di sirat utara Samas pd jaman Doeloe dengan sisa2 bangunan lama berupa bks pagar dgn batu bata yg luar biasa gdnya.R.Arjo seblm tutup usia 115 th menceritakan kpd sy di makam sudimoro bahwa diantara empat gelar nama Honggo Boyo 1-4 salah satunya ,adlh orang tua k.Mangir kemudian dari trah ini pula Zaman R.Panji Sumirat mempunyai putri yg dipersunting Pada Zaman HB.II dengan di tengarai Makam R.Panji Sumirat beberapa meter dari area makam leluhurnya dengan nama Makam Sentono atau sentanan,saya dl jg pernah mempoto copy Surat trah dari Kraton Yogyakarta tapi sudah hilang,dengan adanya hal ini sy mhon penjelasan akan apa yg sy dptkan ini, mungkin ada kawan2 sedulur yg mengetahuinya rahasia ini trimakasih…….rahayu kang tinampi.

  62. 72 aneh bin lucu Tuesday, May 18, 2010 at 11:08 am

    sejarah hanya menghambat masa depan, lupakan sejarah, jemput masa depan

  63. 73 purnamacakradinama Monday, May 24, 2010 at 10:12 pm

    setelah membaca banyak tulisan tentang ki ageng mangir saya yang bertempat tinggal di daerah mangiran dan yang selalu didongengi oleh mbah ramak kalau mau tidur tentang ki ageng mangir, saya mempunyai wawasan : letak kademangan mangir (bukan kraton, menurut saya) berada di tempuran sungai progo dan sungai bedhok, tepatnya di timur s progo dan utara s bedok. sekarang berada di dusun mangir (tepatnya mangir tengah) masuk wilayah kecamatan pajangan kabupaten bantul diy. disitu ada petilasan berupa watu gilang yang sudah dimulyake(istilah orang yang senang tirakat) oleh KPH PURWOKUSUMO Walikota Yogyakarta yang pertama dengan dikrukup kaca.dengan melihat letak geogafisnya maka saat kademangan mangir dibumihanguskan oleh mataram (setelah ki ageng mangir wafat) maka banyak penduduk yg nyabrang s progo ke barat(pas dusun mangir s progo sempit).jadi logis kalau penduduk mangir yang sampai ke wilayah brosot kulon proga dan sampe daerah banyumas maupun bagelen.jadi saya mempunyai keyaninan bahwa penduduk yang bertempat sekarang banyak yang bukan trah mangir.waktu saya kecil pedukuhan mangir sangat sepi banyak tegalan dan terkesan anggker,dan kebiasaan dulu yang diklahkan dibumihanguskan.menurut saya wajar kalau sekarang banyak yang merasa trah dari ki ageng mangir (karena ki ageng mangir yang dibunuh senopati adalah ki ageng mangir wonoboyo III) jadi mungkin trah dari yang pertama maupun ke dua dan juga trah dari pembayun.tidak mungkin kalau turunan ki ageng mangir memproklamirkan sebagai anak turun ki ageng mangir ssat itu, karena pasti ditumpes(dihabiskan…. kebiasaan raja jawa saat itu).terlepas dari sudut pandang yang mana saya tidak apriori, tetapi menurut pandangan saya sebelum pemanahan mendapatkan hadiah hutan mentaok dari hadiwijoyo (walau sempat ditunda) sehingga minta bantuan sunan kali jogo, di dusun mangir sudah ada kademangan yang mempunyai bangunan yang sudah megah dengan pendoponya.dan ki ageng mangir merupakan sesepuh demang yang ada di wilayah bantul selatan , srandakan , sawahan , paker , korowelan,slarong, pandak dan demang-demang lain dengan menghidupkan pertanian dengan andalan s progo dan bedok.untuk hal ikwal kematian ki ageng mangir yang dibenturkan watu gilang oleh senopati (kalau itu benar) saya menilai bahwa senopati tidak menunjung dengan gelarnya sebagai pendiri kerajaan islam dan bertindak sebagai wali ALLOH mestinya kalau ki ageng mangir sudah pasrah luput ya harus diampuni, karena memeng menurut agama Islam hal itu dilaksanakan.kalau menurut pandangan saya makam ki ageng mangir yang sebenarnya adalah di daerah godeaan, karena saat itu jasad ki ageng dibawa oleh demange tangkilan.tentang anak ki ageng mangir dengan pembayun dan dimana keturunannya sampai sekarang belum tahu secara gamblang karena memang tidak ada bukti sejarah yang otentik. cuma menurut dogeng yang belum tentu kebenarannya sebelum dibunuh sudah dilarikan di daerah bagelen (ada yang mengatakan di bawa ke gunung kidul).jadi menurut saya trah yang di daerah kebumen dan sekitarnya bisa keturunan mangir I-II atau III dari ibu selain pembayun.sedangkan mengenai dusun mangiran itu tidak sama dengan mangir di mana kademangan mangir pernah berdiri.mangiran berada di barat selatan dusun mangir tepatnya di tepi s progo kira-kira 2 km dari mangir. mangiran berada di wilayah kecamatan srandakan bantul (tetapi juga ada kaitannya dengan mangir). konon ceritanya keturunan dari ki ageng mangir mau mendatangi kademangan yang telah lama ditinggalkan oleh nenek buyutnya setelah sampai tepian progo (yang sekarang bernama mangiran) ada pendereknya yang meninggal…makan tempat tersebut diberi nama mangiran (mangir ethok-ethokan) karena waktu itu menyeberangi sungai progo yang agak selatan (di daerah sudho sekarang yang juga tidak lebar sungainya).demikian tulisan ini kami buat untuk dapat kita petik manfaatnya bukan untuk membuat permusuhan..karena dengan membaca sejarah kita kan melangkah dengan bijaksana. penulis bertempat tinggal didaerah mangiran konon nenek buyut saya dari garis ibu masih ada kaitannya dengan ki ageng mangir sedang dari garis ayah dari sargedhe=kotagede(dongeng ramah waktu mau tidur) dan istri saya ada garis dari senopati……… waktu lebaran saya sungkem mertua anak-anak saya disangoni.

  64. 75 Cah mangir oyee.. Friday, June 4, 2010 at 5:00 pm

    nah… betul tu mas purnamacakradinama,,,,
    Bentar lagi bakal kita launcing website mangir untuk memperjelas berbagai cerita2 sejaranh tentang mangir, silakan rekan2 untuk memberikan komentar tentang cerita sejarah dusun kami.
    Untuk sementara, karena website masih dalam prosses pembuatan proposal untuk para orang2 sepuh didusun kami, njenengan saged mampir rumiyin di http://kitakelolamangiryuk.xtgem.com/.
    Matur nuwun.

  65. 77 Salah info... Friday, June 4, 2010 at 5:04 pm

    Kenaikan Kelas
    Pada langkah ini, kita akan melakukan prosses kenaikan kelas siswa.

    Sebelum melakukan prosses kenaikan siswa, ada baiknya anda menghubungi admin SIS Plus untuk membackup database SIS Plus terlebih dahulu. Hal ini kita maksudkan untuk menjaga data-data kita apabila ditengah2 prosses kenaikan siswa ada kesalahan yang tidak kita inginkan.

    Sebelumnya, akan kami jelaskan lebih detail mengenai prosses kenaikan siswa ini.

    Pada sistem kami, kami lakukan duplikasi data siswa dengan kode kelas yang baru dan berbeda. Artinya, data siswa yang semula berada di kelas 1, akan kami duplikasikan ke data siswa dengan kode kelas yang lainnya. Ini bertujuan sebagai administrasi data-data siswa. Jadi dengan hal ini, kita bisa mengetahui data siswa yang berada pada kelas sebelumnya. Artinya, kita bisa melikhat data-data siswa pada tahun ajaran sebelumnya.
    Memasuki langkah kenaikan kelas :

    Seperti penjelassan diatas, kita akan melakukan duplikasi data siswa dengan data baru dan berbeda. Pastikan kembali bahwa database SIS Plus sudah ter-backup.

    Langkah pertama :
    Masuk ke program SIS plus, login dan pilih tab master >> data kelas

    kelas

    Anda temui menu seperti diatas kemudian pilih tombol data kelas.

    Setelah anda pilih, anda akan menemukan form berikut :

    form kelas

    Dari tampilan form diatas, anda bisa memulai menambah data kelas baru. Data kelas yang lama, ada baiknya tidak usah di hapus. Hal ini untuk menyimpan data siswa pada kelas tersebut. Apabila data kelas lama anda hapus, maka data-data siswa pada kelas tersebut tidak bisa anda lihat kembali.

    tambah kelas

    Masukkan kode kelas, nama kelas, wali kelas dan nama kepala sekolah.

    Perlu diketahui, anda tidak dapat memasukkan kode kelas lebih dari 2 digit kode, dan anda tidak dapat memasukkan kode kelas kurang dari 2 digit kode, artinya untuk kode ini, anda hanya diwajibkan untuk memberi kode sebanyak 2 digit.

    Kemudian untuk pengisian kelas,anda tidak diizinkan menggunakan tanda spasi didalammnnya. Kenapa, karena ini akan mempengaruhi kinerja sistem SMS gateway. Jika nama kelas yang akan dimasukkan adalah ” III A”, ketikkan saja “IIIA”( tanpa spasi ).

    Untuk nama wali kelas dan nama kepala sekolah bebas anda masukkan karekter2 keyboard anda ( slain ‘( tanda petik )).

    setelah semua terisi, klik simpan unutk menyimapn data.

    Apabila data yang anda masukkan kurang sesuai, lakuka update data, caranya pilih data kelas yang akan di edit, kemudian pilih tombol edit pada form kode kelas. Sesuaikan data dengan yang baru. Kemudian klik update.

    Atau apabila anda ingin menghapus data kelas, pilih data kelas yang akan dihapus, kemudian klik tombol hapus.

    Pada tahap ini prosses pemngisian data kelas telah usai.

    Langkah berikutnya adalah melakukan perpindahan kelas siswa.

    Back to Top

    Memulai prosses perpindahan kelas

    Untuk memulai prosses perpindahan kelas, silakan anda login kemudian pilih tab kurikulum, klick tombol kenaikan kelas.

    Berikut tampilan menu di tab kurikulum.

    kelas

    Anda temui menu seperti diatas kemudian pilih tombol kenaikan kelas.

    Setelah anda pilih, anda akan menemukan form berikut :

    form kelas

    Dari tampilan form diatas, anda bisa memulai langkah perpindahan kelas.

    Yang pertama anda bisa klik combobox pertama, yaitu combo “DARI KELAS”, pilih data siswa yang akan di pindahkan, kemudian klik combobox kedua, cmbobox”KE KELAS”. combobox kedua ini adalah lokasi tujuan kelas siswa yang akan ditempati. Ketika anda klik salah combo-combo tersebut, data-data siswa yang ada didalamnnya akan muncul. Pilih salah satu siswa untuk dipindahkan, kemudian klik tombol dengan icon “>”, atau klick tombol dengan icon “>>” untuk memindah selurus siswa yang ada iddalam kelas tersebut.

    Begitu juga apabila ingin mengembalikan data siswa ke kelas semula, pilih salah satu data siswa, kemudian klick tombol dengan icon “<" untuk memindahnya kembali, atau klick tombol dengan icon "<<" untuk memindahken seluruh siswa ke kelas yang dituju.

    Prosses kenanikan siswa selesai.

    Hubungi team kami apabila terdapat kesulitan dalam penggunaan aplikasi.

    Back to Top

  66. 78 abrakadabra Friday, June 4, 2010 at 5:07 pm

    Sudah seminggu terakhir ini, saya selalu berdiri lama di depan lemari pakaian. Setiap selesai mandi dan bersiap-siap untuk ke kantor atau jalan-jalan, pintu lemari itu akan terbuka untuk waktu yang cukup lama.

    Bingung. Hari ini mau pake baju yang mana? Bolak-balik saya menggeser hanger, berharap ada baju baru yang tiba-tiba muncul sebagai penyelamat. Tapi tentu saja tidak mungkin. Isi lemari itu tetep sama, beberapa potong baju model babydoll, jaket, tiga dress hitam, dan satu potong blus hamil.

    nude-pregnant.jpgSaya coba ambil blus hijau pupus yang beberapa bulan lalu rutin saya pakai. Heeeghh….!! Akhirnya blus itu masuk juga ke badan. Tapi, walah..!! Di bagian lengan sesak banged. Kalaupun dipaksa, akan terasa tidak nyaman, belum lagi bentuk lengan kelihatan seperti lengan Mike Tyson. Blus hijau itupun terpaksa saya buka lagi, melalui perjuangan tentunya. Nah, gimana kalo blus coklat itu? Saya ambil dan saya coba paksa pakai. Kalo yang ini lengannya siy gak bermasalah karena udah saya buka jahitannya :D , tapi ? Perutnya sesak.

    He-hrrmm… Saya cuma bisa menatap lemas pada empat helai baju yang berderet di sebelahnya. Ini lagi, ini lagi…. tiga hari lalu sudah pakai yang ini, masa hari ini pakai itu lagi. Apa kata orang kantor? Aduhhh… tahu sendiri dong, yang namanya cewek pasti sudah mikir hari ini harus pakai apa, besok pakai apa, lusa pakai apa, dst. Pakai sepatu yang sama setiap hari saja sudah bisa buat cewek kehilangan rasa percaya diri.

    Tapi dengan pilihan yang terbatas seperti ini? Mau begaya gimana lagi? Mau beli baju hamil baru, rasanya tanggung.

    Kalau sudah begini, saya pun mencoba mengakali. Mix & match, walaupun sebenarnya ga ada match-2nya.. Blus hitam ditambah cardigan merah? Itu sudah saya coba Jumat kemarin. Bongkar-bongkar lagi, cari-cari lagi, eh ternyata hampir semua cardigan yang saya punya warnanya hitam. Jadi mau padu padan tetep aja gak ngaruh, hahahahaa….

    Sempat kepikir mau pakai terusan hitam bahan kaos + jaket warna fanta, tapi begitu mata melihat ke betis, langsung lemas. Belum cukuran, persis kayak kaki monyet. :D

    Akhirnya lemari saya tutup. Saya buka pintu lemari sebelah. Melihat-lihat polo shirt suami, sapa tahu ada yang bisa dipinjam paksa. Beberapa polo shirt menarik perhatian saya. Kalau polo shirt siy dijamin muat, tapi logo-logonya itu loh. Hampir semuanya ada logo merk produsen komputer (hubby saya emg hobi ngumpulin komplimen dari vendor). Kalau saya pakai itu, ntar jadi beban mental — ntar dikira orang saya pakar komputer pulak. Kekekeke…

    Trs ada juga t-shirt batman & superman, aduh… bener2 ga cocok banged. Bajunya yang lain masih dicuci, dan yang tersisa ya cuma itu.

    Akhirnya saya tutup lagi lemari pakaian hubby. Ya sudahlah, hari ini pakai blus garis-garis coklat putih yang Kamis kemarin sudah saya pakai. Mudah-mudahan gak ada orang kantor yang iseng komentar, “Kok bajunya ini lagi siy…?”

    Tinggal mikir lagi, besok pakai baju yang mana lagi???

    ———-

    clipart diambil disini

    Popularity: 13%

    Related posts:

    1. Apa Benda Kesayanganmu?
    2. Udah 7 Hari Loh…
    3. Ini Pe-eR ya…?
    4. Sa bilang buat mereka: “kita di Papua itu bicara pakai Bahasa Indonesia”
    5. TerjeBak sPanDuk diSkOn

    Tags:

    29 Comments to “Pakai Baju Apa Ya Hari Ini…?”
    « Older Comments

    1.
    nina says:
    November 5, 2008 at 10:39 am

    ternyata kita orang-orang hamil sama ya….suka ribet sendiri milih baju untuk di pake padahal ne orang hamil tu auranya bagus banget lo makanya pede aja kali pake bajux…..

    « Older Comments

    Sorry, the comment form is closed at this time.

  67. 79 abrakadabra Friday, June 4, 2010 at 5:08 pm

    Seorang kawan sudah lima tahun lebih cabut diri dari dunia jurnalistik. Dia masih menulis, baik esei maupun cerpen (beberapa kali cerpennya masuk ke dalam buku Kompas). Dalam setiap isian pekerjaan pada formulir dia menyebut diri “penulis”.

    Tetapi rupanya di mata guru anaknya, di sebuah SMA negeri top di Jakarta Selatan, pekerjaan “penulis” itu tak jelas. Ada guru yang menganggapnya itu semacam juru tulis di kantor kelurahan zaman dulu.

    Suatu kali si anak sakit. Sekolah tak terkabari karena kedua orangtua anak sibuk. Akhirnya wali kelas tahu, saat si murid sakit bapaknya sedang melembur pekerjaan untuk Bappenas. Memang, selain bersastra-sastra, kawan saya itu akhirnya menjadi koordinator proyek bantuan sebuah negara Eropa untuk Indonesia.

    Kesimpulan si wali kelas, “Ooo… jadi ayahmu itu orang parlemen?” Sejak itu para guru lebih menghormati teman saya. Anaknya pun jadi merasa lebih pede. Dia memetik moral cerita, “Status pekerjaan itu suatu hal yang perlu bagi keluarga, terutama anak.”

    Oh status. Apa boleh bikin, itu memang perlu. Sekian lama masyarakat menempatkan lelaki menjadi bread winner.

    Lelaki juga kepala keluarga, sehingga secantik apapun nama istrinya bisa saja di lingkungannya tertelan menjadi Bu Djoko, Bu Bambang, Bu Wicak, Bu Ahmad, Bu Rudy, Bu Zam.

    Perkecualian berlaku untuk wanita yang berkarier, baik di kantor maupun jalur hiburan. Nama mereka tidak disulap oleh perkawinan. Oh ya, perkecualian juga berlaku untuk nyonya yang ngeblog. Dia punya nama sendiri. ;)

    Karena lelaki kepala keluarga, setiap formulir sekolah mendahulukan isian untuk ayah. Jarang, atau tak ada, yang mendahulukan untuk ibu. Padahal yang punya anak itu ibu kan? Saya tak tahu bagaimana cara sekolah (dan guru) konservatif lagi puritan memperlakukan ibu yang orangtua tunggal tanpa nikah.

    Status itu penting. Maka seorang bekas wartawan pernah tak nyaman karena hanya menjadi pengangguran di mata mertuanya. Ibu mertua tak lelah mencarikan kontak agar menantunya jadi pegawai lagi.

    Seorang istri yang telah belasan tahun menikah, bisa saja tak tahan jika tiba-tiba suaminya berstatus penganggur tapi bukan pensiunan, sering di rumah cuma sarungan. Ketika suami ada kegiatan yang tak mendatangkan uang, bahkan malah buang duit dan peluang, si istri lega.

    Kepada sejawatnya si nyonya sekarang bisa bilang, “Suamiku sekarang berbisnis hal-hal yang disukainya, yang jadi hobinya… Sekarang dia gemuk lagi.” Padahal gemuk itu karena makan tak terkontrol, kebanyakan nongkrong di kedai (sambil bawa laptop) — bukan karena bisnis.

    Di lingkungan pertetanggaan, Pak RT pun bisa sok prihatin jika salah satu warganya yang dulu orang dinas akhirnya jadi penganggur. Selain bersimpati, Pak RT juga sedih karena penganggur tak dapat dimintai bantuan untuk tujuhbelasan.

    Tapi menjadi pria penganggur yang tak terlalu miskin padahal gaji istrinya tak gede-gede amat, juga bisa menimbulkan pergunjingan. “Ngapain aja bapak itu? Jual narkoba apa yak? Denger-denger mudanya dulu suka nyimeng… Atau jadi dukun di tempat lain?”

    Menjadi istri berstatus penganggur? Tak masalah, apalagi jika ekonomi keluarga baik-baik saja.

    Lain halnya kaum istri yang sejak menikah bersuamikan musisi, guru musik, sound engineer, koreografer, programer, atau apapun yang berupa kerja mandiri tanpa kumpeni. Barangkali sejak pacaran pun mereka terbiasa menjelaskan apa pekerjaan

  68. 80 Cah Mangir Oyeee... Monday, June 14, 2010 at 12:13 pm

    Akan hadir, informasi seputar cerita sejarah mangir, kegiatan-kegiatan serta tempat-tempat menarik dimangir yang bisa anda kunjungi. Website mangir.web.id

  69. 82 Cah Mangir Oyeee... Saturday, June 26, 2010 at 7:23 pm

    Akan hadir, informasi seputar cerita sejarah mangir, kegiatan-kegiatan serta tempat-tempat menarik dimangir yang bisa anda kunjungi. Website mangir
    http: //www. mangir. web. id

  70. 83 larasati Monday, July 26, 2010 at 6:43 pm

    SAYA adalah keturunan Ki Ageng Mangir,saya mengajak seluruh keturunan Ki Ageng Mangir untuk bersatu tujuannya untuk nguri2 budaya jawa yang di turunkan leluhur kita Ki Ageng Mangir.Berpikir positif untuk bangsa dan negara ini lebih baik,terlepas dari politik.Jiwa Ki Ageng Mangir sebagai panutan dan pemimpin yang di segani perlu kita contoh dan di kembangkan untuk keturunan Ki Ageng Mangir.Mari bergabung di Facebook : Ki Ageng Mangir

  71. 84 hani putranto Wednesday, July 28, 2010 at 6:51 am

    Saya telah men-share-kan perasaan saya setelah membaca “Drama Mangir” karya Pramoedya Ananta Toer dalam postingan yang berjudul:”Setelah Membaca ‘Drama Mangir-‘nya Pramoedya” di http://satriopiningitasli.com
    Kepada admin blog ini saya ucapkan terima kasih atas space-nya. Salam

  72. 85 Yoyok Monday, August 2, 2010 at 5:42 pm

    Terima kasih kepada Bp. Sartono Kusumaningrat atas penjelasan lokasi makam Ki Ageng Mangir dan Ratu Pembayun.

  73. 86 Yoyok Monday, August 2, 2010 at 5:48 pm

    Saya kagum dengan patriotisme Ki Ageng Mangir. Dan saya ingin menyusun ceritanya sebagai sebuah skenarion film. Ada yg bisa beri saran literatire2 yg dapat sy gunakan sebagai acuan?. Terima kasih.

  74. 87 hani putranto Wednesday, September 15, 2010 at 7:48 pm

    @P Yoyok: peristiwa itu mengandung pro kontra dan aneka kepentingan. Kredibilitas suatu literatur harus dicermati, kita tidak boleh menelan mentah setiap versi atau informasi. Kalau ada tulisan spt Babad Mangir pun perlu dicermati kredibilitasnya. Mungkin kita justru harus membaca literatur2 yg sifatnya tidak langsung. Beberapa literatur yang tidak langsung tetapi kredible adl: (1)Awal Kebangkitan Mataram karya HJ De Graaf, buku ini tidak berkisah mengenai Mangir tetapi mengenai Senopati. Juga karya de graaf lain sblm pemerintahan Senopati
    (2)Peradaban Jawa, karya arkeolog UI Supratikno Rahardjo. Buku ini juga tidak berbicara mengenai Mangir tetapi mengenai peradaban Jawa Kuno dari Mataram Kuno sampai Majapahit
    (3)Literatur mengenai pranata sima atau perdikan juga perlu dibaca. Buku biografi Airlangga karya Ninie Susanti bisa membantu bagaimana jaman dulu seorang Raja menetapkan status sima/perdikan.
    Peta yg dibuat dlm Drama Mangir Pramoedya cukup akurat hanya saja kita tidak tahu pasti apakah Mangir memperoleh status perdikan dr Majapahit atau dari Mataram Kuno. Dalam buku karya arkeolog UI Mundardjito yg membahas candi Hindu/Budha disebutkan adanya situs baik di dusun Mangir atau Pajangan.

  75. 89 Purnama intan Wednesday, September 22, 2010 at 4:18 pm

    Saya jadi terharu melihat tulisan teman teman…kami insya allah masih keturun Ki Ageng Mangir yang bermukim di Cilacap…masih merinding mana kala teringat cerita almarhumah nenek bahwa kami keturunan orang besar di tanah jawa..membaca tulisan diatas ternyata masih ada yang inget bahwa kami masih ada…Terima kasih..dari kami di Cilacap…salam hormat dari kami Trah Ki Ageng Mangir di Cilacap

  76. 91 Hasnan Habib Tuesday, October 12, 2010 at 11:08 am

    Tak ada yang lebih menyedihkan dan mengharukan dari kisah Mangir pembayun, seperti juga ketika saya bersimpuh di makam Pembayun di Kebayunan Tapos Depok Jawa Barat, bersebelahan dengan makam anaknya Raden Bagus Wonoboyo dan makam Tumenggung Upashanta, kadang sebagai trah Mangir, aku merasa bahwa akhirnya mataram dan mangir bersatu mengusir penjajah Belanda di tahun 1628-29, cobalah cermati makam cucu Pembayun yang bernama Utari Sandi Jayaningsih, Penyanyi batavia yang akhirnya memenggal kepala Jaan Pieterz Soen Coen pada tanggal 20 September 1629, setelah sebelumnya membunuh Eva Ment istri JP Coen 4 hari sebelumnya, kepala JP Coen yang dipwnggal oleh Utari inilah yang dimakamkan di tangga Imogiri, Spionase mataram lagi lagi dijalankan oleh cucu Pembayun dan ki Ageng Mangir, informasi buka http://kelompok-tani.com : pahlawan kali sunter.

  77. 92 bejo Sunday, January 2, 2011 at 12:43 am

    mangir sekarang berada di kec. pajangan dekat sungapan (kec.sedayu) dan berada dikab.bantul yogyakarta…. Kita semua sekarang hanya bisa mengambil hikmah dari seluruh sejarah yang ada… kejadian yang terjadi pada masa lalu janganlah di caci. kejadian masa lalu adalah keharusan yang harus terjadi karena kondisi dan situasi saat itu memang mengharuskan begitu. percayalah , paembahan senopati adalah pemimpin bagi rakyat mataram. sedangkan ki ageng mangir juga pemimpin bagi rakyat mangir.kalo dua pemimpin pada masa itu ketemu maka yang terjadi adalah perseteruan….pada masa itu yang ada hanyalah mengalahkan. kalau orang dahulu memandang kejadian penaklukan mangir oleh mataram adalah prestasi luar biasa dan brilianna juru mertani, maka orang jaman sekarang memandang tidak seperti itu.

  78. 93 achen Wednesday, March 2, 2011 at 10:32 am

    sedikit memberikan masukan dan mohon informasi/ alasan.
    – Apakah betul Ki Ageng Mangir Wonoboyo dimakamkan di Kotagede?
    – Ki Ageng Mangir yang ditemukan di Ds Sorolaten Sidokarto Godean, sosok Ki Ageng Mangir yang mana?
    – Sy kurang setuju apabila Ki Juru Mertani ( mbah Mondoroko) disebut sebagai maestro pembunuhan terhadap Ki Ageng Mangir oleh Panembahan Senopati.
    – Setahu sy Ki Juru Mertani makamnya telah ditemukan di ds Sawahan, pundung, nogotirto, Sleman.
    – Kalau memang betul Ki Juru Mertani dimakamkan di ds Sawahan, kenapa masyarakat waktu makamkan Ki Juru Mertani di ds sawahan.
    – Kalau boleh sy usul, KI JURU MERTANI BERMAKSUD MENDAMAIKAN ANTARA KI AGENG MANGIR DENGAN PANEMBAHAN SENOPATI TANPA PERTUMPAHAN DARAH, TERNYATA PANEMBAHAN SENOPATI BERKIANAT MALAH MEMBUNUH KI AGENG MANGIR, AKIBAT DARI ITU, KI JURU MERTANI KELUAR DARI LINGKUNGAN KRATON MENUJU DS SAWAHAN NOGOTIRTO SLEMAN SAMPAI AKHIR HIDUPNYA.
    – Nama tombang kepunyaan Ki Ageng Mangir apakah bukan BARU KLINTING?

  79. 95 susah Friday, June 3, 2011 at 2:15 pm

    poro sedulur harus juga ingat bahwa ki ageng amngir bukan cuma satu tapi ada tiga trah. dan ki ageng mangir yg dgn nyi pembayun mempunyai keturunan sendiri yg beda dgn keturunan ki ageng mangir dgn istri yg lain setelah melarikan diri.
    mungkin sedulur ini keturunan dgn yg bukan dgn nyi pembayun sehingga hidupnya enak.
    bagi yg keturunan dgn nyi pembayun, wah cobaan hidup berat banget. dgn trah mangir atau dgn trah kraton ngak ada yg mau, cuma sendirian .
    kami dibuat dgn awal mula yg salah, jadi daris ini sepertine seperti saya susah banget hidup.
    aku ngak peduli sama trah toh saya dibuat dgn cara yg ngak bener , karena proses pembuatan moyangku yg ngak bener maka hidup kami susah. jadi aku buat bendera baru hehehhehe

  80. 97 Wijaya Sudaryanta Monday, June 20, 2011 at 6:05 pm

    sedikit masukan:
    Makam yang ada di dusun Sorolaten Goden Sleman itu adalah KI AGENG MANGIR WONOBOYO KE III yang tidak lain adalah yang kepalanya dibenturkan di watu gilang oleh Panembahan Senopati, dulu ceritanya ada 3 peti mati masing2 tidak boleh dibuka sampai dikuburkan…konon yang ada mayatnya dibawa lewat belakang atau dapur/pawon oleh Demang Tangkil yg sekarang jadi dusun Tangkilan sebelam timur makam Ki Ageng Mangir Wonoboyo III…karena Tangkilan dulu wilayan Mangir… sampai beratus tahun kemudian ada seseorang yang mencari makam ki Ageng Mangir dengan ritual tertentu ternyata makam Ki Ageng Mangir yg ada jasadnya memang di Dusun Sorolaten..sampai kemudian yang menemukan kelak meninggal minta dimakamkan diluar makam ki Ageng Mangir… begitu ceritanya…

  81. 99 Ruby Anto Sunday, July 24, 2011 at 12:12 am

    mari seluruh trah mangir jujung tinggi sifat kesatria leluhur kita yang ada di nusantar . kebumen

  82. 100 faqih Wednesday, August 3, 2011 at 11:33 am

    Bagus sekali isinya. sebab cerita diatas menerangkan dua tokoh watak yg berbeda. saya jadi suka untuk menjelajah pada dunia sejarah.

  83. 101 HAMBALI Wednesday, August 24, 2011 at 5:50 pm

    KI AGENG MANGIR merupakan PEMIMPIN AGUNG secara FISIK DAN SPIRITUAL,buktinya SEORANG PENGAGUNG NAGARI “ALMARHUM ALMAGHFUR LAH KH.ABDURRAHMAN WAHID”(ALMARHUM ALMAGHFURLAH GUSDUR) SOWAN ke BUMI SUCI MANGIR,dan menurut informasi yang lain ada juga PEMBESAR NUSANTARA yang SOWAN ke BUMI MANGIR,bahkan SEORANG SEPUH(BELIAU yang didhawuhi langsung oleh KI AGENG MANGIR untuk melestarikan MANGIR,padahal sebelumnya BELIAU tidak mengerti tentang KI AGENG MANGIR) mengatakan bahwa WAHYU KEPEMIMPINAN NUSANTARA yang pernah TUMURUN itu diperoleh melalui KI AGENG MANGIR,karena EYANG sendiri yang didhawuhi oleh KI AGENG MANGIR WANABAYA supaya menyampaikannya!
    SALAM RAHAYU SAHA KASARASAN SUKMA SARIRA KALIAN MANAH KAGEM PARA SUTRESNA KI AGENG MANGIR.

  84. 103 darmowangsa Thursday, November 3, 2011 at 12:57 am

    kalau dirunut saya trah mangir yg ke 15 menurut silsilah dari sinuhun kanjeng senopati dengan susunan
    1 Krt Pembayun
    2 RM Maduseno
    3 RM Maduseno
    4 Ki Kertodipo
    5 Ki Curigo
    6 Ki Wongsonegoro 1 ( Ki Kertodipo)
    7 Ki Wongsonegoro 2/
    ompong
    8 Ki Wongsonegoro 3/ kucir
    9 Ki Wongsonegoro 4/ sugih
    10 R Wongsodiwiryo
    11 R Muhamad usman
    12 R Wongsodiwiryo /
    Ajibarang
    13 R Sosrowiharjo
    14 R Sosrohadi / wangon
    15 R Darmo prayitno / ban-
    dung
    serat kekancingan ini dikeluarkan th 1942 dari kraton ngayogyokarto.smoga kadang trah ki agengmangir ada yg mpunyai kesamaan silsilah smpai R Muhamad usman urutan 11 (canggah saya) karna saya lagi mencari makamnya dan saderek secanggah. kontak saya (022)7214381 bandung, salam sjahtra buat kadang trah mangir wassalam.

  85. 105 darmowangsa Tuesday, November 8, 2011 at 5:51 pm

    untuk bapa sendo salam kenal.saya trah mangir dari pancer wongsonegoro ( panjergunung ).tetang silsilah saya sudah ada di link comments.mmang benar adanya menurut bp sartono k,trah mangir tersebar di Banyumas terutama di desa Durendampit kec Ajibarang karna Pepunden buyut saya R WANGSADIWIRYA makamnya ada di desa durendampit.sekitar th 1925 beliau jadi Penatus atau lurah di ds durendampit . Meninggal pd usia lebih 100 th bahkan pd usia 90 th kelur gigi lagi.dan yg sy tahu di desa durendampit dan di purwoker juga wangon masih bnyk cucu cicit smp ke udeg udeg,sy sendiri buyut beliau.wassalam

  86. 106 subiyantoro Saturday, December 10, 2011 at 9:22 pm

    Nderek langkung sedulur trah mangir…..saya berasal dari kebumen,tepatnya bapak saya dan nenek moyang saya dari Podourip petanahan Kebumen, menurut cerita nenek moyang saya dulu sbg demang,dan wilayah podo urip merupakan tanah perdikan.
    Menyambung cerita Ki Ageng Magir X Pembayun,katanya beliu berputra Ki Maduseno menurunkan..Bodronolo..dll,dalam babad jawa ( Garis trah} biasanya hanya bercerita istana centris..hanya yg jadi pejabat saja yg dimunculkan.Di Podourip ada sumur(beji) yg sangat dikeramatkan diberi nama Banyu Urip, disisi timur Podourip ada makam yg sangat dikeramatkan berada di desa DIBRAH menurut cerita Makam tsb adalah Makam Ki Ageng Maduseno.
    Pertanyaan saya adalah, apakah ada kemungkinan para Demang di PodoUrip keturunan dari Ki Ageng Maduseno, selain Ki Bodronolo…(kolopaking) ?.
    Karena pada masa itu tidak menutup kemungkinan Ki Ageng Maduseno berputra lebih dari satu bahkan beristri lebih dari satu….

    pada suatu hari saya sedang berjalan-jalan di jogya …ketemu seseorang yg sama sekali tdk kukenal yg mungkin “linuwih paningale” mengatakan klo saya keturunan saya disarankan sowan ke makam beliau.

    Sedulur trah mangir ysh,,,,adakah sedulur yg punya cerita/babad Podourip yg dahulu bernama karanglo..atau sedulur yg sempat baca ini berasal dari Podourip??

    monggo sami memayu hayuning crita mangir lan Podourip

    Nuwun

    Subiyantoro
    Kota Gede jogya

  87. 108 Wiranto Partosudirdjo Friday, January 13, 2012 at 4:46 pm

    Saya menyimpan Surat Kekencengan ibu saya No. 26993 yang berasal dari kraton Yogyakarta dan menggunakan huruf Jawa, tanggal penerbitannya 21-4-2604 (menggunakan tahun Jepang karena pada saat itu dijajah Jepang), jadi tidak betul bahwa Kanjeng Ratu Pembayun dan Ki Ageng Mangir tidak punya keturunan karena rekaman keturunannya masih ada dalam arsip kraton Yogyakarta, urutan sampai dengan Ibu saya sebagai berikut:

    0. Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Panembahan Senapati Ing Ngalaga Ingkang Jumeneng Ing Mataram.
    1. Kanjeng Ratu Pembayun
    2. R.M. Madusena ing Waja
    3. R.M. Brajanala ing Panjer
    4. R.M. Hastasuta ing Panjer
    5. R.M. Nalapraya I ing Gesikan
    6. R.M. Nalapraya II ing Gesikan
    7..R, Ngt. Jagapati ing Kutowinangun
    8. R. Jaga Wikrama (tempatnya tulisan Jawanya saya tidak bisa baca)
    9. R. Jaya Wikrama (tempatnya tulisan Jawanya saya tidak bisa baca)
    10. R.M. Tirtawirana ing Karang Tengah (Note: di Gombong)
    11. R. Kartoreja (Note: di Petahunan, deket Waduk Sempor, Gombong)
    12. Rr..Semi (almarhum ibu saya).

    Jalur ini dari jalur ayahnya ibu saya, sedangkan dari jalur ibunya ibu saya urutannya ke Arumbinang di Kebumen (sayangnya saya tidak pegang Serat Kekencengannya).

    Demikian sebagai sumbang saran saja.

    Terimakasih,

    Wiranto Partosudirdjo

  88. 109 Wiranto Partosudirdjo Friday, January 13, 2012 at 11:44 pm

    Ralat:

    Saya menyimpan Surat Kekencengan ibu saya No. 26993 yang berasal dari kraton Yogyakarta dan menggunakan huruf Jawa, tanggal penerbitannya 21-4-2604 (menggunakan tahun Jepang karena pada saat itu dijajah Jepang), jadi tidak betul bahwa Kanjeng Ratu Pembayun dan Ki Ageng Mangir tidak punya keturunan karena rekaman keturunannya masih ada dalam arsip kraton Yogyakarta, urutan sampai dengan Ibu saya sebagai berikut:

    0. Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Panembahan Senapati Ing Ngalaga Ingkang Jumeneng Ing Mataram.
    1. Kanjeng Ratu Pembayun
    2. R.M. Madusena ing Waja
    3. R.M. Brajanala ing Panjer
    4. R.M. Hastasuta ing Panjer
    5. R.M. Nalapraya I ing Gesikan
    6. R.Ng. Nalapraya II ing Gesikan
    7..R, Ngt. Jagapati ing Kutowinangun
    8. R. Jaga Wikrama ing Kedung Agung
    9. R. Jaya Wikrama ing Gesikan
    10. R.Ngt. Tirtawirana ing Karang Tengah (Note: di Gombong)
    11. R. Kartoreja (Note: di Petahunan, deket Waduk Sempor, Gombong)
    12. Rr..Semi (almarhumah ibu saya).

    Jalur ini dari jalur ayahnya ibu saya, sedangkan dari jalur ibunya ibu saya urutannya ke Arumbinang di Kebumen (sayangnya saya tidak pegang Serat Kekencengannya).

    Demikian sebagai sumbang saran saja.

    Terimakasih,

    Wiranto Partosudirdjo

    • 110 dewi shinta Saturday, January 14, 2012 at 6:31 pm

      meskipun komentar begitu banyaknya…tetapi sy selalu penasaran untuk terus membacanya…sy sekarang warga surabaya,tetapi leluhur sy di mangir saradan Madiun..tiap selesai sholat sy selalu kirim doa dan fatehah…kepada leluhur saya termasuk mbah Mangir.Guru saya memerintahkan agar sering kirim doa kepada mbah Mangir…katanya beliau adalah ‘jawa sejati’ yg tdk silau dg gemerlapnya duniawi.selalu jujur dan tdk mudah tergoda dg kekuasaan..tetapi selalu gelisah dan tdk bisa diam melihat penguasa yang semena mena.saya berharap semoga tdk lama lagi muncul jiwa ‘kiageng Mangir – kiageng Mangir’ baru,yg bisa merubah kondisi negeri kita yg sedang sakit dan terkoyak ini…..semoga….

      • 111 Wiranto Partosudirdjo Saturday, January 14, 2012 at 6:49 pm

        Karena saya merasa ada keturunan Ki Ageng Mangir. pada jaman pak Harto saya menulis di internet dengan nama samaran Ki Ageng Mangir untuk mengenang jasanya, isi tulisan saya adalah sikap pemberontakan terhadap rezim Suharto pada saat itu yang dimuat di web, “apakabar” yang berbasis di USA. Pada suatu saat saya ingin menerbitkan kumpulan tulisan saya ini dalam sebuah memori agar bisa dijadikan pelajaran bagi kita semua seperi apa kondisi masyarakt pada peiode tahun 1996 s/d tahun 2000. Bisa dijadikan seperti laporan pandangan mata situasi Reformasi 1998. Kalau berkenan bisa search di google, semua tulisan yang ditulis dengan nama samaran Ki Ageng Mangir adalah tulisan yang saya tulis.

    • 113 diar Wednesday, October 30, 2013 at 9:14 pm

      salam kenal kang .kl jalur dri ayah seperti ini kang ..
      1. Kanjeng Ratu Pembayun
      2. R.M. Madusena
      3. R.M. Brajanala
      4. R.M. Hastasuta
      5. R.M. Nalapraya I
      6. R.Ng. Nalapraya II
      7.Ny. Hudadirana
      8. Ky. muhammad raki
      9. Ny. Muhammad jaleh
      10.Ky. Dullah Mahmud
      11. R. Muhammad Saderi
      12. R. Suhari Prayitna (bapak saya)

      Terima kasih sebelumnya..
      Ardi firman

  89. 114 jakapuring Thursday, February 2, 2012 at 4:13 pm

    Buat Pak Darmawangsa ysh…
    Panjenengan menyebut/menulis silsilah :
    1 Krt Pembayun
    2 RM Maduseno
    3 RM Maduseno
    4 Ki Kertodipo
    5 Ki Curigo
    6……
    Saya mau bertanya,dimanakah makam RM Maduseno,Ki Kertodipo,KiCurigo? Apakah Ki Kertodipo sama dengan KiDemang WIRODIPO demikian juga dg Ki Curigo sama dengan kiDemang WIROCURIGO?

    Trims atas penjelasannya

  90. 118 habibhasnan Tuesday, April 24, 2012 at 7:39 am

    Nama Nyi Utari Sandijayaningsih
    Jabatan Anggota Sandi (Inteljen) Mataram
    Masa Tugas 1629
    Riwayat:

    Dibantu oleh Asisten JP Coen , Wong Agung Aceh, Nyi Utari yang saat itu menjadi penyanyi klub perwira VOC membunuh JP Coen pada tanggal 20 September 1629 dengan racun arsenikum dalam minuman sang Gubernur Jendral, kemudian ia memenggal kepala dan menyerahkannya pada Wong Agung Aceh yang kemudian melarikannya keluar benteng. Kepala JP Coen kemudian diterima oleh Tumenggung SuroTani dan Bagus Wanabaya untuk dibawa ke Mataram Plered. Sultan Agung memerintahkan agar kepala itu diawetkan dan kelak dikuburkan ditengah tangga ke makam Sultan Agung. JP Coen tewas karena kelengahan dan kehilangan kewaspadaan karena terpukul kematian istri dan anaknya tanggal 16 September 1629 atau 4 hari sebelum JP Coen tewas, apakah Nyi Utari berperan dalam tewasnya istri dan anak JP Coen? yang jelas Nyi Utari adalah sahabat karib Eva Ment, istri JP Coen. Intrik dalam benteng Batavia ini dirancang cermat oleh Bagus Wanabaya (anak Ki Ageng Mangir) yang mempertaruhkan keselamatan Nyi Utari Sandi Jayaningsih anaknya, operasi intelejen ini jelas terinspirasi cerita saat Roro Pembayun, sang ibunda menjadi penari jalanan dalam upaya Mataram Kotagedhe menaklukkan kerajaan Mangir 50 tahun sebelumnya. Kini jasad sang pahlawan Nyi Utari Sandijayaningsih (cucu ki Ageng Mangir) terbaring damai bersama jenazah Wong agung Aceh yang menjadi suaminya di keramat Tapos Depok yang terkenal dengan keramat Wali Mahmudin, dinaungi oleh pohon Beringin Lo ( ingat ki Ageng Karang Lo) yang tumbuh miring merunduk seolah menghormati tuannya, Pohon Beringin besar bergaris tengah 2 meter itu menjadi saksi sebuah episode bisu perjuangan besar pahlawan Tapos Depok.Foto dalam tulisan ini : Sultan Agung Al Matarami, Gubernur Jendral Belanda ke IV di Batavia Jan Pieterz Soen Coen dan Eva Ment istri JP Coen

    Sumber: http://pahlawan-kali-sunter.blogspot.com

    Tulisan ini saya ambil dari sumber Perpustakaan Nasional RI yang mendokumentasikannya kedalam Batavia-Digital, Perputakaan Nasional RI mengambil sumbernya dari Blog Saya : http://pahlawan-kali-sunter.blogspot.com, saya terharu karena dari 70 tokoh Batavia yang disebutkan ternyata hanya Utari Sandijayaningsih (cucu Ki Ageng Mangir) yang asli orang Indonesia, yang lainnya adalah para pejabat Batavia, bagi saudara-saudaraku yang ingin mengetahui kisah Roro Pembayun istri Ki Ageng Mangir silahkan masuk ke blog saya

  91. 120 Antonius Suparjo Sunday, June 24, 2012 at 2:20 am

    Remen sanget yen maos carios utawi babad Ki Ageng Mangir. Awit kulo namung sok ningali kethoprak. Miturut carios wau, Ki Ageng Mangir dipun gambaraken setunggaling tiyang ingkang linangkung. Boten aneh bilih kasebat Kiai Ageng. Linangkung inggih ; gagahipun, sugihipun ( toto lahir ) ugi linangkung ing kawibawanipun lan mumpuni kawruhipun pramilo katah murid lan poro kawulo ingkang nyantri ing Ki Ageng. Dalemipun Ki Ageng sanes kraton ingkang ageng nanging Kademangan meh kados kraton nanging langkung alit. Miturut keterangan ingkang saget dipun pitados papanipun ing dusun Mangir, Sendangsari Pajangan Bantul. Dene tembung Mangiran inkang wonten Kecamatan Srandakan sanes papan lenggahipun Ki geng Mangir. Puniko kulo aturaken namung adedasar carios Kethoprak. Dene wewengkon panguaosipun antawisipun : Kademangan Pajangan ( sisih ler, Kademangan Srandaan, kademangan Pandak, Kademangan Pandak, kademangan Palbapang, lan kademangan Paker, lan sanes-sanesipun. Gandeng wewengkonipun angkang wiar puniko, boten mokal yang Ingkang Sinuwun Panembahan Senopati kuawatos bilih sawanci-wanci Ki Ageng mbalelo. Pramilo kanthi cro apus kromo Panembahan Senopati mikut Ki Ageng. Sepisan malih punikao miturut carios babad Mangir Lepat lan leresipun nymanggakaken. matur nuwun kawigatosanipunl

  92. 121 Setyo Wardoyo Tuesday, November 13, 2012 at 2:54 pm

    Kenapa ya, semua kisah tentang pertikaian Mangir – Mataram selalu terkesan Ki Ageng Mangir dianggap pemberontak? Padahal kan justru dia yang paling berhak atas Bhumi Mataram. Dia dan leluhurnya lebih dahulu tinggal di daerah itu di Tanah Perdikan Majapahit. Sedangkan Ki Ageng Pamanahan dan Sutowijoyo adalah pendatang. Apakah para penulis kisah ini takut dengan pemerintahan Yogyakarta saat ini? (tapi ini menurut pendapat saya, lho).

  93. 123 Setyo Wardoyo Tuesday, November 13, 2012 at 7:08 pm

    Ass wr wb. Kepada seluruh trah/keturunan/keluarga besar Ki Ageng Mangir yang saya hormati. Bersama ini saya Mohon ijin dan doa restu saat ini saya sedang menulis Novel Fiksi Fantasi dengan latar belakang peristiwa Pertikaian Mangir-Mataram. Untuk menambah keleluasaan saya dalam menulis maka semua nama tokoh dan tempat saya ganti. Insya Allah pertengahan 2013 sudah dapat diterbitkan. Terima kasih sebelumnya. Wal slm.

  94. 125 Setyo Wardoyo Tuesday, November 13, 2012 at 7:09 pm

    Tambahan: Dan, juga kepada seluruh trah/keturunan/keluarga besar Mataram. Trm ksh.

  95. 129 Sari Musdar Sunday, January 13, 2013 at 12:34 am

    Menarik nih, kebetulan tim kami ingin menyajikan cerita Ki Ageng Mangir dengan pembayun dalam bentuk sendratari. Harus berburu novelnya Pak Pram berarti. Insya Allah akhir bulan ini (Jan) akan interview Pembayun (Mbak sari) di Yogya untuk pementasan sendratari Ki Ageng Mangir

  96. 131 etcetera Thursday, January 17, 2013 at 11:46 am

    Tulisan yang menarik, kunjungi blogku juga ya pak.bu, mas dan mbak!. Tak ada yang lebih menyedihkan dan mengharukan dari kisah Mangir pembayun, seperti juga ketika saya bersimpuh di makam Pembayun di Kebayunan Tapos Depok Jawa Barat, bersebelahan dengan makam anaknya Raden Bagus Wonoboyo dan makam Tumenggung Upashanta, kadang sebagai trah Mangir, aku merasa bahwa akhirnya mataram dan mangir bersatu mengusir penjajah Belanda di tahun 1628-29, cobalah cermati makam cucu Pembayun yang bernama Utari Sandi Jayaningsih, Penyanyi batavia yang akhirnya memenggal kepala Jaan Pieterz Soen Coen pada tanggal 20 September 1629, setelah sebelumnya membunuh Eva Ment istri JP Coen 4 hari sebelumnya, kepala JP Coen yang dipwnggal oleh Utari inilah yang dimakamkan di tangga Imogiri, Spionase mataram lagi lagi dijalankan oleh cucu Pembayun dan ki Ageng Mangir, informasi buka http://kelompok-tani.com : pahlawan kali sunter.

  97. 133 Jawi Krama Sunday, April 21, 2013 at 4:52 pm

    Assalamualaikum dan salam sejahtera

    mohon maaf…mungkin saya terlalu ktinggalan dengan adanya blogk ini.tapi poinnya slama ini saya tertanya tanya..stiap tahun kami dari kluarga besar MBAH JAWI KROMO MADUSENO [ yang ada di cilacap] selalu mengadakan silahturahmi,hala bihalal. Yang jadi pertanyaan saya adalah siapa MBAH JAWIKROMO MADUSENO?.Dari trah mana? sbb dari skian banyak crita ttang MBAH MADUSENO tak ada satupun mengenai siapa JAWIKROMO MADUSENO.slama ini yg saya tau MBAH MADUSENO mempunyai tumbak pusaka yang tak ada banding[BARUKLINTING].d manakah snjata itu skarang?

    skiranya ada imformasi mohon penjelasan yang mendetail.
    trimakasih
    Wasalamualamualaiku.salam sejahtera

  98. 134 Anastasia Tuesday, May 28, 2013 at 5:25 am

    The rotavator is a machine or tool that is used to turn over soil and break it up in preparation for planting, turfing, seeding and leveling.
    Unlike regular table salt sea salt is not refined in such a way to
    strip it of its minerals. One of the most important attributes of chainsaw chaps is the level of protection they offer.

  99. 135 Adi Suryanto Tuesday, May 28, 2013 at 9:20 am

    Pengetahuan saya tentang sejarah sangat terbatas….tapi membaca komentar-komentar sebelumnya sepertinya tertarik. Apa benar kerabat Ki Ageng Mangir banyak yang d Kebumen dan Cilacap. Orang tua saya pernah bilang sepeti ini, di cilacap daerah sidarja. Yang saya tahu di rumah saya ada banyak benda pusaka, salah satunya adalah Tombak Baru Klinting….Klegenwonosari, Kec. Klirong, Kab. Kebumen

  100. 136 Wiranto Partosudirdjo Tuesday, May 28, 2013 at 9:46 am

    Tombak Baru Kllnting banyak yang nyari, baru tahu kalau ada yang punya. Keluarga dari pihak bapak saya dari daerah Petanahan, sampai saat ini banyak yang masih tinggal disana. Tapi yang ada silsilah dari Ki Ageng Mangir dari pihak ibu.yang berasal dari Petahunan dekat waduk Sempor, Gombong. Kelihatannya keturunan Ki Ageng Mangir banyak yang bersembunyi (atau diasingkan) di desa-desa terpencil yang jauh dari jangkauan kerajaan Mataram di Jogjakarta.

  101. 137 darmawangsa Saturday, September 7, 2013 at 8:44 pm

    mohon kasih tau kalau ada yang tahu tentang tumenggung wongsonegoro (panjergunung), menghindar kemana.dan dimakamkan dimana.trimakasih sedulur trah mangir.

  102. 138 mintorogo Wednesday, November 13, 2013 at 11:39 am

    saya kagum dg kiageng Mangir…seperti yg diungkap di dalam novel pak Pram,kenapa saya kagum? karena langsung atau tdak langsung saya memang termasuk warga mangir ,saradan ,madiun…masa kecil saya ,saya habiskan bersama teman 2 saya dikampung tsb…kiageng Mangir salah satu tokoh yang tdk mau berkompromi dg penjajah saat itu…tapi terlepas dari itu semua,
    ayo saudaraku semua trah mangir,,jangan hanya kita sekedar bangga dg ketokohan beliau, mari kita contoh dalam laku kita saat ini,mari kita teladani kejujuran beliau,semangat beliau,dsb…
    semoga dg munculnya beliau di muka bumi ini,bisa meng inspirasi kita semua,agar hidup kita manfaat marang liyan,
    di tengah hiruk pikuknya dan carut marutnya negeri kita ,dg banyaknya koruptor di segala bidang,pertengkaran ada di mana2,tepo sliro sdh hampir punah,gotong royong sdh hilang, pedang keadilan hanya tajam utk orang miskin..sementara tumpul utk orang berduit..
    saudaraku…ayo kita bangkit,
    mudah2an dg selalu kita kirim doa utk leluhur kita,termasuk ke mbah kiageng mangir ini,minimal kirim fatehah sehabis sholat…mudah2an kita dapat berkah dari beliau,dan hidup kita selalu muncul di permukaan dan tdk hanyut dalam keburukan …mari kita isi sisa hidup kita dg aktifitas yg bisa bermanfaat bagi yang lain ,sesuai kemampuan kita masing2 ..
    manfaat spt hidupnya mbah2leluhur kita.
    jangan hanya bangga kepada ketokohan leluhur,ayo kita isi hari2 saat ini,dengan lelaku sing becik,melawan kebatilan..Bismillah

  103. 139 novi Tuesday, January 14, 2014 at 8:16 pm

    Ada yg bisa bantu saya ? Alm ayah sy dari kebumen, keras, galak, tp benar, jujur,sy pun demikian, th 2002, saat tesis, sy keras kepala tdk mau tunduk pd sosen pembimbingku, dn sy juga sering mengalami masalah dg mertua krn tdk mau nurut, tp hati kecil sy, sy ingin “baik baik sj” sehingga sebenarnnya sy mau tunduk.Tp susah,krn sy merasa benar. Efeknnya sy sering ngamuk, suatu hari sy bersujud dAn berdoa ” ya allah sy tdk mau ngamuk atau marah marah, ya allah tunjukkan keajaibanMU”,mak jleg sy seperti pingsan, dan saat sadar sdh tdk menjadi diri sy lagi, sy mengalami trance. Sejak itu s.d sekarang, sy sering mengalami trance.Jd kalo sy sedikit marah, sy rem, istigfar, terus muncul spt jiwa yg lain yg marah bukan sy, kalo di biarkan bs mengumbar aib org, krn tanpa kendali tau semuannya.,Terkadang bentuk trance nya, sy menari…luwes banget pdahal sy tdk bisa menari, terkadang sy menyanyi merdu sekali. Sy jg kadang cantiqq sekali, banyak yg bilang cantik.padahal biasa biasa saja menurut sy.Teradang sy spt nenek2,.Sdh ke psikiater suspec epilepsi sesaat, sdh di rukyah,, sdh pakai tenaga prana, hipnoterapy, dll.terakhir sy melakukan puasa nganyep katannya kalo ketempelan biasa 3 kali puasa sembuh, tp sy sdh 5 kali tdk sembuh2, ada yg bilang qorin nenek moyang sy yg ngikut jd sulit hilang.Mungkinkah ini qorin dari sekar pambayun ? Atau secara genetik sy mewarisi kekerasn ki ageng mangir ? Hee…wallohu a’lam


  1. 1 Putri Pembayun « The Nurdayat Foundation Trackback on Tuesday, October 7, 2008 at 6:38 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 198,882 Kunjungan

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

mm9

mm8

mm7

More Photos

Goodreads


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,712 other followers

%d bloggers like this: