Era kebebasan berekspresi dalam bidan kepenulisan, ditandai dengan munculnya perempuan penulis. Sebanarnya perempuan penulis sudah muncul pada era tahun 70 atau 80 an. Sebut saja NH Dini, Marga T, Mira W, Ike Soepomo, dll.
Cuma pada era kebebasan berekspresi ini mulai muncul perempuan penulis yang kemudian secara dikotomis disebut sebagai “sastra selangkangan” oleh mereka yang merasa masih setia pada jalur sastra normal. Tersebutlah Ayu Utami dengan novel “Larung,” “Saman,” ”Bilangan Fu,” atau Djenar Maesa Ayu dengan Kumpulan Cerpen “Jangan main-main dengan kelaminmu.” Tulisan-tulisan itu dituduh hanya mengejar sensasi, yang ditulis oleh perempuan penulis, yang selama ini untuk urusan penulisan semacam itu masih didominasi laki-laki penulis.
Dewi Lestari atau lebih dikenal dengan nama pena Dee, mungkin tergolong penulis kreatif yang berani mendobrak mainstream penerbit besar dengan menerbitkan buku secara indie. Dan dia berhasil.
Lalu, dari ketiga perempuan penulis itu, siapa idolamu? Mengapa kamu sampai terkagum-kagum padanya?
<< Polling




Alm Nurul huda
Oka Rusmini. Buku yang aku suka Tarian Bumi
Aku suka Ayu Utami. Dulu aku terpesona pada naskah Saman yg kopian dan ada komentar2 dari salah satu jurinya. Akhirnya naskah Saman yang menang.
dee.,..aku suka semua buku dee..keren bgt!