The Pillars

pillars.jpgKehidupan biara Katholik sangat mengusik penasaran orang luar. Ada apa di balik sana? Kehidupan yang menurut pandangan awam serba agung dan suci, ternyata tiada beda dengan kehidupan dunia luar yang hiruk pikuk dengan nafsu, amarah, kekuasaan. Biarawan, pastor, bruder, uskup sekalipun adalah manusia biasa yang tak pernah luput dari sifat kodrati manusia itu.

Cerita yang berlatar abad 12 ini memotret dengan detail pertarungan kekuasaan pasca mangkatnya Raja Henry. Tapi menurut saya, ada 2 tokoh penting di sini: Philip dan Tom.  Phillip berjuang menegakkan moral biara Katholik, di tengah carut marut perebutan kekuasaan dan nafsu serakah manusia. Tom berjuang mewujudkan impianya menjadi orang yang akan dikenang sepanjang sejarah sebagai perancang katedral yang mahsyur, dan tanda cintanya yang mendalam pada istrinya, Agnes. Sanggupkah Tom mewujudkan impiannya itu?

Jalinan cerita “The Pillars” yang dirangkai oleh Ken Follett sungguh menggugah rasa penasaran orang untuk terus membaca buku setebal 1,131 halaman ini! Dari prolog satu paragraf saja sudah membuat orang merasa dipersiapkan untuk mulai membuka babak menegangkan:

Pada malam tanggal 25 November 1120 Kapal Putih berlayar menuju Inggris dan tenggelam di Barlfeur, hanya seorang awaknya yang selamat… Kapal itu merupakan alat transportasi laut yang paling canggih, dilengkapi semua peralatan yang diketahui pembuat kapal masa itu…Kehebohan berita tenggelamnya kapal ini dikarenakan banyaknya orang penting yang menjadi penumpangnya; selain raja dan pewaris takhta, ada juga dua anak haram Raja, beberapa earl dan baron, dan sebagian besar keluarga istana..efek historisnya adalah kecelakaan itu menyebabkan Henry tidak punya ahli waris…hasil alkhirnya adalah suksesi yang kisruh dan periode anarki menyusul kematian Henry.”

Sejarah umat manusia seperti terulang kembali. Karena kecamuk perang, kehidupan biara, ambisi pembangunan katedral,  belum lengkap tanpa kisah gairah cinta membara dua anak manusia. Tom dengan Agnes, lalu Ellen. Dan Aliena dengan Jack.

(Resensi ditulis oleh Hartono)

0 Responses to “The Pillars”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: