My name is Red!

pamuk.jpgKini saya jadi tahu, mengapa wayang kulit proporsi anatominya “aneh.”  Coba perhatikan bentuk mata yang terlihat utuh,  padahal itu terlihat dari samping.  Panjang lengan dan tangan yang sampai menyentuh tanah, sejajar dengan posisi kaki. Pundak depan lebih pendek daripada pundak belakang, dan masih banyak lagi yang tidak “proporsional.” Jawabnya adalah bahwa wayang diciptakan sebagai penggambaran manusia dengan segala ceritanya, tapi tidak boleh meniru persis manusia. Jika itu dilakukan, maka manusia telah memasuki wilayah kekuasaan Tuhan dengan mencoba meniru ciptaanya. Pertanyaanya, bolehkan manusia mencoba memasuki wilayah sakral itu?

Novel “My Name Is Red” karya Orhan Pamuk mengangkat kegelisahan yang sama di Turki.  Turki sebagai sebuah entitas budaya berada dipersimpangan antara budaya barat dan timur.  Novel yang dibuka dengan misteri terbunuhnya seseorang di dasar sumur mulai mengajak pembaca menikmati tamasya budaya dan pergulatan yang terjadi antara dua kutub budaya itu. Tradisi seni lukis Turki kuno mengajarkan untuk tidak mencoba masuk wilayah ego seniman dengan mencantumkan nama diri dan membuat gambar manusia secara perspektif proporsional. Sementara tradisi barat mengajarkan sebaliknya. Pembunuhan adalah ekses dari tarik-menarik dikotomi itu, yang melanda bengkel seni masa Kesultanan Murat Utsmaniyah III. Tapi sesungguhnya pembunuhan adalah trik penulis untuk menguras dahaga pembaca akan teka-teki siapa pembunuh yang sebenarnya. Kupasan dan lapisan sejarah masa lalu Turki, menurut saya lebih indah. Mungkin seindah ilustrasi lukisan yang terpahat pada buku-buku kuno yang mereka ciptakan itu.

Gaya bertutur Orhan Pamuk sungguh memikat. Tokoh-tokoh muncul satu persatu dengan personifikasi “aku:” Aku Pembunuh, Aku Elok Effendi, Aku Zaitun, Aku Bangau, Aku Merah, dll.

(Resensi ditulis oleh Hartono)

3 Responses to “My name is Red!”


  1. 1 aziz phamuk Tuesday, September 2, 2008 at 2:34 pm

    sayang ane belum baca tu novel, belum kuat beli bukunya

  2. 2 mashar Tuesday, September 2, 2008 at 2:39 pm

    By the way, nama belakang ente kok sama ya. Ente musti beli bukunya tuh! Great book.

  3. 3 pita Thursday, December 18, 2008 at 12:40 pm

    aq dah baca novelnya Pamuk, malahan mpe 2x, ternyata bagus bgt lhoo!!!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: