Pitaloka

pitaloka.jpgYang ada di dadamu itu elang 

Sayapnya adalah ilham

Agar dia selalu terbang 

Lalu, atas nama apa hingga engkau mengiba ingin mengekang? 

(Curahan hati Purandara terpahat di dinding Gua Taruma) 

“Di wajahnya tak ada kesan lain kecuali bencana. Sinar matanya menembus. Lebih sering memicing, memasang kesan menyepelekan apapun yang ada di hadapannya….Dia memiliki seluruh syarat untuk membikin jerih siapapun yang dia inginkan. Seperti kuda yang belum dijinakkan atau harimau yang kelaparan…Purandara, lelaki bermata bencana itu menarik tali kekang kudanya, setelah lebih dulu tangan kirinya menerima busur panah dari anak buahnya, sang lelaki berwajah penuh bekas luka.” 

Purandara, atau lebih dikenal sebagai Elang Merah, perampok yang paling ganas dan ditakuti di tanah sunda, ternyata menyimpan cinta yang tulus pada Dyah Pitaloka, puteri Raja tanah Sunda. Dyah Pitaloka, pada masa kecilnya pernah diculik kawanan perampok yang diketuai Yaksapurusa, dan tiga murid utamanya, Elang Merah, Kuda Putih (kekasih Merak Hitam yang diam-diam juga mencintai Dyah) dan Merak Hitam. Setelah selamat dari penculikan, Dyah berguru pada Candrabagha. Tak dikira, bertahun-tahun kemudian, Dyah diutus ayahnya untuk kembali ke perguruan Candrabagha dan memperingatkan gurunya untuk menutup padepokan yang dianggap sesat itu (Candrabagha, walaupun tidak pernah disebutkan secara jelas, kelihatannya adalah penyebar agama Islam). Tak dinyana perguruan tersebut juga telah disusupi murid-murid kawanan perampok Yaksapurusa yang berusaha membunuh dan menghabisi perguruan tersebut. Bagaimana Elang Merah harus bersikap? Karena dengan menghabisi perguruan tersebut berarti dia harus membunuh Dyah Pitaloka, wanita yang membuat hatinya bergetar dan menjinakkan kebuasan hatinya.  

Cerita berlatar belakang sejarah ini terjadi sebelum perang Bubat yang terkenal, di mana Patih Gajah Mada membantai seluruh penguasa tanah Sunda tanpa terkecuali, karena Raja Maja Pahit, Hayam Wuruk menginginkan Citraresmi atau Dyah Pitaloka sebagai istri, namun ditolak.  

Pitaloka: Cahaya adalah buku I dari trilogy Pitaloka; Cahaya, Mahkota dan Nirwana,  ditulis oleh Taufiq Saptato Rohadi (Tasaro) ini punya gaya bahasa yang sangat puitis. Silahkan membaca kisah cinta dua orang yang saling berlawanan yang dituturkan secara halus…..

(Resensi ditulis oleh Damar Suryaningsih)

23 Responses to “Pitaloka”


  1. 1 askar Tuesday, August 14, 2007 at 4:35 am

    mantep………..dah, ini baru cocok jadi selingan bacaan tidak MNCH melulu …setuju 100%….Tapi baca sinopsisnya nanti yah.

  2. 2 hartono Tuesday, August 14, 2007 at 7:46 am

    Benamkan pedang matamu pada buku. Bunuhlah waktu bersama titik macet tak terurai di balantara Jakarta!

  3. 3 Ahmad Nurdin Friday, February 8, 2008 at 8:50 am

    Novel ini adalah salah satu novel terbaik yang prnah saya baca, ceritanya bnar – bnar mnyentuh

  4. 4 tasaro Tuesday, August 12, 2008 at 11:52 pm

    Teman-teman. mohon izin, insya Allah dalam waktu dekat Pitaloka 2 akan terbit. Jika berkenan, saya mengambil beberapa kalimat dalam blog ini untuk endorsment dalam buku tersebut.

  5. 6 damar Wednesday, August 13, 2008 at 8:46 am

    Mas Tasaro…silahkan…buku ke 2 sudah kita tunggu-tunggu

  6. 7 idacahkediriasli Wednesday, April 8, 2009 at 12:53 pm

    sekarang sudah 2009
    ada yang tahu/ melihat/ mendengar gitu kalau seri ke2 pitaloka TERBIT???
    saya nunggu dari jaman 2007 dan masih gregetan banget gr2 pitaloka nggak muncul2.

    siapa pun, kalo ada yg tahu kabar pitaloka seri ke2 pliiiiiis, toloooong, saya mohoooon imel saya ya : yool_ck@yahoo.co.uk

  7. 8 Nurul Friday, June 12, 2009 at 11:51 am

    ak tnggu bku k2nya..
    i love Pitaloka so much🙂

  8. 9 Nurul :) Friday, June 12, 2009 at 12:01 pm

    bku.x bguz bgdt..🙂
    Purandara gnteng gg iia..?😛

  9. 10 Nurul Diposastro :) Friday, June 12, 2009 at 12:07 pm

    novel ini benar-benar novel terindah yang pernah saya baca!
    Terindah dan Tercantik!🙂🙂🙂🙂🙂

  10. 11 dini Saturday, September 26, 2009 at 10:48 pm

    assalamualaikum
    saya ingin tanya PITALOKA KEDUA udah terbit belum ya???

  11. 12 Risa Monday, September 28, 2009 at 9:11 pm

    gak sabar nunggu yang ke-2…

  12. 13 fitri Tuesday, January 11, 2011 at 8:51 pm

    pitaloka memalingkan duniaku^^
    buku yang nirwananya blum terbit yah??

  13. 15 kinan Saturday, March 5, 2011 at 11:09 am

    ckckkckckkckkckckkckcckk..
    pitaloka emang bkin jatuh cinta…
    saya baca pitaloka ampe gak dengerin penjelasan guru di kelas..
    hihihiihihihhii..
    abiz’na seru banget sich…
    .
    mas tasaro, buku yang k2 udah terbit belumm..??

  14. 16 elok Friday, March 18, 2011 at 11:03 am

    sapa yang dah punya yang mahkota?

    cerita nya gimana?

    jawab dunk di uyung_6988@yahoo.com

  15. 17 fitri Sunday, July 17, 2011 at 8:33 pm

    aq baca di koran republika thn’07
    itu lanjutan keduax

  16. 18 nurul fatihah Wednesday, May 23, 2012 at 9:15 am

    pengen beli bukunya di mana yaa? pengen sekaliii!😀

  17. 20 azzahrah Tuesday, December 11, 2012 at 9:01 pm

    saya baru beli buku ini beberapa hari yg lalu.. ternyata udah buku lama yaa..
    ga tau kalo buku ini trilogi, skrg penasaran banget ama lanjutannya.
    kalo buku “takhta nirwana” itu lanjutannya buku pitaloka ini bukan yaa??

  18. 21 mashar Wednesday, December 12, 2012 at 7:30 am

    Untuk Azzahrah, bisa tanya langsung ke penulisnya: Tasaro GK. Ini link-nya:
    http://tasaro.multiply.com/

    Hartono

  19. 22 Aksiku - Toko Buku Bekas Online Sunday, September 29, 2013 at 4:03 pm

    Numpang ijin kasih info Mas, sekaligus promosi situs saya. Bagi anda yang berminat novel Pitaloka Cahaya namun kesulitan mencarinya silahkan beli di http://www.aksiku.com/2013/09/pitaloka-cahaya-karya-tasaro-jual-novel.html

  20. 23 Aksiku - Toko Buku Bekas Online Sunday, September 29, 2013 at 4:05 pm

    Trims Banyak Mas.. silahkan balas berkunjung ke blog saya dan tinggalkan jejaknya..Salam.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,707 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: