Running to Riches

running-to-riches“Berlari untuk kaya?” Wow… saya ingin secepatnya menjadi kaya, pensiun diusia muda dan menghabiskan waktu dengan cucu-cucu dengan keluarga yang sejahtera. Itulah yang ada dalam pikiran saya ketika melihat buku ini di toko buku Bandara Sepinggan, Balikpapan saat saya menunggu pesawat ke Jakarta yang terlambat. Buku ini pasti akan mengajarkan cara dan metode meraih kekayaan itu, seperti ilustrasi disampulnya, menurut saya gambar sepatu merupakan wujud dari suatu alat yang dipakai untuk melindungi kaki (perwujudan dari usaha kita) sehingga bisa memaksimalkan usaha kita dan mereduksi dampak dari kesalahan yang kita lakukan untuk mencapai tujuan (seperti ilustrasi gambar dolar yang merupakan perwujudan dari tujuan), bukankah mustahil kita akan kaya tanpa uang? Entah itu kaya dalam hal materiil maupun kebahagiaan batin, karena mustahil kita akan tentram apabila stabilitas ekonomi keluarga belum mapan.

 

Buku yang berjudul “Running to Riches” karya Didik Wijaya hampir sama dengan buku “Perubahan” karya Rhenal Kasali, bedanya disini Didik Wijaya selain membahas petunjuk universal tentang pencarian kekayaan, dia juga membahas makna dari kekayaan dan kebahagiaan.

 

Buku ini merupakan pandangan tentang uang, memang di mana-mana kalau bicara tentang uang akan sama saja prinsipnya, cuma bedanya cara kita masing-masing untuk meraih uang itu sendiri.

 

Pada setiap bab pembahasan, Didik selalu mengajak kita untuk berinteraksi di dalamnya, seperti memberi pertanyaan-pertanyaan kepada kita untuk pembuktian, selain itu Didik juga memberikan suatu ilustrasi cerita yang berhubungan dengan metode yang sedang dibahas, seperti cerita Pohon Pengabul Permohonan yang merupakan contoh ilustrasi seberapa kuat keyakinan kita untuk menajdi kaya dengan harapan-harapan yang ada.

 

Buku setebal 118 halaman ini akan mengajak kita untuk membuat suatu system, metode, dan rumus yang sangat praktis untuk meraih tujuan, sehingga paradigma kita mengenai bagaimana sulitnya jalan yang ditempuh untuk menjadi kaya, paradigma bahwa orang miskin, orang yang tak tamat kuliah, atau orang cacat sekalipun, yang mengatakan bahwa mereka tidak akan pernah bisa kaya akan berubah.

 

Penulis dengan pendekatan-pendekatan yang mudah dipahami akan mengajak untuk mengenali diri sendiri, dengan mengenali diri sediri itulah maka potensi diri yang merupakan modal dasar untuk meraih kekayaan atau tujuan dapat dimaksimalkan. Bagimana kita bangkit dari keterpurukan atau kegagalan dan membuat suatu tujuan hidup yang baru, bantuan seperti apa yang kita butuhkan, karena tidak selamanya kita akan mencapai tujuan tanpa bantuan orang lain. Dan hal-hal apa saja yang perlu kita persiapkan apabila kita mengalami kegagalan. Hidup ngga selalu mulus kan? Jalan tol aja ada putusnya. Permasalahannya mau tidak kita memulai jalan tersebut?

 

Resensi ditulis oleh Parama Wisnu Putra

0 Responses to “Running to Riches”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: