Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya

Kita semua pasti pernah mendengarkan ada  orang bijak yang menyampaikan sebuah pesan moral melalui sebuah cerita. Dengan cerita, pesan moral tersebut disampaikan tanpa menggurui, dan  orang tidak merasa tersinggung. Memang tidak banyak orang yang mampu melakukan hal ini, dan orang yang bisa melakukan ini adalah orang dengan talenta yang luar biasa, dan pasti datangnya hanya dari Tuhan semata.

Mengapa sebuah cerita jadi menarik ? Ya karena dengan mendengarkan atau membaca cerita, kita menjadi senang, seperti ketika kita masih anak-anak pasti akan senang mendengarkan guru kita bercerita, apalagi ceritanya seru, kita bisa terhanyut.

Barangkali Ajahn Brahm berpikir demikian ketika menulis buku  “Opening  the Door of Your Hearth “ dan diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia dengan judul  “SiCacing dan Kotoran Kesayangannya”  (Hak cipta terjemahan oleh Awareness Publication, 2009). Buku ini sarat dengan cerita yang seru dan menggelitik.  Buku yang memuat 11 pesan kehidupan yang dikemas dalam 108 cerita yang menarik.

Kesebelas pesan tersebut adalah tentang kesempurnaan dan kesalahan, cinta dan komitmen, rasa takut dan rasa sakit, kemarahan dan pemaafan, menciptakan kebahagiaan, masalah kritis dan pemecahannya, kebijaksanaan dan keheningan batin, pikiraan dan realita, nilai-nilai dan kehidupan spritual, kebebasan dan kerendahan hati,  dan terakhir  tentang penderitaan dan pelepasan. Hampir semua sisi kehidupan terungkap di buku ini. Jika  pesan itu kita ibaratkan menu maka kita tinggal memilih menu yang sesuai dengan tantangan hidup yang sedang kita alami.

Saya sangat kagum dengan penulisnya. Pengalaman hidup yang sangat banyak menjadi kekuatan dari buku ini. Bagaimana tidak, ia adalah seorang fisikawan lulusan universitas terkenal di Inggris yang kemudian memutuskan untuk menjadi penganut Budha dan menjadi bhiksu di pedalaman Thailand. Sekarang beliau adalah seorang kepala wihara di Austrlia.

Cerita yang disajikan adalah pengalaman pribadi yang dialami oleh Ajahn Brahm ketika menjadi bhiksu junior, senior dan kepala bhiksu. Perjumpaannya dengan sesama bhiksu dan masyarakat yang minta dilayaninya adalah sumber utama dari cerita tersebut.  Setiap cerita pengalaman hidupnya disintesa untuk kemudian ditarik menjadi sebuah pesan moral kepada pembaca.

Sebagai contoh,  ketika dia ingin memberikan pesan bahwa ketika kita ingin mengerjakan sesuatu sekalipun berat itu adalah mudah, yang  berat itu justru ketika kita memikirkan terus bagaimana mengerjakannya. Pesan ini dikemas dalam cerita angkut mengangkut tanah di vihara dimana Ajahn Brahm menjadi bhiksu junior.

Walaupun demikian ada beberapa cerita dimana pembaca diminta untuk menarik kesimpulan sendiri tentang pesan moral. Bagian ini menjadi sebuah tantangan bagi pembaca untuk ikut merenung, apa kira-kira yang dimaksud oleh penulis. Menjadi sebuah kebahagian tersendiri ketika kita menemukan pesan tersebut dan sambil tersenyum kita akan berkata “O,  ini to yang dimaksud”.

Akhirnya saya mendapat pelajaran berharga, mencatat pengalaman dalam hidup ini  untuk kemudian di bagikan kepada semua orang yang barangkali membawa  manfaat, paling tidak buat anak cucu kita. Selamat berbagi cerita kepada semua orang.

Review buku ditulis oleh Wiyanto

5 Responses to “Si Cacing Dan Kotoran Kesayangannya”


  1. 1 wilayahkota Sunday, May 16, 2010 at 9:14 am

    Baca review nya jadi pengen beli dan baca sendiri. Memang cerita juga bisa jadi alat menyampaikan pesan, pelajaran lewat “metafora” ya. Saya ingat waktu SD baca komik, ada kisah pendek “anjing tak bisa manjat buah anggur” lalu berkata anggurnya busuk. Waktu remaja saya dengar KoesPlus menyanykan “yen gak iso ngunduh kelopo,… ora iso menek. Ojo kondo-kondo kelapane elek” (Kalau gak bisa dapat buah kelapa karena gak bisa manjat pohonnya. Jangan bilanga kepalanya jelek). Sangat tertanam di pikiran saya pelajaran “jangan mudah dengki” itu. Terima kasih Mas Wiyanto. Silahkan mampir ke http://www.wilayahkota.blogspot.com mudah-mudahan bermanfaat.

  2. 2 mashar Saturday, June 5, 2010 at 5:42 pm

    Telah terbit buku lanjutan dari buku ini berupa kisa perjalanan clos up and personal Ajahn Brahm di Indonesia yang ditulis oleh Hendra Wijaya, berjudul “Horeee! Guru Si Cacing Datang.”
    Saya sungguh menikmati tulisan reportase dan transkrip lengkap perjalanan dan tanya jawab antara Ajahn Brahm dengan para pengunjung yang memadati ceramahnya di Palemang, Sukabumi, Surabaya,Denpasar, dan Jakarta.

    Pengin nulis reviewnya nih..
    Mashar

  3. 3 Dadang Sunday, June 27, 2010 at 3:03 am

    Bagus, bagus. Salut atas semangat membacanya yang sangat tinggi, dan mengajak orang lain untuk dekat dengan buku. Sudah membaca buku Trilogi Natural Intelligence: (1) “Melampaui Keserakahan Seekor Nyamuk”, (2) “Ketika Kuda Semut dan Gajah Bekerja” dan (3) “Ternyata Semutnya Ada Di Sini”?

  4. 4 Kang Artha Thursday, September 23, 2010 at 11:39 am

    hmmm.. memang agak mirip….


  1. 1 Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya #1 by Ajahn Brahm | ebooktwit | free download | pdf, ebook, novel, buku | GRATIS | Indonesia Trackback on Wednesday, June 20, 2012 at 4:25 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,340 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: