Kelinci-Kelinci Laboratorium

Saya adalah seorang guru sekolah menengah pertama di daerah Bekasi. Pada suatu hari mendapati suami pulang dari kantor membawa buku memoar yang ditulis oleh mantan anak-anak Labschool angkatan 1985, berujudul “Kelinci-kelinci Laboratorium: Memoar Anak-anak Labschool.” Sebagai guru, naluri saya langsung tergerak untuk melahap habis buku itu. Pertama kali melihat cover dan judulnya, saya membayangkan wajah-wajah lucu murid saya di sekolah, seperti kelinci yang lucu. Tapi mungkin maksud judul buku itu adalah kelinci percobaan, bukan kelinci yang lucu. Buku ini memang dimaksudkan sebagai memoar atau kenangan angkatan 1985 selama bersekolah di Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP Jakarta, yang kemudian dikenal dengan Laboratory School atau disingkat Labschool. Biasanya angkatan pertama memang selalu jadi kelinci percobaan, menyediakan jalan bagi angkatan berikutnya. Kalau gagal ya diperbaiki dan angkatan berikutnya menikmati hasilnya. Angkatan pertama jadi korbannya, he…he…. Begitulah kiranya hukum alam bekerja.

Membaca lembar demi lembar kenangan anak-anak Labschool itu, sebagai guru saya menjadi sadar bahwa perilaku seorang murid bisa saja berubah 180 derajad karena perilaku guru yang kelihatannya sepele. Bisa saja perilaku sepele dari seorang guru bisa menimbulkan trauma seumur hidup bagi seorang murid. Untungnya, dalam buku itu guru-guru di Labschool tergolong figur guru yang sabar dan mengerti dunia anak sekolah. Sekedar membandingkan, saya punya kisah tentang seorang guru yang terlalu keras menghukum muridnya. Pernah suatu ketika ada seorang murid yang nakal dan membuat onar, sang guru menghukum muridnya dengan menyuruh anak itu membuat tulisan pada karton dan menyuruhnya untuk mengkalungkan tulisan itu di leher serta memintanya berjalan keliling sekolah. Tulisan pada karton itu berbunyi “Saya biang keladi dan pembuat onar!” Mungkin guru itu tidak tahu bahwa hukuman itu akan menjadi trauma sang murid sepanjang hidupnya kelak. Dari sana saya lalu mendapat pelajaran, bahwa saya harus hati-hati ketika menghadapi murid-murid saya.

Membaca buku ini, juga membawa saya pada kenangan ketika menjadi seorang murid. Ketika membaca satu kisah tentang acara diperkemahan, saya teringat pada kejadian saat memasak indomie selama setengah jam dan tidak masak-masak. Pada saat kemah itu saya tidak mandi selama 2 hari, masalahnya mandinya harus ke sungai jadinya malas, malamnya tidur dengan acara saling cerita sampai tidak bisa tidur. Pulang dari acara itu jadi sakit .

Sesungguhnya buku ini menarik untuk dibaca, sebab saya banyak mendapat pencerahan dan inspirasi tentang dunia pendidikan. Cuma saya merasa terganggu dengan gaya tulisan yang tidak seragam. Maklum, mengingat buku ini ditulis oleh beberapa mantan murid Labschool yang punya karakter berbeda-beda. Jadinya ada perasaan terpotong, nggak nyambung, nggak enak begitu. Penggunaan kata ganti orang pertama yang tidak seragam seperti “saya” dan “aku,” juga terasa mengganggu. Ada juga gaya tulisan yang serius, kemudian berubah kocak, meledak-ledak, dan ada juga yang kurang enak dibaca. Meskipun disadari nilai pelajaran moral yang didapat dari membaca buku ini sungguh luar biasa. Ini semestinya menjadi tugas editor untuk memolesnya menjadi kesatuan tulisan yang enak dibaca, mengalir dan punya nafas yang sama. Ambil contoh buku “Laskar Pelangi” yang juga mengambarkan dunia sekolah, tapi bedanya buku “Laskar Pelangi” itu ditulis oleh satu orang, yaitu Andrea Hirata, sehingga jadi enak mengikuti alurnya. Semestnya buku “Kelinci-Kelinci Labschool” ini juga bisa dikelompok berdasarkan tema yang ada. Misalnya tema tentang kenakalan remaja, kisah kasih di sekolah, mengejar mimpi, idolaku, dll.

Last but not the least, sebagai guru saya menyarankan kepada para guru untuk membaca berbagai kisah pada buku ini. Ini bagus untuk mengasah kepekaan guru tentang dunia anak sekolah, sehingga sebagai guru menjadi hati-hati dalam mendidik atau mengasuh para murid-muridnya.

Review ditulis oleh Indriyani, guru biologi pada sebuah sekolah di Bekasi.

6 Responses to “Kelinci-Kelinci Laboratorium”


  1. 1 damaryanti Monday, June 7, 2010 at 1:22 pm

    Terima kasih inputnya. Sangat berguna sekali. Kami rencananya mau terbitkan buku kedua.

  2. 2 Purnomo W Monday, June 7, 2010 at 1:55 pm

    Terima kasih karena telah membaca dan memberikan masukan yang pastinya sangat berguna sekali bagi kami khususnya para penulis yang memang rata2 bukan berprofesi sebagai penulis. Mudah2an diterbitan kami selanjutnya bisa kami tampilkan lebih baik dan lebih enak dibaca.

    PW

  3. 3 Romanen Dendeng Monday, June 7, 2010 at 2:14 pm

    Jika seorang Ibu guru berpendapat bahwa buku ini patut dibaca oleh para Guru, maka suatu kebanggaan dan rasa syukur kami bahwa buku ini bisa membawa manfaat bagi orang lain, terlepas dari gaya bahasa penulisannya yg mungkin belum sempurna.

  4. 4 Ipung Friday, July 30, 2010 at 2:52 pm

    Mohon Doanya, semoga rumah baca untuk membuat tambah pengetahuan yang kami impikan bisa terlaksana.

  5. 5 SHAKIRA Friday, September 17, 2010 at 12:03 pm

    Aslm.
    gimana caranya dapetin buku kelinci2 laboratorium?
    aku pengen beli tp di toko buku di Sulawesi g ada yg jual…
    beli pesen online bisa ga?
    mhon penjelasan.via email aja ya…tengkiyu sebelumnya ^_^

    • 6 damaryanti Monday, September 20, 2010 at 10:53 am

      Allaikumsalam,

      Shakira yang baik. Kita sudah kirim email ke shakira, apa sudah diterima?
      Kalau di sulawesi tidak ada, kita bisa koq kirim.
      Harga buku 1 Rp. 45.000,- + ongkos kirim
      Kalau mau pesan silahkan email ke teman saya, Vera di email: andalucya_67@yahoo.com

      Terima kasih,
      Damar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: