Veronika Memutuskan Mati

Sebagaimana novel-novel Paulo Coelho lainnya, “Veronika Memutuskan Mati,”  adalah penjelajahan jiwa yang gelisah, yang ditulis dari kedalaman jiwa. Seolah-olah kita ikut masuk dalam kegelisahan dan problematika para tokoh yang dihadirkannya.

Pada novel “Alchemist” Paulo Coelho menggambarkan perjalanan spiritual seorang anak gembala dari Spanyol, yang  tidak saja mengalami pengembaraan batin tapi juga fisik, menjelajah  afrika, timur tengah, yang pada akhirnya sesuatu yang dicai-cari itu ada di dalam dirinya sendiri. Seperti dalam petuah klasik khasanah Islam, bahwa Tuhan yang kita cari-cari itu berada bahkan lebih dekat dengan urat leher kita.

Kali ini, novel “Veronika Memutuskan Mati,” menyuarakan gejolak dan jeritan batin mereka-meraka yang oleh orang awam disebut gila. Paulo Coelho dengan telaten dan teliti mampu menggambarkan dunia gelap jiwa-jiwa yang gila, karena dia sendiri pernah merasakan hidup di panti perawatan untuk orang gila. Tapi tunggu dulu, apa sebenarnya yang kita maksud dengan orang gila itu? Pertanyaan ini penting untuk dikemukakan di depan, termasuk bagaimana kita menyikapi agar kita tidak turut serta mencetak orang-orang gila di sekitar kita, di keluarga kita.

Gila adalah berbeda dari pendangan umum atau orang kebanyakan. Berbeda dari konsensus. Mungkin saja yang gila itu benar, sebaliknya yang tidak gila itu salah. Analog paling pas untuk mengilustrasikan soal gila ini adalah kondisi yang dialami bangsa Indonesia dengan apa yang disebut sebagai  “jaman edan” sing ora edan ora keduman (yang tidak gila tidak kebagian).  Maka orang berlomba-lomba mengikuti jejak Gayus, dan para koruptor lainnya yang tidak gila itu.

Novel ini menghadirkan 5 tokoh utama: Veronika, Mari, Zedka, Eduard, dan dr. Igor. Veronika memutuskan mati dengan cara bunuh diri, tapi kemudian gagal dan dirawat di rumah sakit jiwa. Dengan mengikuti perjalanan batinnya, kita bisa tahu bahwa Veronika sebenarnya menghadapi tumpukan kekecewaan dan ketidakmampuanya untuk melawan keadaan yang ada. Dia sebenarnya ingin menjadi seorang pianis, tapi orang tuanya melarangnya. Nasehat orang tua selalu sama di mana-mana, “menjadi seniman itu tidak bisa mejadi sandaran hidup pada jaman susah begini!”

Tokoh Mari, digambarkan sebagai pengacara yang mengalami panic attack, karena dia tidak mampu hidup di luar rutinitas kesehariannya. Zedka adalah tokoh yang menderita cinta platonik yang membabi buta, mencintai seseorang yang tidak mungkin bisa dia cintai. Eduard adalah tokoh yang terlalu dalam masuk dalam labirin dunia firdaus yang coba dia raih lewat lukisan-lukisan surealisnya. Mereka berempat adalah tokoh-tokoh penghuni rumah sakit jiwa, dengan dr. Igor yang mencoba melakukan riset dengan obat vitriol yang bisa memperlambat laju jantung yang akan dengan pasti mengirim sesorang pada kematian.

Pesan paling mendalam dalam novel ini menurut saya adalah bahwa kesadaran akan kematian itu justru memberi nilai pada hidup itu sendiri. Saya mejadi ingat pesan pendek sahabat saya pada hari ulang tahunnya, yang mengatakan, “siapa yang mau mengirim saya kain kafan pada hari ulang tahun saya?” Pesan yang jarang-jarang ada dan justru dengan tepat menohok kita dengan makna hidup yang kita jalani selama ini. Bagaimana perjalanan hidup kita ini, sebelum kematian menjelang?

Review ditulis oleh Hartono, pengasuh Rumah Baca

6 Responses to “Veronika Memutuskan Mati”


  1. 1 Jessica Jornalista. Thursday, September 16, 2010 at 8:34 am

    I find it interesting when you compare with religion.
    And I do not understand why parents of Veronica banned it from being a pianist? It’s so beautiful music coming out of the piano! You’re pretty good when you write!

  2. 2 mashar Thursday, September 16, 2010 at 3:48 pm

    Thanks Jessica, for visiting my book club. Paulo Coeleo is one of my best novelist (because from Brasil!). Success with your dream to be journalist, then you will have a chance to come to Indonesia.

  3. 3 wie_chantieq Thursday, September 16, 2010 at 9:50 pm

    Keren BANGET ” penjelajah jiwa yang gelisah” besok aq cari deh novelnya…

  4. 4 Esty F Monday, September 20, 2010 at 7:49 am

    Ton..
    Selamat untuk Rumah Bacanya..waw, perkembangannya bagus ya..baca resume bukunya, ingin baca tapi juga ‘takut’ mengetahui alam fikir Veronika…

  5. 5 ersil Saturday, September 22, 2012 at 11:24 am

    i have read it..and i think it makes my mind thingking about die

  6. 6 novi Tuesday, October 7, 2014 at 5:59 pm

    Saya sangat membutuhkan novel Veronika “Memutuskan Mati” karya Paulo Coelho ini untuk tugas kuliah saya,
    jika ada teman-teman yang mau meminjamkan ataupun menjualnya untuk saya,saya sangat berterima kasih sekali,
    atau solusi apa yang bisa teman-teman berikan pada saya, karena sulit bagi saya untuk mencari novel ini di Medan.
    Versi bhs.Inggrisnya saya sudah punya. Karena perlahan-lahan ternyata saya mulai menyukai karya-karya Paulo Coelho.
    kalian bisa hubungin saya lewat

    email : srinovita90yik94@gmail.com

    Terima Kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: