Balada Si Roy

Buku-buku yang masuk dalam genre petualangan, wisata, backpacking, kini menjamur bak cendawan di musim hujan. Mulai dari penerbit mainstream sampai penerbit indie label ikut meramaikan jagad perbukuan ini. Tema yang diusung juga bermacam-macam, ada yang murni petualangan, buku how to dengan segala itinerary dan panduan wisata, hingga petualangan dengan romantika asmara. Destinasi wisata yang ditulis sebagian besar mengarah ke benua Eropa, lalu disusul Asia. Hanya sedikit yang mengupas benua Australia, apalagi Amerika. Ada juga buku petualangan unik yang bercerita tentang penjelajahan dunia dengan kapal pesiar, ditulis oleh seorang waiter!

Jauh sebelum era yang kini gempar disebut sebagai backpacking itu, pada tahun 1980-an pernah muncul sebuah seri tulisan kisah petualangan lelaki sejati: Balada Si Roy! Tulisan itu muncul secara berkala di majalah HAI. Penulisnya adalah Gol A Gong, lelaki pengelana sejati dari sebuah kampung di Serang, Banten. Buku itu pernah diterbitkan Gramedia (1999-1994), tapi kemudian diterbitkan ulang oleh Gong Publising (2010) sebagai sebuah bundel 10 buku lengkap. Bersampul hard cover, layaknya buku kamus bahasa Inggris, dengan desain cover pop art terpampang potret lelaki bermata elang, berambut gondrong, berbaju kotak-kotak!

Melalui pertemuan singkat pada sebuah sore, saya menemukan sosok lelaki itu masih saja menyala-nyala semangatnya. Menjawab setiap pertanyaan yang saya lontarkan sebagai sarana belajar mengelola dinamika anak-anak dan remaja kampung. Setelah puas berkelana, Gol A Gong merasa telah berhenti menjadi lelaki, kini ayah dan suami, juga orang tua asuh bagi ”Rumah Dunia.

Melalui buku Balada Si Roy, saya mencoba menangkap sosok Si Roy, pada mata elang Gol A Gong. Juga semangat pada setiap tekanan kata yang dia lontarkan melalui bukunya. Saya membayangkan bahwa buku itu telah ditempa dengan semangat baja, diketik di dalam bilik kamarnya dengan lima jari, satu tangan! Dapatkah kau bayangkan kawan, lima jari, satu tangan? Menghasilkan ratusan lembar kisah kemanusiaan. Dan harap diingat, saat itu belum ada mesin ketik komputer yang gampang copy-paste, maupun delete. Semua serba manual.

Apa yang diketiknya bukan keluar dari imajinasi pikiran kosong, atau menunggu turun dari atap langit-langit kamarnya. Seluruh rangkaian paragraf, kalimat, kata, dan 26 huruf itu muncul dari pergulatan batin, berasal dari debu jalanan, dari petualangannya yang suka disebutnya sebagai avonturir. Dia sangat terinspirasi oleh W. Somersct Mausham, yang mengatakan, ”Kalau ingin menjadi pengarang, pergiah ke tempat jauh, atau merantaulah ke negeri orang. Lalu tulislah pengalaman-pengalaman yang didapat.”

Sosok Roy merupakan sublimasi dari seluruh imajinasi tokoh yang pernah dia bacai, temuai dan dia alami sendiri. Sosok Roy adalah gabungan dari gantengnya Matt Dillon, liarnya Mark Gredory, energiknya John Travollta, dan pecinta lingkungan sejati Old Shaterhand. Roy adalah sosok lelaki macho!

Celakanya, di era milenium masa kini, oreintasi dunia sudah bergeser. Menurut para pakar marketing, bumi kini telah menjadi venus. Maka lahirlah idol laki-laki yang punya sisi feminim: Justin Beiber, Macaulay Culcin, Daniel Radcliffe. Bahkan lelaki perkasa macam David Beckham pun harus dipermak bak lelaki metroseksual: mulai dari perawatan rambut, manicure pedicure, sampai pada cream perawatan kulit. Waduh!

Review ditulis oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca.

8 Responses to “Balada Si Roy”


  1. 1 Nuraeni Thursday, August 18, 2011 at 2:33 pm

    semoga sukses
    untuk blog’a..

  2. 2 Daniel Mahendra Wednesday, March 7, 2012 at 3:38 pm

    Sudut pandang yang menarik. Terutama soal Venus serta lelaki metroseksual versus lelaki macho. Mantap!

  3. 3 Hari Senjakala Sunday, March 11, 2012 at 3:29 pm

    Cool..
    BSR sangat inspiratif, bacaan laki2 banget…
    tentunya bukan lelaki gmulai, sering nyalon n pake lipsglosh donk..

  4. 4 indri Wednesday, March 21, 2012 at 11:37 pm

    sdh punya sih..buku ini karena hard cover dan berat saya jd tdk nyaman membacanya…so… tdk kelar.. salut dg para lelaki yg macho di ceritanya… versus idola cowo’ Korea…hi…hi..

  5. 5 Ronnie Yazid Wednesday, March 28, 2012 at 7:37 pm

    wah,senengnya ada blog khusus dari kang Gola..
    selamat yah kang..
    maju terus!

  6. 6 jalu189 Thursday, March 29, 2012 at 3:08 am

    Hidup LELAKI!!!!!!

  7. 7 celebs without makeup Monday, July 22, 2013 at 10:03 am

    Thanks for finally talking about >Balada Si Roy | RUMAH
    BACA <Loved it!

  8. 8 101 celebrities without makeup Friday, October 18, 2013 at 10:00 am

    Every weekend i used to pay a quick visit this web site, as i
    wish for enjoyment, since this this site conations
    really good funny data too.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: