Existere

Ada seorang teman mengatakan tentang betapa sulitnya seseorang keluar dari dunia prostitusi.  Katanya, “itu ibarat rubah masuk ke dalam lobang, lalu gemuk dan merasa nyaman di dalam. Untuk keluar dari lobang, si rubah harus mengecilkan badannya terlebih  dulu, baru bisa keluar!”

Tamsil itu benar adanya. Ketidakberdayaan seorang pelacur untuk keluar  dari lembah nista salah satunya disebabkan oleh pola hidup serba mewah dan kecukupan saat menjadi pelacur, apalagi saat menyandang predikat primadona. Uang bakal mengalir deras. Kehidupan yang dulunya terkepung kemiskinan, lalu tiba-tiba hidup enak, maka siapa mau hidup kembali ke dalam ketidakmenentuan? Salah yang lain adalah adanya kekuatan di luar itu yang menghalang-halangi seorang pelacur keluar dari sana. Mereka itu adalah orang-orang yang mendapat cipratan ”rejeki” dari pelacur: germo, satpam, polisi, tentara, pedagang, pemilik kamar kos, dll. Mereka itu ibarat parasit yang menggantungkan hidup dari denyut nadi kehidupan dunia kelam.

Novel Existere karya Sinta Yudisia (Lingkar Pena: 2011) terasa pas menggambarkan dunia  pelacuran Dolly. Kebetulan sang penulis adalah lulusan Fakultas Psikologi, tinggal di Surabaya. Di sana, dia sangat leluasa menangkap fenomena pelacuran. Melalui riset mendalam, mewawancari para pelaku langsung, mengamati kehidupan tetangga sebelah rumah saat kos di Surabaya dan Jakarta, ikut melengkapi risternya tentang dunia pelacuran ini.

Kisah Existere tidak hanya memotret dunia pelacuran, tapi juga menggambarkan bibit-bibit  pelacuran: kemiskinan, salah asuh, konflik rumah tangga, kebingungan dalam menjalankan praktik agama. Sinta Yudisia dengan bahasa yang berliku dan indah mampu mengulik tokoh-tokoh dengan mendalami karakter kejiwaan para tokokhnya.

Di sana ada tokoh sentral,  Karmila, yang memiliki aslinya bernama Jamilah. Kemiskinan telah membawanya ke Dolly. Ada juga konflik rumah tangga antara Happy Waluyo dan suaminya, yang menyeret Malida, sang anak dalam perseteruan itu. Ada juga tokoh Vanya, Ochi, danYasir yang melibatkan cinta segitiga. Dialog di antara tokoh sangat tajam dalam mengkritisi hakekat
kehidupan, ritual keagamaan, kesetiaan, kecemburuan, dll.

Novel ini tentunya layak dibaca bukan karena sensasi dunia esek-eseknya. Tapi lebih daripada itu adalah bagaimana pembaca bisa mendalami problema kehidupan dan potensi jebakan bagi siapa saja untuk terperosok ke lembah nista ini.

Review buku oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca

3 Responses to “Existere”


  1. 1 Syahrini terluka Wednesday, May 25, 2011 at 5:34 pm

    Karna tdk mau menerima kekurangan dlm jatidirinya ,sebenarnya kita bisa keluar dr sgl masalah jika ada kemauan dari hati dan membuka hati untk dipulihkan oleh TUHAN

  2. 2 Agung Dipo Wednesday, May 25, 2011 at 5:36 pm

    Bicara soal pelacuran tetapi tdk pernah tahu apa dan bagaimana sesungguhnya akar masalah yang mengakibatkan seseorang menjadi pelacur yg keluar pasti bukan solusi tapi sok ustad dng nasehat2 akhlak dan agama. Menyebalkan…. Itu tdk mereka perlukan…….

    ‎28 tahun aku hdp membaur dalam lingkungan pelacur dan bajingan klas teri. faktor utamanya adalah kesulitan ekonomi, baru sekitar tahun 75 sampai skr yg menekuni dunia pelacuran dan menjadi bajingan kecil hanya tinggal beberapa gelintir saja. Apa yang menyebabkan mereka berhenti? bukan karena kesadaran moral dan agama. Maaf masjid dan gereja baru ada bebrapa tahun yang lalu, sebelumnya nggak ada yang memperhatikan mereka. Ajku lebih menghargai pelacur daripada orang2 yang sok moralis tetapi perilakunya melebihi pelacur. Pelacur bagiku profesi terhormat, mereka Fair dan tidak memaksa kalau kita sebagai laki2 tdk mendatangi mereka. Apa salah mereka selalu saja di anggap sampah masyarakat, sedangkan terhadap orang kaya yang hasil kekayaannya tdk jelas darimana justru kita membungkuk-bungkuk menghormatinya. Mereka adalah korban Mas…. korban dari kehidupan kosumerisme dan ketidak berdayaan……

  3. 3 nuraeni Tuesday, September 20, 2011 at 12:14 pm

    maka dai itu buat para perempuan jagalah
    sikap kalian & jangan bioarkan kepunyaan mu hilang ,,
    jaga dengan baik,&
    sebaiknya semua perempuan memakai baju muslim/tertutup…
    itulah yang baiknya,,
    jangan sampai ada berita-berita yang membuat kecewa masyarakat / membuat sedih para orang tua kita yang telah melahirkan kita..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: