Epigram Goenawan Mohamad

Dua buku kumpulan Twitter Goenawan Mohamad (Gramedia: 2011)

Saya mengenal sosok Goenawan Mohamad sejak mulai mengenal majalah bulanan Tempo. Setiap kali memegang majalah Tempo, tangan saya langsung meluncur ke halaman paling belakang, menjumnpai tulisan Goenawam Mohamad di sana: Catatan Pinggir. Tulisanya renyah, mengalir, sastrawi, tapi juga sarat data dan rekaman sejarah yang akurat. Padahal itu dilakukan sebelum jaman digital melibas dunia. Ketika mesin pencari Google belum masuk, Goenawan Mohamad sudah rajin membuat catatan setiap peristiwa penting di dunia. Karena itu Catatan Pinggir bisa bercerita tentang perang Prusia, perkara Sengkon dan Karta, keseharian manusia pelintas batas Indonesia-Malaysia, atau bisa sekedar gumam dan tanya akan kebejatan manusia.

Sekian tahun kemudian, sejak 6 Desember 2009, Goenawan Mohamad serasa menemukan rumah baru untuk mengeluarkan cetusan pemikiranya, di negeri Twitter! Bukan menggantikan Catatan Pinggir-nya. Catatan Pinggir masih ada di majalah Tempo.

Di negeri Twitter ini dia serasa lebih bebas berbicara, menyapa siapa saja. Dan hampir di setiap Twitter-nya, selalu mengawali dengan kata Pagi. Bagi Goenawan Mohamad, Pagi bukan sekedar penanda waktu, tapi bisa bercerita banyak hal. Sebuah Pagi bisa berkisah tentang kemuning, tentang harapan, tentang burung-burung, tantang rutinitas. Pagi adalah pengulangan hari kemarin, sekaligus pembawa harapan hari ini. Terserah pada kita masing-masing untuk mengisinya dengan berbagai aktivitas.

Bagi Goenawan Mohamad, Twitter itu tak beda dengan “celethukan” gaya jawa. Ringkas tapi bertenaga. Dengan dibatasi 140 karakter, kata-kata dalam Twitter harus mampu menyimpan segudang pesan, merangsang imajinasi. Dalam salah satu tweet-nya, Goenawan Mohamad menulis: Salah satu kebahagiaan di negeri Twitter: menemukan mereka yang menyukai percakapan, bukan permusuhan.

Kumpulan tulisan Goenawan Mohamad di Twitter ini kemudian dikumpulkan oleh Gramedia dan dijadikan buku. Tidak hanya satu, tapi bahkan dua buku. Kumpulan epigram yang pertama berjudul “Pagi Dan Hal-Hal Yang Dipungut Kembali.” Buku kedua berjudul “Percikan Kumpulan Twitter @gm-gm.” Kedua buku ini diterbitkan tahun 2011.

Berbeda dengan buku pertama yang lebih bebas dan tidak dikelompokkan dalam cluster ide, buku kedua agak lebih terpola dengan pembagian bab: informasi dan media, politik dan demokrasi, korupsi, ekonomi dan konsumerisme, olah raga dan kebudayaan, bangsa dan negara, Jakarta dan kota besar, hukum dan keadilan, komedi dan inspirasi, keimanan, bumi dan lingkungan, Amerika dan internasional, tokoh dan sejarah.

Dengan membaca kumpulan pemikiran Goenawan Mohamad, meskipun cuma sekelumit, kita akan dapat menangkap benang merah pemikirannya yang lebih mencintai kelugasan, kesederhanaan, daya kritis, nalar, dan bukan permusuhan, kepalsuan, kemunafikan. Dalam Bab 1: Informasi dan Media, misalnya, kita akan tahu bagaimana Goenawan Mohamad sangat menjauhi benda yang bernama televisi. Apalagi televisi yang berisi program-program sampah. Goenawan Mohamad lebih percaya pada buku dan kegiatan membaca. Katanya, “Buku memang sejenis makhluk yang harus dilindungi, mungkin lebih terancam kelanjutan hidupnya ketimbang tokek dan ular sawah.”

Review buku oleh Hartono, pengasuh Rumah Baca

2 Responses to “Epigram Goenawan Mohamad”


  1. 1 indri Tuesday, December 13, 2011 at 1:00 pm

    Bagus sekali ulasannya.. sebelum membaca tulisan ini kiranya aku merasa tdk mampu menarik maksud dari penulisan Gunawan Muhammad yg hanya berupa kutipan2 twitter itu… terimakasih Mashar….

    Bagaimana dengan orang2 yg pernah aku kirimi buku ini ya…? apakah mereka merasa begitu juga..

  2. 2 Inggrid Silitonga Wednesday, December 14, 2011 at 4:16 pm

    Selamat pagi…pencinta baca! Twit @gm_gm pagi ini : Tiap kali, bunyi sapu pembersih jalan yg tak saya kenal itu mengingatkan saya ttg hal2 yg terabaikan oleh ide2 besar


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: