Meraba Indonesia

Dari Sabang sampai Mereauke berjajar pulau-pulau, sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia…..

Meraba cover buku "Meraba Indonesia" (Serambi: 2011)

Itu adalah sepenggal lagu yang masih saya ingat dengan baik hingga saat ini. Kebetulan juga saya diberi kesempatan oleh Tuhan untuk bisa menginjakkan kaki di Sabang dan Merauke, serta beberapa tempat di sepanjang Nusantara.

Tapi itu hanya kulitnya. Sangat jauh berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Ahmad Yunus dan Farid Gaban dengan ekspedisi Zamrud Katulistiwa-nya, yang kemudian dibukukan dengan judul “Meraba Indonesia” (Serambi: 2011). Ini ekspedisi “gila” karena kedua orang wartawan ini menyusur sisi luar kepualauan Nusantara dengan sepeda motor, dan menjumpai orang-orang yang jarang tersentuh oleh apa yang disebut dengan pembangunan.

Ekspedisi itu ternyata bukan hal yang mudah, karena Indonesia itu punya lebih dari 16.000 pulau,  sementara mereka berdua hanya mampu mengunjungi beberapa pulau saja. Dan itu semua dihabiskan dalam waktu kurang lebih 10 bulan! Benar-benar gila! Lebih gila lagi, ekspedisi ini tidak tergantung pada dukungan dana dari sponsor, tapi benar-benar dari uang pribadi mereka dari hasil kerja menulis, dan dukungan teman-teman seperjuangan di sepanjang perjalanan. Maka meraka menginap di mana saja: mushola, geladak kapal, rumah penduduk, rumah sahabat wartawan, dll. Ekspedisi ini sekaligus petualangan yang menantang, karena Ahmad Yunus dan Farid Gaban adalah orang gunung, tapi mereka harus mengalami menjadi orang laut!

Bentang Sabang sampai Merauke itu hampir sama panjangnya dengan bentang pantai barat sampai pantai timur benua Amerika Serikat. Namun ada perbedaan mencolok di sini. Indonesia adalah negara maritim alias kepulauan, dan itu membutuhkan waktu hampir setahun untuk menuntaskan kunjungan kesemua tempat dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Rote. Amerika Serikat adalah negeri benua yang notabene daratan, dan dengan infrastruktur jalanan yang canggih, maka untuk perjalanan dari pantai barat hingga pantai timur benua Amerika Serikat hanya memerlukan waktu tempuh 3 hari saja. Damn!

Saya ikut meradang, ketika membaca lembar demi lembar catatan perjalanan Ahmad Yunus ini. Betapa tidak, negeri yang katanya negeri bahari tapi tak becus mengurus pulau-pulau dan menjaga kekayaan laut. Saya ingat buku “Arus Balik” Pram yang seolah menggugat cara berpikir para pemimpin kita (mungkin juga rakyatnya) yang melupakan laut dan justru konsentrasi ke darat. Kejayaan Nusantara itu sudah terbukti di laut, maka dulu muncul kerjaaan besar macam Sriwijaya dan Majapahit yang mengusai lautan. Saya ikut sedih melihat kenyataan Angkatan Laut kita yang justru kerdil dibandingkan Angkatan Darat. Damn!

Buku “Meraba Indonesia” ini benar-benar sebuah perenungan dahsyat seorang anak negeri yang sedang meraba-raba kebesaran negerinya. Kita ini sebesar apa? Sebesar gajah atau semut? Kalau dibilang gajah, jangan-jangan kita hanya mampu menyentuh belalainya, badan dan kakinya entah hilang sudah kemana. Dijual obral oleh para penguasa tengkulak kepada penguasa asing. Jangan-jangan kita ikut menggadaikan kekayaan alam kita sendiri, ikut merampok hasil keringat sendiri. Maka saya kembali meradang ketika mendapati kenyataan bahwa perompak di Selat Malaka ternyata tak lain dan tak bukan adalah aparat kita sendiri. Damn!

Dalam catatan perjalanan selama 10 bulan itulah, kita akan disuguhi wajah asli Indonesiakita. Menjumpai pulau-pulau terluar yang jarang kita dengar namanya. Jangan lupa, disanaada penduduknya. Mereka adalah bagian dariIndonesia. Indonesia itu bukan Jawa, bukan Jakarta! Dan Ahmad Yunus menuliskannya dengan gaya jurnalisme sastrawi. Membacanya seakan menyimak manisnya persahabatan warga Nusantara dan keindahan alamnya, berikut kegetiran yang mereka alami. Semua itu saling berkelindan dan sambung menyambung menjadi satu: sasakala Indonesia.

Maka, dengan darah keindonesiaan yang saya miliki, saya tetap harus meneriakkan: “Damn, I love Indonesia!” (meminjam tag line yang dipromosikan oleh DJ Daniel).

Mencintai Indonesia apa adanya.

Review buku oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca

4 Responses to “Meraba Indonesia”


  1. 1 Amiroh Adilah Tuesday, December 20, 2011 at 10:47 am

    Aku sudah baca bukunya setengah, luar biasa mas…

    Perasaanku campur aduk, melihat Indonesia yang begitu di minati banyak orang diluar sana. Tapi begitu disia-siakan oleh pemerintahnya. Saya mencintai Indonesia , saya cinta seluruh kebudayaannya, saya bangga dengan keanekaragamnnya, saya bangga dengan perbedaan suku, ras dan budaya. Karena disitulah letak warisan yang tak ternilai harganya, yang harus kita jaga demi anak cucu kita kelak. Tidak hanya itu, keankaragaman hayati dan botani pun ikut membuat bangga saya sebagai anak negeri Indonesia. Dan kebanggaan serta cinta saya ini tentunya memiliki sebuah harapan panjang untuk Indonesia. Saya berharap tidak ada lagi sekolah-sekolah yang hampir roboh di pelosok Indonesia, tidak lagi ada kelaparan, rakyat sejahtera. aaah apakah harapan saya ini hanya sebuah utopia?
    saya fikir selama kejujuran di junjung tinggi di negeri ini, semua mimpi pasti akan tercapai🙂

  2. 2 Inggrid Silitonga Tuesday, December 20, 2011 at 10:49 am

    “Damn, I like it !!”.. Hahahaha keren Mas. 100 % Indonesia …

  3. 3 Restanti Ria Natalisa Tuesday, December 20, 2011 at 10:54 am

    Baca resensinya saja sdh heartbreakin. A must buy ya!


  1. 1 Cerita dari Digul | RUMAH BACA Trackback on Thursday, May 12, 2016 at 10:09 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,707 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: