Sastra Lisan, Seni dan Ilmu

Cover buku "Studi Sastra Lisan" (Lemera: 2010)

Saat berkeliling ke berbagai pelosok Nusantara, hal paling seru yang saya lakukan adalah berburu kisah-kisah yang dituturkan secara lisan oleh petutur lokal. Banyak kisah sarat makna kehidupan disana, meskipun kadang-kadang berselimut metaphor. Tak mudah menangkap makna simbolik di baliknya, tapi di situ letak seninya.

Sastra lisan termasuk dalam bidang seni dan ilmu. Sebagai sebuah bidang kesenian, sastra lisan dipandang sebagai sebagai hasil kreativitas manusia yang mengandung keindahan. Sastra yang memiliki medium kelisanan itu membawa pesan keharmonisan dari dan untuk masyarakat. Itulah sebabnya, buku Studi Sastra Lisan (Lemera: 2010) yang ditulis oleh Yoseph Yapi Taum, melihat sastra lisan sebagai proyeksi pikiran dan emosi manusia yang paling jujur manifestasinya.

Sebagai sebuah bidang keilmuan, studi sastra lisan memiliki seperangkat teori, metode, dan pendekatan untuk menyelidiki, menemukan, dan meningkatkan pemahaman manusia. Sastra lisan dipandang sebagai sebuah bidang ‘existential knowledge’ yang penting dipelajari sebagai upaya mencari dan menemukan kebenaran kemanusiaan.

Sebagai sebuah bidang kesenian, sastra lisan muncul dari keterpesonaan manusia menyaksikan kekuatan ‘ilahi’ yang dahsyat, agung, dan luar biasa. Ekspresi-ekspresi sastra lisan dalam bentuk mitos, dongeng, dan legenda itu menentramkan dan menggembirakan manusia.  Di dalamnya manusia mengenali hubungan yang akrab dan hangat antara dirinya dengan kukuatan-kekuatan lain, bahkan dengan sumber atau asas segala sesuatu yang menarik, mengikat dan memikat.  Dalam proses penciptaan itu, manusia mengalami semacam ‘ekstase’ di mana dia merasa berada di luar ruang dan waktu sehari-hari. Manusia menyerahkan dirinya kepada yang indah. Karena itulah, memahami Legenda Ratu Roro Kidul, misalnya, kita mengenal manusia yang luluh dengan keindahannya: aspek-aspek manusiawi diterobos. Memahami legenda itu sebagai sastra lisan, berguna untuk memahami manusia dengan cara yang mendalam (verstehen), bahwa dia bukan hanya sekadar makhluk duniawi semata.

Sastra lisan adalah kreasi estetik dari imaginasi manusia. Para penutur sastra lisan itu tak ubahnya dengan novelis-novelis atau penyair-penyair yang menyusun cerita panjang dengan imaginasi dan sensitivitas khusus yang kompleks, yang muncul dari ’rangsangan yang hebat antara permainan kekuatan alam dan manusia.’

Dalam politik kebudayaan nasional,  yang diidealkan sebagai sastra dan menduduki domain estetika hanyalah ‘sastra resmi tulisan,’ yaitu sastra yang diajarkan di sekolah-sekolah formal dan mewakili sastra Indonesia serta yang  diabsahkan oleh politik. Di luar ‘sastra resmi tulisan’ terdapat sastra terlarang (sastra Lekra, karya-karya Ki Panjikusmin), sastra yang diremehkan (sastra populer, sastra remaja, sastra radio), dan sastra yang dipisahkan (sastra lisan) (Heryanto, 1980). Sastra lisan “dipisahkan” dari pembicaraan resmi karena dipandang tidak sesuai dengan ciri formal dan kualitas yang biasanya diterima dalam pembicaraan ‘sastra Indonesia’.

Sastra lisan merupakan sebuah bidang ilmu yang baru. Kesadaran untuk memahami sastra dan kebudayaan lisan secara akademis memang merupakan hasil perkembangan yang relatif baru, termasuk juga  di dunia Barat. Ilmuwan abad ke-19, misalnya, memandang teks lisan sebagai tulisan  yang tidak tertulis (unwritten writing) yang kemudian ditulis, dan pada akhirnya mencapai bentuk ‘standar’ yakni prosa atau puisi tulisan yang gramatik.

Sebagai sebuah bidang ilmu yang baru, pertumbuhan studi sastra lisan di Indonesia masih menghadapi berbagai hambatan yang tidak mudah. Di beberapa fakultas sastra ataupun jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, selain tidak terdapat mata kuliah sastra lisan, mahasiswanya pun tidak diperbolehkan untuk menulis skripsi dalam bidang sastra lisan dengan alasan sastra lisan bukan merupakan bidang kajian akademik. Perhatian para perencana pembangunan dan kalangan akademisi terhadap kebudayaan lisan, tradisional, kesukuan tidak banyak diberikan.

Hambatan-hambatan semacam itu perlu segera diatasi. Seperti dikatakan dalam buku ini, studi sastra lisan di Indonesia perlahan-lahan tumbuh menjadi sebuah bidang kajian akademis dan kini mulai memasuki arus utama dan arus populer ilmu sastra. Sebagai sebuah bidang kajian akademis, studi sastra lisan memiliki sejumlah objek kajian dengan metodologi yang beragam sesuai dengan tujuan dan objek kajian yang dihadapi.

Buku ini mengulas dan menghadirkan berbagai persoalan historis, teoretis, akademis, serta aplikatif dalam bidang studi sastra lisan. Beberapa teori analisis sastra lisan dikemukakan secara komprehensif dalam buku ini, antara lain Madzab Finlandia, Teori Parry-Lord, Vladimir Propp, A. J. Greimas, Claude Levi-Strauss, dan James J. Fox. Selain itu, banyak contoh kajian sastra lisan yang memberi inspirasi bagi pembaca untuk memahami dan mengkaji berbagai fenomena sastra lisan.

Lalu, apa pentingnya sastra lisan ini?

Sastra lisan itu merupakan kesadaran kolektif yang tersebar dan diwariskan turun-temurun. Karena itu, studi sastra lisan pun pada gilirannya mampu memberikan kontribusi yang besar bagi pengembangan ekonomi kreatif. Istilah ekonomi kreatif, yang kini sangat populer dengan dibentuknya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, seringkali digunakan secara bergantian dengan istilah creative industries dan culture industry. Ekonomi kreatif adalah usaha-usaha dan produksi kreatif yang berkaitan dengan kebudayaaan sebuah bangsa.

Marilah kita mulai dengan menggali kekayaan sastra lisan di bumi Nusantrara yang kaya raya ini.

Review buku oleh Agustinus Patrick Sephira Taum

5 Responses to “Sastra Lisan, Seni dan Ilmu”


  1. 1 Kank0221 Monday, November 26, 2012 at 10:00 pm

    Sepertinya bagus buku ini, tapi sayang di pasaran sulit nyarinya!
    Anda bisa bantu saya?
    081553319942 // kank0221@yahoo.co.id

  2. 3 Neon Aklahat Saturday, March 2, 2013 at 8:25 am

    saya juga butuh sekali nih….kira-kira bisa dapat gak yah

  3. 4 Rizzal Obotz Tuesday, April 9, 2013 at 4:51 pm

    saya perlu satu
    pesan dong satu

  4. 5 indri Sunday, April 14, 2013 at 5:33 pm

    info buku: Studi sastra Lisan author Yapi taum ini bisa dipesan ke Distributornya : Agromedia telp.021 78881850 …… semoga bisa membantu silakan..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,707 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: