A Christmas Carol

Apa yang Anda rasakan saat Anda tahu bahwa Anda (akan) mati? Misalkan seseorang divonis dokter bahwa dia mengidap penyakit mematikan dan umurnya hanya sebentar lagi. Pasti dia akan Shock. Orang itu pasti sangat takut. Alasan ketakutan itu pun banyak. Mungkin dia merasa banyak dosa, banyak berbuat kesalahan pada orang lain, cita-cita yang belum terwujud, janji pada orang, masih banyak hal yang ingin dilakukan dan seterusnya. Kesimpulannya pada umumnya kebanyakan manusia akan takut. Dan mereka pun mengharapkan kesempatan, Kesempatan Emas.

Meskipun sulit dipercaya, suatu saat kita akan berhenti bernafas, kita akan mati. Tapi kematian begitu biasa sampai kita tidak merasakan apa pun saat ada kematian. Tapi tidak bagi sebagian orang, apalagi yang mengalami pengalaman spiritual seperti yang dialami Ebenezer Scrooge, tokoh dalam novel karangan Charles Dickens ini.

Orang tua jahat yang ditakuti banyak orang dan sudah terkenal di seantero London karna kepelitannya ini suatu hari—pada malam Natal—ketika hendak tidur, didatangi arwah rekan bisnisnya yang bernama Jacob Marley. Semasa hidupnya, Marley juga sama jahat dan kikir seperti Scrooge. Akibatnya saat pemakaman Marley, tak ada satu pun orang yang datang dan bersedih untuknya. Hanya rekan satu-satunya inilah yang hadir dan bersedih karena harus membayar pemakaman tersebut, Scrooge tidak bersedih karena kematian itu sendiri.

Lalu malam itu datang, tepatnya tujuh tahun setelah kematian Marley, arwahnya datang pada Scrooge dan muncul dalam keadaan yang sangat mengerikan. Wajahnya seperti menanggung derita tak tertahankan, tubuhnya dililit rantai-rantai yang panjang dan rantai-rantai itu diganduli harta kekayaannya semasa hidup. Dengan suara melolong arwah itu berkata pada Scrooge, “Aku datang untuk memperingatkanmu bahwa kau masih punya kesempatan untuk lolos dari nasib seperti aku. Kau akan didatangi tiga roh—Hantu Natal Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan.”
Hantu pertama—berukuran kecil, berwajah tua, dan kepalanya terbakar— membawanya kembali ke Natal masa lalu, ke masa kecilnya yang suram, kematian adik perempuannya yang berhati mulia, juga saat-saat menyedihkan pertunangannya yang batal.

Hantu kedua—raksasa pembawa obor yang berwajah periang—meunjukkan Natal pada masa sekarang. Dia diperlihatkan kebencian orang-orang padanya sekarang. Dia juga ditunjukkan nasib pengawai satu-satunya yang miskin. Bob Cratchit, nama pegawai itu, mempunyai anak yang sakit parah hampir mati karena gaji kecil dari majikannya kecil dan tak sanggup mengobatkan anak bungsunya itu, Tiny Tim.

Dan yang terakhir, hantu yang paling menakutkan, menghadirkan Natal yang akan datang. Memperlihatkan saat kematiannya. Dia jatuh terjungkal dar tangga batu yang tinggi dan terkapar di jalanan tapi tak satupun orang menghiraukan, bahkan orang-orang menertawakannya. Scrooge juga dibawa ke kuburan yang bernamakan dirinya pada batu nisannya: EBENEZER SCROOGE.

Scrooge menangis, mengiba, meminta kesempatan kedua agar dia bisa membayar kesalahannya dan menjadi orang baik. Dan betapa senangnya saat dia tahu dia mendapatkan kesempatan itu. Semenjak malam itu Scrooge banyak berubah. Tidak ada orang tua yang pelit, angkuh, pemarah. Seperti janjinya, dia menjadi pribadi yang lebih baik, malah sangat baik. Dia berkunjung ke rumah keponakannya, Fred, anak dari adik perempuannya yang sudah meninggal itu. Dia membantu keuangan pegawai setianya. Bagi Tiny Tim yang kemudian sembuh, Scrooge seperti ayah kedua. Dia menjadi teman yang baik, majikan yang baik, serta orang yang paling baik yang pernah ada di London.

Bagi saya Novel ini sangat luar biasa. Meskipun menceritakan tentang Natal, yakni hari raya umat kristen, bagi saya tidak masalah. Hikmah dalam kisah ini sangat universal. Hikmahnya bisa dipetik seorang Muslim, Budist, atau pemeluk agama lainnya, yakni welas asih. Menjadi pribadi yang sebaik-baiknya agar kita berbahagia di dunia dan mempersiapkan pula kebahagiaan di alam akhirat kelak.

Sebuah pelajaran moral tinggi dari sebuah novel klasik berjudul A Cristmas Carol.

Review buku ditulis oleh Jamal Kutubi

7 Responses to “A Christmas Carol”


  1. 4 indri Thursday, March 29, 2012 at 3:42 pm

    @Jamal Kutubi: Chrismas Carol mau dilelang nggak? Lang Nainggolan nanyaintuh..? barter juga syik lho…xi..xi..

  2. 6 jamal Thursday, March 29, 2012 at 9:30 pm

    Lang Nainggolan: aku dapet bukunya dari obralan. seharga 10.000 murah meriah tapi baguuuuss banget bukunya… ilustrasinya sangat memukau.. keren pkoknya🙂

  3. 7 caleg manokwari Tuesday, January 28, 2014 at 3:53 am

    Thanks for sharing your thoughts on lakukannya. Regards


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: