Desiree

Cover novel fiksi sejarah Desiree, karya Annemarie Selinko (edisi terjemahan, Serambi: 2011)

Dunia itu penuh misteri, kemustahilan dan jalan berliku dengan ujung berbagai kejutan. Bagi yang lebih suka memilih jalan hidup normal, berada dalam comfort zone, cukuplah berpuas diri dengan menghitung hari yang tampak serupa. Hanya sedikit orang yang mempunyai keberanian untuk bermimpi, memiliki visi. Visi tentang hidup di masa depan seolah sudah terjadi di depan mata. Dan bagi yang mempercayainya, visi itu pasti akan terwujud nantinya.

Siapa sangka bahwa anak seorang pedagang sutera dari Marseilles, Perancis, Desiree Clary, kemudian menjadi ratu Swedia. Siapa sangka, pengungsi dari Korsika, dari keluarga miskin akan mampu merubah sejarah dunia: Napoleone Bonaparte?

Novel “Desiree,” karya Annemarie Selinko (Edisi terjemahan, Serambi: 2011)  tergolong dalam genre fiksi sejarah. Annemarie Selinko berhasil menjalin kisah cinta penuh gejolak dan intrik di lingkungan istana Napoleon, yang dilihat dari sudut pandang anak perempuan saudagar sutra dari Marseilles. Sang pengarang, Annemarie Selinko, belajar sejarah di Universitas Wina. Kemudian menjadi penulis politik serta koresponden untuk surat kabar  Perancis, L’Intransigeant. Setelah menikah dengan seorang diplomat, Annemaria Selinko tinggal diDenmark. Ketika Perang Duni II meletus,Denmark diduduki dan Annemarie bergabung dengan gerakan  bawah tanah. Ia dan suaminya berhasil lolos ke Swedia. Semenjak bekerja sebagai penerjemah di Palang Merah Swedia, barulah dia terpikir untuk menulis sesuatu tentang awal  mula penuh petualangan sebuah keluarga yang memerintah negara tersebut. Tentang seorang perempuan anak perempuan saudagar sutera dariMarseilles, Perancis, yang kemudian menjadi Ratu Swedia, Desiree Clary.

Novel ini ditulis dengan teknik bertutur, dan menggunakan orang pertama, aku, Desiree. Cerita dalam novel bersumber dari buku harian Desiree, sebagai hadiah ulang tahun ke empat belas tahun dari sang papa. Itu adalah hadiah terakhir dari sang papa, karena dua bulan kemudian, sang papa meninggal dunia karena radang paru-paru.

Saat Desiree bertanya pada sang papa tentang hadiah buku harian, “Apa yang harus kutulis di buku ini?”

Sang papa tersenyum, mencium kening Desiree dan menjawab, “Kisah Bernadine Eugene Desiree Clary.”

Seolah telah tersurat, bahwa kelak Desire akan melewati kisah dahsyat yang harus dia tulis dan dibaca oleh banyak orang.

Selain mengajarkan tentang keyakinan akan visi, novel ini juga memberikan pelajaran hidup bahwa kita tidak perlu risau dengan persoalan fisik. Yang lebih penting adalah kekuatan pikiran, dan keyakinan itu sendiri. Jika kita direpotkan dengan kekurangan fisik, maka itu justru akan mengkerdilkan kekuatan pikiran yang telah dikaruniakan oleh Tuhan sebagai asset terbesar manusia. Andaikata Napoleon merasa rendah diri, karena terus memikirkan kekurangan fisik berupa tubuhnya yang pendek, maka Napoleon hanya berhenti sebagai prajurit yang tidak diperhitungkan. Kekurangan fisik itu justru dia lawan dengan semangat berkobar untuk menjadi seorang jenderal yang mampu menorehkan sejarah dunia.

Review buku oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca

3 Responses to “Desiree”


  1. 1 Jamal Kutubi Tuesday, May 8, 2012 at 9:49 pm

    Baru sempat baca sampai selesai resensi ini. buku yang sangat indah, jadi penasaran. aku masih belum ‘ngeh’ antara mengubah dunia dan ‘napoleon bonaparte’, yg terlintas sih Desiree nikah sama si Napoleon trus ndukung dia untuk mengubah dunia. (apa gitu ya?) hehe pokoknya resensinya mashar very provokated…
    nb: banayak salah ketik mas, byk kata yang kubaca tanpa spasi.

  2. 2 mashar Wednesday, May 9, 2012 at 8:08 am

    Terima kasih komentarnya. Kadang-kadang mesin wordpress suka begitu, padahal pada naskah aslinya tetap ada spasi. Sudah dibetulkan.
    Mashar

  3. 3 Inggrid Silitonga Wednesday, May 9, 2012 at 8:10 am

    Quote yang luar biasa : pelajaran hidup bahwa kita tidak perlu risau dengan persoalan fisik. Yang lebih penting adalah kekuatan pikiran, dan keyakinan itu sendiri.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: