The Odessa File

Sore itu tanggal 11 Oktober 1944, di Ostland…”Roschmann menembakkan lagi dan peluru tepat mengenai tenggorokan kapten itu. Dia mati sebelum tubuhnya menyentuh tanah. Sesuatu yang dikalungkan di lehernya terlempar ketika peluru itu menembus tenggorokan. Ketika aku akan melewatinya, setelah diperintahkan untuk mengangkat tubuh itu dan melemparkannya di galangan kapal, terlihat bahwa benda itu sebuah medali di atas pita. Aku tidak pernah tahu nama kapten itu, tapi medali itu adalah Salib Kesatria dengan Daun Ek…”

Tulisan tangan dalam buku harian seorang Yahudi, Solomon Tauber, yang mati bunuh diri, itu kemudian jatuh ke tangan seorang wartawan idealis dan pemberani, Peter Miller. Tulisan tangan itulah yang menjadi titik balik  dan sekaligus motivasi tersembunyi sang wartawan itu memburu seorang mantan Kapten SS Eduard Roschmann, sang jagal SS dari Riga, yang masih terlihat berkeliaran di Jerman, dan tak sedikitpun tersentuh hukum. Seiring terkuaknya petunjuk demi petunjuk, nyawa Miller menjadi terancam. Dia tidak hanya bersentuhan dengan organisasi para mantan SS,Odessa, tapi juga berhubungan dengan Mossad yang punya sejarah kelam atas segala pembantian yang telah dilakukan bangsa Jerman atas bangsa Yahudi.

Novel suspense, “The Odessa File,” (Serambi: 2011), karya Frederick Forsyth ini mengupas habis sampai ke jantung intrik politik internasional tingkat tinggi. Dengan riset sejarah yang kuat, karena kebetulan sang penulis adalah seorang wartawan Reuters dan BBC yang lahir di Inggris.  Dengan insting wartawannya, Frederick Forsyth tentu mampu mengorek informasi dari tangan pertama, para mantan SS. Melalui novel ini pula kita jadi tahu bagaimana organisasi Odessa menggerakkan roda bisnis pasca PD II, bagaimana mereka memalsukan identitas diri dengan paspor baru, soal spionase Odessa dan Mossad di Mesir, Isreal, liku-liku penyusupan ke dalam organisasi Odessa, cara merakit bom mobil, sampai soal kehebatan mobil Jaguar.

Novel ini menjadi menarik, karena pada tingkat suspensi yang paling tinggi adalah sebuah kemustahilan orang Jerman punya motivasi kuat untuk membalaskan dendam atas matinya ribuan orang Yahudi, yang dilakukan oleh orang Jerman sendiri. Miller berada di persimpangan, antara nasionalisme ras Arya dengan sisi humanisme. Apakah motivasi perburuan sang jagal dari Riga hanya semata-mata muncul dari sisi humanisme, membela matinya ribuan orang Yahudi yang tidak bersalah? Ataukah ada motif lain, hingga Miller sampai terlibat jauh, menyusup ke dalam Organisasi Odessa, berganti nama sebagai Rolf Gunther Kolb, atas bantuan Organisasi Yahudi yang dipimpin Leon.

Frederick Forsyth dengan mantap menutup klimak liku-liku perburuan itu, sekaligus menguak motif di balik perburuan Miller atas Roschmann yang telah berganti nama menjadi Vulkan, di akhir cerita. And I don’t want to tell you here guys. You have to read it by yourself!

Resensi buku oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca.

0 Responses to “The Odessa File”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,707 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: