Istana Mimpi

Selama ini saya meyakini bahwa pikiran itu tidak bisa diadili. Yang bisa diadili adalah perbuatannya, sebagai akibat dari pikiran tersebut. Pikiran itu ada di kepala, dan bisa dinyatakan melalui tulisan atau ucapan. Untuk sebuah rejim totaliter yang berkuasa, pikiran bisa berbahaya, maka pikiran harus dikontrol ketat.

Itu baru pikiran.Apa jadinya kalau mimpi yang ada di alam bawah sadar juga tak bisa lepas dari kontrol kekuasaan? Bukankah mimpi itu ada di dalam wilayah yang sangat pribadi? Berada di dalam alam bawah sadar, yang mungkin kita sendiri tak sanggup mengontrolnya? Mimpi biasanya hanya hadir berupa simbol-simbol dan sulit dipahami maknanya. Maka dari sana muncul cabang ilmu berupa tafsir mimpi. Orang Jawa punya primbon khusus soal mimpi ini. Mimpi yang sama punya arti yang berbeda jika hadir pada jam yang berbeda. Dalam khasanah Islam, mimpi diakui punya makna. Ingat kisah Nabi Yusuf yang bermimpi melihat 7 sapi gemuk digantikan dengan 7 sapi kurus. Mimpi itulah yang telah menyelamatkan Nabi Yusuf dari penjara. Karena berkat tafsir mimpinya, bangsa Mesir berhasil lolos dari masa paceklik yang panjang.

Apa tafsir mu soal mimpi ini: sebidang tanah kosong di dekat jembatan dengan sampah dan peralatan musik?

Buku Istana Mimpi (Serambi: Juni 2012, terjemahan), karya Ismail Kadare, dengan cerdas mengulik persoalan mimpi sebagai metafor tentang bagaimana pemerintahan yang totaliter di Albania mengontrol rakyatnya. Maka mimpi dari berbagai daerah harus dicatat, dikirim ke kantor Tabir Sarrail (Istana Mimpi). Adalah Mark-Alem, seorang petugas baru di kantor Tabir Sarrail yang cepat naik daun, mulia dari bagian penyortiran hingga bagian tasfir. Tapi apa yang terjadi ketika tafsir mimpi yang palingi dicari, justru mengarah pada jalur keluarga besarnya, yaitu keluarga Qupril?

Mark-Alem memang berasal dari keluarga perpengaruh itu, yang secara turun-temurun telah berjasa pada Kekhalifahan. Mark-Alem harus menafsirkan mimpi yang tergolong panjang: …Aku melihat Kekaisran Timur Leng dipoles sedemikian rupa untuk menutupi noda darah, karena ia telah siap untuk bangkit kembali; dan selain itu aku melihat Kerajaan Herod, di mana proses yang sama sedang berlangsung: bahwa Pemerintahan itu dikatakan akan kembali ke dunia untuk kali ketiganya dan akan terus-menerus bangkit kembali setelah mengalami keruntuhan…

Buku ini sempat dilarang beredar di Albania karena dapat mengganggu stabilitas negara. Meskipun sekali lagi, pikiran itu tidak dapat diadili. Toh, nyatanya banyak kita saksikan buku-buku yang dilarang beredar di negara totaliter. Tak kurang kita sebut buku-buku karya Pramoedya Ananta Toer yang dilarang beredar pada jaman Orde Baru.

Ismail Kadare adalah salah satu calon peraih Nobel Sastra yang dinobatkan sebagai pemenag perdana Man Booker International Prize tahun 2005.

Review buku oleh Hartono Rakiman, Pengasuh Rumah Baca

0 Responses to “Istana Mimpi”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,340 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: