Pengakuan Pariyem

Prosa lirik ini merupakan karya puncak Linus Suryadi AG, seorang penyair yang kuat dalam lirik. Tokoh utama pada prosa ini adalah Pariyem, asal Wonosari Gunung Kidul yangg menjadi pembantu Ndoro Kanjeng Cokro Sentono di nDalem Suryamentaraman Yogyakarta. Linus sendiri menyelesaikan prosa ini pada kurun tahun 1978 – 1980.

“PARIYEM, nama saya.
Lahir di Wonosasi Gunung Kidul Pulau Jawa.
Tapi kerja di kota pedalaman Ngayogyakarta.
Umur saya 25 tahun sekarang
tapi nuwun sewu
tanggal lahir saya lupa,
Tapi saya ingat weton saya:
Wukunnya kuningan
di bawah lindungan bethara Indra,
Jumat Wage waktunya
Ketika hari bangun fajar

Pariyem pada prosa ini adalah gambaran orang jawa pada jamannya, seorang penganut mistik kejawen meskipun dalam KTP nya tercantum agama resmi yang diakui negara. Maka mengalirlah pengakuan Pariyem yang memberi gambaran bagi kita tentang bagaimana cara pandang orang jawa dalam berbagai segi kehidupan. Dari soal agama sampai soal dosa.. Dari soal wayang sampai soal sikap kebangsawanannya. Dari soal falsafah hidup sampai soal seks. Semuanya diungkapkan tanpa lugas. Beberapa adegan sex dalam karya ini digambarkan tanpa terjebak dalam kevulgaran. Sepintas mengingatkan gaya Ayu Utami dalam menuliskan adegan sex dalam karya karyanya.

Membaca Prosa ini membuat kita lebih memahami konsep-konsep budaya Jawa dengan lebih mudah dibandingkan jika kita membaca teks resmi budaya Jawa. Hal hal seperti nrimo, keseimbangan dua jagad, Manunggaling Kawula Lan Gusti mengalir lancar dari penuturan pariyem dan sangat mudah dipahami oleh kita yang orang awam.

Dalam kontek sosial Pengakuan Pariyem juga memberikan gambaran bagaimana kondisi sosial politik masyarakat Jawa pada saat itu tahun 1970 dan awal 1980-an. Pariyem jelas mewakili apa yang disebutkan oleh Clifford Geertz dalam karyanya The Religion of Java sebagai orang jawa yang abangan.

Kepercayaan saya katolik mistik alias katolik kejawen.
Maria Magdalena Nama pemandian saya
Maria Magdalena Pariyem lengkapnya
‘Iyem’Pangilan sehari-harinya
Dari wonosari gunung kidul
Tapi nama baptis Maria Magdalena dipakai
Kalau ada keperluan – keperluan resmi saja
Buat mencari surat keterangan bebas G-30-S/PKI
Mencari surat berkelakuan baik dari polisi…..

Maka dengarlah saat Iyem memberikan ‘suara kenabiannya’

‘Sampeyan dhewe wong jawa
Tapi kok bertanya tentang dosa
Ah ya, apa sampeyan sudah lupa
Wong jawa wis ora njawani
‘- Kata simbah
Karna lupa sama adat yang baik
Tapi bukan adat yang diadatkan
Hanya satu saya minta pengertian
Tak usah ditawar, tak usah dianyang
Bila dia itu orang jawa tulen
Tak usah merasa bertanya
perkara dosa

Dalam konsep kepercayaan asli Jawa , soal dosa adalah hubungan pribadi dengan ‘Yang Di Atas’ dan tidak perlu ‘menghakimi’ orang lain untuk perkara yang satu ini. Pada bagian lain Iyem berkata : Rasa dosa saya tak kenal,tapi rasa malu saya tebal”.

Pengakuan Pariyem adalah Anti tesis keadaan sosial saat ini. Melihat kondisi Jawa saat ini betapa kita melihat bahwa kultur ini sudah mulai bergeser. Orang bisa dengan mudah menentukan orang lain ‘berdosa’. Orang merasa mengenal apa itu dosa, tapi rasa malunya sangat tipis. Maka jangan heran jika ‘Pengadaan Kitab Suci pun dikorupsi, kekerasan dilakukan dengan mengatasnamakan ‘dosa’, rasa malu yang menipis di kalangan elit dan masih banyak berita yang biasa kita terima pada masa sekarang.

“PARIYEM, nama saya.
Lahir di Wonosasi Gunung Kidul Pulau Jawa.
Tapi kerja di kota pedalaman Ngayogyakarta.
Umur saya 25 tahun sekarang

Akan menarik kalau saat ini “PARIYEM” kembali memberikan pengakuannya dan memberikan tafsirnya terhadap kondisi saat ini. Sayang Linus sang pengarang prosa ini sendiri sudah berpulang duluan.

Review buku oleh Nugroho, tinggal di Kupang.

1 Response to “Pengakuan Pariyem”


  1. 1 Jamal Kutubi Thursday, October 18, 2012 at 10:10 am

    terimakasih Nug Ie yang sudah membuat resensi yg bagus sekali ini..
    jadi sangat penasaran sm pengakuan Pariyem😥


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,707 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: