Hiking Girls

Cover buku Hiking Girls, karya Kim Hye Jung (terjemahan Serambi: 2012)

Demam Korea merebak di mana-mana. Demam itu sebenarnya sudah dimulai sejak sekian tahun lalu, mulai dari ibu-ibu kita yang keranjingan magic jar. Lalu muncul TV plasma merek LG. Mobil murah meriah merek KIA yang mampu bersaing dengan mobil-mobil made in Japan. Hingga kemudian datang masanya demam panggung hiburan. Maka ketika K-Pop hadir di layar kaca, para remaja putri Indonesia akan histeris menyambut kedatangan mereka di Indonesia. Dan fenomena terakhir dari Korea adalah “Gangnam style.” Daya magis Korea ternyata memang tidak hanya menyodok Indonesia, tapi sampai ke Amerika Serikat.

Fenomena itu kemudian mulai merembes ke perbukuan. Maka tak heran ketika para penerbit meainstream Indonesia juga mulali tertarik untuk menerbitkan buku-buku terjemahan tentang Korea, atau buku yang ditulis oleh penulis asal Korea. Salah satunya adalah, “Hiking Girls” yang ditulis oleh Kim Hye Jung (terjemahan Serambi: 2012). Dari tampilan sampul buku ini, pembaca sudah tergiring dengan nuansa Korea, berikut huruf khas korea yang mirip China itu.

Ini adalah cerita tentang petualangan 2 anak “nakal” dari Korea, Eun Sung dan Bo Ra. Keduanya adalah remaja bermasalah di sekolanya. Eun Sung telah memukul teman sekolahnya sendiri, sementara Bo Ra adalah gadis remaja yang gemar mencuri. Hukuman yang menanti mereka adalah menempuh perjalanan sejauh 1.200 KM, menyusuri “jalan sutera” (Silk Road), sebagai ganti dari penjara anak-anak. Jalan Sutera adalah istilah yang dipakai oleh para pedagang yang pada jalam dahulu kala menempuh perjalanan panjang sambil melakukan transaksi dagang, yaitu jual beli sutera. Perjalanan keduanya dipandu oleh Kak Mi Joo yang terkenal judes dan cerewet.

Kisah dalam novel ini terinspirasi dari kisah hidup sang penulis sendiri ketika sang penulis sempat membaca sebuah buku karya Bernard Olivia, yang menceritakan bahwa remaja-remaja bermasalah di Perancis tidak dimasukkan ke penjara, melainkan hanya diharuskan ikut serta dalam sebuah perjalanan jauh yang harus ditempuh dengan jalan kaki.

Tantangan paling utama dari novel ini tentu saja adalah bagaimana menjaga tensi pembaca untuk tetap setia mengikuti setiap jejak petualangan sejauh 1.200 KM itu tanpa jatuh dalam kebosanan yang nyata. Konflik dari ketiga tokoh dihadirkan sepanjang perjalanan, Juga kisah-kisah perjumpaan dengan orang asing, menikmati kuliner yang asing, dan sempat mengalami masalah pencurian. The moral story dari buku ini adalah bahwa hubungan dalam keluarga sungguhlah membutuhkan kehangatan, sehingga tidak lagi muncul remaja-remaja bermasalah. Perjalanan sepanjang jalan sutera hanyalah salah satu cara yang ampuh untuk menekuk keangkuhan hati manusia, dan berubah menjadi lembut.

Buku ini bagus untuk dibaca para remaja yang menghendaki petualangan seru dalam hidup yang sungguh sayang untuk dilewatkan hanya dengan memolototi layar HP atau BB!

Review buku ditulis oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca.

2 Responses to “Hiking Girls”


  1. 1 Jamal Kutubi Tuesday, November 6, 2012 at 8:45 pm

    Kalo lihat covernya aq gak minat ma buku ini, tp begitu baca reveiw Mashar, jadi pengen.. hehe

  2. 2 mashar Wednesday, November 7, 2012 at 9:39 am

    Ini buku memeng membidik pasar remaja. Jadi dibuat unyuk-unyuk🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: