Dilema: Kisah 2 Dunia Dari Kapal Pesiar

Cover buku Dilema: Kisah 2 Dunia dari Kapal Pesiar (Rumah Baca: 2012)

Saya termasuk orang yang punya keyakinan optimis, dan punya keyakinan bahwa hidup adalah sebuah kepastian, tak perlu keraguan. Keraguan hanya milik orang pesimis atau orang yang punya ambiguitas tinggi.

Ketika jalan-jalan ke toko buku Gramedia, dan menjumpai buku berjudul ”Dilema: Kisah 2 Dunia dari Kapal Pesiar” karya Hartono Rakiman, dkk (Rumah Baca: 2012) saya justru tertarik mengambil dan menelisik tentang isi buku itu. Keputusan itu saya ambil bukan dalam rangka ingin menjadi pengikut kelompok dilema, kelompok peragu, tapi justru ingin mengetahui apa yang melatarbelakangi orang hidup begitu dilematis. Adakah yang salah dengan hidup? Mengapa harus bingung? Bukankah setiap pertanyaan dan keraguan sudah ada jawabnya? Untuk kaum muslim tinggal merujuk pada Al Qur’an dan hadits Nabi. Untuk kaum Nasrani tinggal membuka Injil.

Secara umum buku itu terbagi 3 bagian: dilema pekerja muslim di kapal pesiar, dilema para keluarga yang sering ditinggalkan di rumah, serta yang terakhir dilema dua budaya.

Hmm, tema yang disodorkan tampaknya menarik dan menantang. Tulisan berangkat dari pengalaman penulis, yang pernah bekerja di kapal pesiar. Buku ini juga dilengkapi dengan testimoni-testimoni dari para pelaku, keluarga, anak dan pacar para pelaut. Membaca buku ini jadi serasa membaca kisah hidup anak manusia yang sebenarnya. Mengharukan sekaligus menginspirasi. Kata orang, hidup tak harus selalu mengalami, cukup belajar dari orang lain, dan pelajaran hidup ada di mana-mana, termasuk dengan membaca buku ini.

Memang benar, tokoh-tokoh yang ditampilkan adalah orang biasa, bukan tokoh besar macam Chairul Tanjung atau Jokowi yang sekarang sedang dibahas di mana-mana. Ini adalah kisah anak manusia biasa, yang merasa bahwa hidup harus dilalui apa adanya. Dalam buku ini, pertanyaan besar yang hendak dijawab adalah tentang apakah berdosa bekerja di papal pesiar? Hingga buku habis tandas saya baca, saya tak menemukan sedikitpun jawaban atas pertanyaan itu. Namun demikian, saya tak segera memvonis bahwa semua yang bekerja di kapal pesiar itu berdosa. Saya sungguh tak berani menjatuhkan vonis itu. Itu adalah wilayah prerogatif Tuhan yang tak bisa diganggu gugat. Saya hanya bisa berharap, saudara-saudara kita yang masaih bekerja di kapal pesiar segera mendapat pencerahan atau jawaban atas kegelisahan yang melanda hari-hari mereka di atas laut.

Review buku oleh Parama Wisnu Putra

3 Responses to “Dilema: Kisah 2 Dunia Dari Kapal Pesiar”


  1. 1 nur aziz Wednesday, November 21, 2012 at 12:54 pm

    very good 4 all seaman n seagirl…

  2. 2 Risqi Maulida Amalia Thursday, November 29, 2012 at 11:15 am

    Tterima kasih banyak u para penulis dan kontributor dlm buku “dilema di kapal pesiar”. kisah yang sungguh super dan sarat makna. hadiah bg kel pelaut maupun yg kisah2 menarik.

    Bag. yg bertutur ttg pengalaman salah satu kontributor saat d kpl pesiar,penuh dg makna. mengutip ayat di dlm Al-Quran :”sungguh beruntung org yg menyucikan diri. dan mengingat nama Tuhannya lalu dia sholat” (Q.S Al-A’laa ayat 14-15)
    di ayat lain yaitu:”sungguh beruntunglah orang2 yg beriman.”
    “dan orang2 yg memelihara kemaluannya, kec thd istri2 mereka. mk sesungguhnya mereka tdk tercela” (Qs Al Mu’minun 1;5-6).

    Bag. ttg perbedayaan budya barat dan timur kisahnya #jleb bgt. kisah yg mengajk kta kmbli u menenggok gajah di pelupuk mata bkn mlh semut di sebrg lautn yg di lihat..
    salut! salam sukses:-)

  3. 3 Arga Andhika Aditya Thursday, November 29, 2012 at 11:27 am

    Rasa ini berdebar-debar ketika membaca buku mabuk dollar di kapal pesiar pertama, rasanya seperti nano-nano hati ini . Ngebet pengen buru-buru mencicipi aroma negara orang yg jauh disana, di sebrang lautan dan samudra.😀
    Apakah manis sperti yg di critakan, apakah justru pait pula?
    Menurut saya ini yg namanya benar-benar DILEMA.
    dan skarang buku DILEMA hadir, smoga dpt menjadi obat bius saya biar makin mantab jd seorang pelaut. Saya membara lagi,, Keep on fire!!!😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: