A Street Cat Named Bob

Cover buku "A Street Cat Named Bob" (Terjemahan, Serambi: 2012)

Cover buku “A Street Cat Named Bob” (Terjemahan, Serambi: 2012)

Saya sebenarnya salah satu orang yang tidak menyukai kucing. Menurut saya kucing itu binatang yang manja dan tidak sportif. Sering saya lihat, meskipun kucing sudah diberi makan, masih suka mencuri makanan di atas meja. Benar-benar menyebalkan. Tidak tahu terima kasih.

Tapi sejak istri saya memelihara kucing di rumah, pandangan miring soal kucing mulai sedikit berubah.  Saya mulai bisa menangkap sisi positif dari kucing, yaitu mampu menghadirkan ketenangan dan rasa welas asih di rumah. Anak saya yang paling kecil senang sekali bermain dengan kucing, terutama sepulang dari sekolah. Maka sepulang sekolah, hal pertama yang dilakukan, selain memanggil-manggil ibunya, anak saya akan segera mencari kucing unuk diajaknya bermain.

Ketika menemukan buku yang bertemakan kucing, “A Street Cat Named Bob” karya James Bowen (terjemahan Serambi: 2012), saya mencoba berempati dengan mulai membaca kisahnya. Hmm, menarik! Yang membuat rasa ketertarikan saya semakin tinggi bukan hanya karena kisah tentang kucing itu, tapi ada bebrapapa hal yang ingin saya bagi dengan Anda di sini.

Pertama, ini adalah memoar kisah perjalanan hidup pengamen jalanan di London yang hidupnya di ambang kehancuran karena terjerat narkoba. Hidupnya hampir selesai, tapi kemudian perlahan-lahan mengalami pencerahan dan perubahan yang luar biasa gara-gara menemukan sahabat baru, seekor kucing!

Kedua, buku ini semakin menegaskan pada saya bahwa untuk menjadi penulis tak harus orang yang memang dilahirkan sebagai sastrawan. Siapun bisa menulis. Yang paling penting sebenarnya adalah bahwa tulisan itu mampu menggerakan hati orang yang membacanya. Bergerak ke arah yang lebih baik. Buku yang baik adalah buku yang mampu menginspirasi orang banyak. Bukan buku yang sibuk dengan kadiah sastra yang memusingkan kepala tapi tak bermakna apa-apa bagi kehidupan. Bukan pula sebuah buku yang asyik dengan dirinya sendiri.

Ketiga, kisah kucing yang bernana Bob ini semaikin menggeser pandangan saya tentang kucing yang selama ini saya cap sebagai binatang yang tidak sportif, ya misalnya sebagai binatang yang masih suka mencuri itu.

Buku ini benar-benar menjadi buku yang sangat menarik, karena berkisah tentang seorang gelandangan di jalanan kotaLondon, bernama James Bowen. Dia adalah sosok manusia korban keluarga broken home, karena kedua orang tuanya bercerai. James Bowen lahir dan besar di Australia, tapi sejak mengikuti ibunya di London, James merasa cocok tinggal di kota itu. Bahkan ketika ibunya kembali ke Australia, James Bowen lebih memilih menggelandang di London.  Ini adalah kisah jujur tentang pencarian jati diri akan makna hidup. Terutama sekali, tentang menemukan rsa tanggung jawab atas kehidupan itu sendiri.

Tuhan telah memberi pelajaran hidup bagi James Bowen, melalui persahabat dengan  seekor kucing yang kebetulan juga kucing jalanan. Keduanya kemudian menjadi sahabat sejati.

Selama menggeladang, James Bowen belum bernah merasakan arti tentang makna tanggung jawab. Boleh dikatakan dengan narkoba, sebenarnya dia ingin  menghancukan dirinya sendiri, kerana baginya hidupnya sudah tidak ada artinya lagi. Semenjak berjumpa dengan kucing berbulu jingga di depan pintu apartemenya, James mulai menemukan kecocokan dengan kucing yang dia beri nama Bob.

Sebagai pengamen jalanan, James selama ini selalu dipandang sebelah mata oleh orang-orang yang lewat, bahkan kalau perlu dihindari. Tapi semenjak Bob menemani dia mengamen di jalan, orang-orang kemudian memperhatikan dirinya (lebih tepatnya: memperhatikan Bob!). Bob benar-benar  datang membawa berkah. Sejak saat itu, James bertekad untuj memulai hidup baru. Dan hidupanya didedikasikan untuk Bob, yang telah dianggapnya sebagai anaknya sendiri.

Kisah ini ditulis secara lembut dan melodramatasis. Dibantu oleh sahabatnya, Garrry Jenkins, yang memang seorang penulis, James Bowen menuliskan kisahnay ini kepada pembaca di dunia.

Jika Anda punya kisah yang inspiratif, mulailah menuliskannya dan berikan kesaksian tentang cerita-cerita yang membawa kebaikan bagi dunia!

Review buku ditulis oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca.

0 Responses to “A Street Cat Named Bob”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: