Traveler @ Sea

Cover buku "Traveler @ Sea" karya Meninao

Cover buku “Traveler @ Sea” karya Meninao

Ini persoalan how, bukan lagi what. Kadang hidup lebih banyak dilihat sebagai what, sebuah obyek. Bagi yang sedang galau, hidup ibarat penjara yang membuat orang tak tahan dan maunya keluar dari sana. Bagi yang sedang bahagia, hidup itu begitu indah dan pantas untuk dirayakan. Maka hidup semestinya tak lagi dilihat sebagai what, tapi dijalani saja. Menjadi how. Artinya, tinggal bagaimana cara kita menjalaninya.

Meninao pada awal perjalanan hidupnya berada pada persimpangan jalan, hingga kemudian dia menemukan inspirasi hidup dari guru Capoeira-nya, Rod. Bahwa setiap ada kemauan, di situ ada jalan. Ketika kemauan sudah tertanam di dalam hati, sisanya adalah tinggal mengalir mengikuti gerak semesta. Maka kemudian jalan hidup Meninao terbuka, yang semula bekerja di sebuah café kecil, menjadi petualang sejati, berkelilling dunia dengan kapal pesiar. Jika dunia itu terdiri dari 5 benua, 2 samudra, Meninao pernah meginjakkan kakinya di sana. Asia, Afrika, Amerika, Eropa, Australia, hingga Antartica yang sedikit orang punya kesempatan menjamahnya, dia sempat membuat jejak kaki di sana.

Pada buku seri pertama “Traveler @ Sea” (2013), dari 4 buku yang direncanakan akan dia tulis, Meninao mulai menulis kisah perjalanan hidupnya di atas kapal pesiar. Angka 4 menandai 4 kali kontrak kerja di kapal pesiar, yang telah menuntaskan perjalanan keliling dunia tanpa bayar, dan sebaliknya justru mendapat bayaran dolar. Meskipun untuk mendapatkan kesempatan itu harus berjuang mati-matian sambil bekerja sebagai waiter di kapal pesiar.

Buku ini dia sebut sebagai bentuk eksperimen dari penerbitan model indie book. Dengan bekal semangat yang sama ketika dulu mulai berlayar, Meninao mencoba menerbitkan buku tentang kapal pesiar. Kebetulan Meninao kuliah D3 Komunikasi UGM, jadi penerbitan bukunya secara indie ini dapat dia jadikan model pembelajaran tentang liku-liku penerbitan buku dengan model ini. Tak perlu belajar dari orang lain. Dia membiarkan dirinya sendiri sebagai kelinci percobaan. Ibarat kata, mencemplungkan dirinya sendiri ke dalam lautan penerbitan buku indie.

Meninao mencoba mengaduk-aduk emosi pembacanya melalui kisah pribadinya, dengan seting kapal pesiar. Di sana ada cerita sendu ketika gadis yang ingin dia jadikan “the one” justru pergi disambar orang. Perjalanan keliling dunia di atas kapal pesiar bisa jadi menjadi sebentuk pelarian atas luka hati yang dia derita. Tapi baginya, hidup belum berhenti. Karena di atas kapal Meninao menemukan gadis lain, Valentina, dan kemudian Alex, yang membuat hidupnya kembali bergairah. Meninao secara jujur mengisahkan perjalanan asmara dengan gadis-gadis Eropa Timur itu.

Bumbu kisah asmara di atas kapal pesiar bisa jadi menjadi daya tarik dari buku ini, selain cerita soal petualangan keliling dunia. Maka pantas saja kalau di sampul depan ada tertulis peringatan: buku ini hanya layak dibaca untuk mereka yang sudah berumur 18 tahun ke atas.
Kita tunggu saja buku serial berikutnya, hingga genap 4 jumlahnya.

Hartono Rakiman, penulis buku trilogy kapal pesiar (Mabuk Dolar di Kapal Pesiar Illegal AlienDilema: Kisah 2 Dunia dari Kapal Pesiar).

3 Responses to “Traveler @ Sea”


  1. 1 Faraziyya Friday, February 22, 2013 at 6:39 pm

    jadi ini buku indie? bisa didapatkan dimana?

  2. 3 meninao Tuesday, February 26, 2013 at 1:33 am

    bisa juga masuk ke pagenya, mbak..

    http://www.facebook.com/TravelerAtSea

    salam kenal… :))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,340 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: