The Lost Secret of Success

51ec5UD-YQL._SY344_BO1,204,203,200_Teknik menulis buku kini semakin berkembang, terutama buku-buku non-fiksi, yang terpaksa harus berjuang keras untuk memenangkan persaingan di hati pembaca. Struktur yang selama ini baku dan kaku: pengantar – latar belakang – isi – penutup, sudah lazim dan kadang membosankan. Yang sedikit berbeda dan tidak lazim adalah buku non-fiksi yang ditulis dalam format wawancara. Salah satunya yang akan saya bahas di sini adalah buku “The Lost Secret of Success (Gramedia: 2013) yang ditulis oleh Harry Utomo.

Sebenarnya sudah ada beberapa buku sebelumnya yang pernah saya baca dengan format wawancara. Sedikit diantaranya adalah buku bersejarah  “Wawancara Imajiner dengan Bung Karno,” Karya Christianto Wibisono. Terbit sekitar tahun 1970-an. Buku ini termasuk buku panas yang dilarang beredar pada jaman Orde Baru.

Buku lain dengan format wawancara adalah buku “Excellent Life,” (Zaman: 2013), karya Dr. Ibrahim Elfiky. Buku ini pernah juga diulas di Rumah Baca ini.

Buku yang sedang saya ulas ini, “The Lost Secret of Success,” juga ditulis dalam format wawancara. Beruntung sekali, Harry Utomo mendapat sparring partner yang seimbang sebagai pewawancara, yaitu, Edy Zaqeus, yang kebetulan adalah seorang penulis best seller, writing coach, trainer dan juga editor. Dari wawancara itu mengalir pengetahuan bergizi yang terbagi ke dalam 12 bab.

Secara pribadi saya mencoba membuat pola dengan membaginya ke dalam 3 bagian besar saja. Bagian pertama adalah landasan pikir tentang sukses vs bahagia. Ini penting, agar terdapat kesamaan persepsi tentang konsep bahagia. Apakah kebahagiaan itu identik dengan kaya harta? Atau bahagia itu urusan hati semata?

Bagian kedua adalah konsep diri, yang berisi deal with dan citra diri positif. Deal with lebih banyak berbicara soal bagaimana manusia mampu berdamai dengan dirinya sendiri, apapun kondisi masa lalu dan kenyataan yang dihadapi saat ini. Ketika proses deal with gagal, maka mental blocking ini akan terus menjadi batu sandungan untuk bergerak maju. Jika sudah mampu deal with, maka akan mudah membangun citra diri positif. Citra diri positif adalah gambaran jujur yang ingin kita tampilkan di depan sesama.

Nah, bagian ketika lebih banyak menyinggung soal cara, how to. Latihan paling mudah tapi perlu disiplin dan niat yang kuat adalah melalui public speaking dan berelasi. Public speaking bukan hanya diartikan sebatas pada pidato di depan publik, tapi lebih kepada keberanian diri untuk berbicara apa adanya tentang diri kita, membuka topeng, menjadi diri sendiri. Public speaking sebenarnya latihan deal with di depan umum. Latihan berikutnya adalah melalui berelasi, membangun hubungan dengan orang lain. Dari hubungan dengan sesama secara luas itulah, pintu-pintu rezeki akan mengalir. Bukankah sejatinya manusia itu makhlus sosial?

Ah, sudahlah. Tulisan ini akan sangat tidak menarik kalau saya teruskan menulis. Baca sendiri bukunya dan siap-siap untuk berdialog dengan sang penulis. Metode dialog mungkin lebih baik daripada satu arah, seperti yang saya tulis di sini.

Review buku oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca

 

1 Response to “The Lost Secret of Success”



  1. 1 Happy Career | RUMAH BACA Trackback on Wednesday, August 24, 2016 at 10:13 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: