Gus Dur itu Wali?

“Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa.” (QS. Yunus 10:62).

Apa perlunya mencari tahu sesorang itu wali atau bukan? Apa perlunya membuat pembuktian  bahwa seseorang itu pantas disebut wali atau bukan?

Cover buku "Bukti-bukti Gus Dur itu Wali." (Renebook: 2014)

Cover buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali.” (Renebook: 2014)

Buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” hasil penelusuran Achmad Mukafi Niam dan Syafullah Amin kepada beberapa orang di sekitar Gus Dur (Renebook: 2014), terasa ingin membuktikan hipotesis awal bahwa Gus Dur itu wali. Bagi orang-orang yang anti Gus Dur, akan segera melempar buku ini ke keranjang sampah. Mereka bisa menuduh ini kultus individu. Cukuplah wali itu berjumlah sembilan (wali songo), jangan ditambah lagi menjadi 10! Bagi pengagum Gus Dur, buku ini akan dicari dan dijadikan penguat keyakinan bahwa memang tidak salah untuk mengamini bahwa Gus Dur itu wali. Bagi Gus Dur sendiri (jika dia masih hidup) tak ada urusan untuk memikirkan keduanya: “Emang gue pikirin. Gitu aja kok repot!”

Buku yang terbagi ke dalam 9 bab ini memuat 99 tulisan pendek tentang testimoni orang-orang di sekitar Gus Dur. Testimoni mereka memang tidak selalu harus mengamini bahwa Gus Dur itu wali, bahkan ada bantahan bahwa Gus Dur itu hanya manusia biasa. Testimoni ini justru berasal dari keluarga dekat Gus Dur. Bagi mereka, Gus Dur adalah kakak, adik, ayah atau suami biasa, dengan segala keunikan dan gaya khasnya sendiri. Soal orang lain menganggapnya Gus Dur itu wali, itu diserahkan kepada masyarakat luas. Toh bukan itu tujuan utama sesorang ingin disebut wali, karena hanya orang yang benar-benar dikasihi Allah SWT yang disebut wali.

Kesembilan bab itu memuat tentang: Fenomena kewalian Gus Dur, Komunikasi dengan para wali, karamah Gus Dur, Weruh sak duruning winarah (tahu sebelum terjadi), Keistimewaan Gus Dur, Dekat dengan umat dan merakyat, Menjadi presiden RI, Gus Dur di mata keluarga, Dipuji dan dimusuhi. Di Antara kesembilan bab dan 99 tulisan pendek itu, terselip humor ala Gus Dur yang bikin ngakak, tertawa jenius😀. Secara grafis, buku ini lumayan enak untuk dibaca dan dinikmati.

Bagi saya, secara pribadi, buku ini terasa istimewa. Buku ini saya temukan saat pertama kali menginjakkan kaki di kantor PB NU di jalan Salemba Raya. Sebagai warga gedung NU yang baru, sangat perlu untuk memahami salah satu pengisi roh sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Setelah selesai membaca buku ini, saya tak punya kesimpulan bahwa Gus Dur itu wali atau bukan. Bagi saya itu tidak lagi penting. Karena yang paling penting adalah bahwa kita kehilangan seorang negarawan yang tidak bisa melihat, tapi ingin melihat bangsa ini berjalan lurus ke depan, tampil sebagai bangsa yang bermartabat di hadapan bangsa-bangsa lain di dunia. Sebagaimana telah dicontohkan Gus Dur yang dengan santainya ngobrol dan bahkan melemparkan guyonan dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya tanpa ada rasa rendah diri atau merasa inferior. Gus Dur juga bukan tipe orang yang khawatir atau takut akan sesuatu, termasuk tidak takut kehilangan jabatan tertinggi, yakni sebagai presiden. Pada akhir masa jabatannya ketika dilengserkan oleh orang-orang yang rakus kekuasaan, dengan santainya keluar istana dengan hanya mengenakan celana pendek. Pun dengan santainya mengatakan orang-orang yang duduk di gedung DPR tak lebih dari sekumpulan anak-anak TK!

“Gitu aja kok repot!”

Dibaca dengan mata, dirasakan dengan hati oleh Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca.

7 Responses to “Gus Dur itu Wali?”


  1. 1 okeyzz Wednesday, March 5, 2014 at 12:06 pm

    Gitu aja kok repot… Gus Dur selow banget orangnya ya. Terlepas beliau ini wali atau bukan, untuk mencapai kursi kepresidenan tentu sudah jelas beliau ini orang besar dan emang layak dihormati.

    Btw, emang wali itu kayak apa sih? Selain wali songo maksudnya… haha *nggak mudeng*

  2. 2 mashar Wednesday, March 5, 2014 at 1:08 pm

    Hanya wali yang tahu bahwa orang lain wali atau bukan. Ada keyakinan bahwa Gus Dur itu wali kesepuluh, jadi bukan lagi walisongo. Bahkan sekarang ada group ziarah ke makam walisongo + (Gus Dur)

  3. 3 menot Monday, March 17, 2014 at 6:42 pm

    Dari sekian banyak buku tentang Gus Dur, inilah salah satu buku yang belum saya miliki. Padahal di bbm atau di facebook saya berteman dengan penulisnya; mas Amin. Menurut saya sangat menarik mengikuti buku-buku yang ada sangkut pautnya dengan Gus Dur. Buktinya, apapun tulisan tentang Gus Dur selalu laris manis. Dengan kondisi demikian, maka beruntunglah orang yang bisa menulis dan bersinggungan langsung dengan beliau. Dari catatan saya dan beberapa sahabat, bahwa dari sekian presiden di indonesia, yang paling banyak di tulis adalah Gus Dur dan di susul Soekarno. Khusus untuk Gus Dur selama 2013 ± 300 buku di terbitkan (koreksi jika salah). Hal itu menandakan bahwa Gus Dur jenius, Gus Dur serba bisa, Gus Dur di cintai, Gus Dur inspirator dll. Sehingga banyak yang setuju dengan judul buku ini Gus Dur itu Wali.

    Salam taklim dari Batam.

  4. 6 jet Thursday, December 18, 2014 at 4:21 pm

    orang koplak kyak gitu dianggap wali, terlalu mengada2 untk tokoh islam lib


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: