Muslimah Pembelajar

“Sesungguhnya Alloh tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri” (QS. Ar-Rad :11).

Saya merupakan anak bungsu dari 4 bersaudara dan perempuan satu-satunya di keluarga saya. Ketiga kakak saya sangat mendukung segala keputusan dan langkah saya dalam menapaki kehidupan. Selama hidup saya selalu riang, hampir tak pernah menunjukkan rasa sedih. Tapi pada suatu hari, ketika Bapak saya meninggalkan dunia ini untuk selama-lamanya, saya merasa sangat terpuruk dan hampir saja tak bisa menentukan arah hidup saya. Lalu saya mencoba untuk bangkit dan mengambil hikmah dari apa yang saya alami. Dan akhirnya saya tau, kepergian Bapak membuat saya jauh lebih dewasa daripada teman-teman sebaya saya. Beginilah cara Tuhan meningkatkan derajat makhluk-Nya.

Ibu, adalah wanita yang membuat saya bertahan hidup dan berusaha keras untuk sukses. Menurut saya, wanita yang paling hebat yang pernah saya kenal adalah ibu saya. Beliau berkomitmen untuk membesarkan keempat anaknya dan menguliahkan anak dengan sekuat tenaga, alhasil ibu bisa menguliahkan anak-anaknya hingga selesai. Yang lebih mulia lagi, ibu memilih sendiri dan tak mau menikah lagi. Pantas saja semasa hidupnya Bapak selalu memuji Ibu, hingga suatu saat pernah terucap dari mulut Bapak : “Bu, jika hidup bisa memilih, aku berharap kau hidup lebih lama dariku. Karena aku percaya bahwa kau wanita tangguh yang diperuntukkan bagi anak-anakku”.

Konon, selalu ada sosok wanita di belakang setiap laki-laki hebat. Bisa jadi wanita yang dimaksud adalah sosok ibu, saudari, istri, anak ataupun lainnya. Yang jelas, ia seolah diciptakan untuk memberikan air kehidupan pada laki-laki hebat, menghabiskan usia untuk mendukung cita-citanya, mengurai setiap kesulitan yang dihadapinya. Bahkan tak jarang ia ikut menelan pahit getir, aral melintang yang dihadapi sang lelaki, semata karena berharap sang lelaki terus berkembang dengan baik. Akan tetapi, sosok wanita tersebut seringkali dilupakan begitu saja. Tak jarang ia wafat tanpa membawa penghargaan apapun, seolah tetap menjadi inspirator dan motivator rahasia, jasa-jasanya tak dilirik sama sekali. Padahal, jika bukan karenanya, bisa jadi tak akan lahir laki-laki hebat.

Wanita bukanlah objek untuk bersenang-senang, bukan sekedar perantara melahirkan generasi penerus, bukan burung bersayap patah yang menyembunyikan luka mendalam di balik lebatnya bulu nan indah. Seorang wanita berhak memahami dan menguasai ajaran agama, pendidikan yang sesuai dengan harapan dan kemampuannya. Karena wanita kelak mengemban tugas yang mulia yaitu mendidik anak-anaknya agar menjadi kebanggan orang tua dan memberikan yang terbaik bagi agama dan bangsa. Maka tanpa adanya bekal pendidikan dan wawasan yang luas, tidaklah mungkin melahirkan anak-anak yang hebat.

Wanita dalam bahasa Jawa berarti “wani ditata” (berani ditata/diatur). Ada yang menafsirkan bahwa “berani ditata/diatur” berarti wanita menjadi objek, dan pastinya hal ini akan sangat merugikan posisi wanita. Tapi di sisi lain, maksud dari “berani ditata/diatur” yaitu bila wanita mau diatur dengan segala upaya oleh dirinya sendiri maka kesusksesan dan prestasi pasti akan berpihak padanya.

Cover buku "Muslimah Pembelajar" (Zaman: 2013)

Cover buku “Muslimah Pembelajar” (Zaman: 2013)

Buku “Muslimah Pembelajar, Memandu Anda Jadi Wanita Hebat dan Menghebatkan” (Zaman: 2013) ini ditulis oleh Dr. Layyinah al Himsh dengan tebal 415 halaman. Dr. Layyinah adalah professor perbandingan mazhab fikih dan perbandingan agama di Majma’ Syekh Ahmad Kuftaro Damaskus. Buku ini mengajak kaum perempuan untuk membangkitkan kepercayaan diri dalam meraih cita-cita, membuktikan bahwa kesulitan hidup bukanlah batu sandungan melainkan batu loncatan untuk berhasil, dan menyodorkan mindset serta kebiasaan sukses dan bahagia.
Membaca buku ini serasa ada cermin besar di sekeliling kita, bahwa masih banyak orang yang disibukkan dengan ketidakpercayaan diri, terpuruknya hidup karena kegagalan, serta menyalahkan keadaan yang tak mendukung atas keberhasilan dirinya. Tapi setiap tulisan yang disuguhkan memberikan solusi pada tiap masalah dari sisi psikologis, agamis, maupun sosial kemasyarakatan.

Yang lebih menarik lagi menyimak lembar demi lembar dari buku ini karena banyak contoh cerita nyata yang disampaikan, hal ini mempermudah pembaca untuk memahami dan mengimajinasikan apa yang dimaksud oleh penulis. Tak lupa penulis juga menyuguhkan ayat-ayat Al Qur’an dan hadits setiap mengkaji topik, sehingga memperkuat pijakan kita bahwa solusi dan motivasi yang disuguhkan oleh penulis adalah baik dan benar secara syariat.
Halaman 61 dalam buku ini terdapat kalimat nasihat yang sangat mengena di hatiku dan mengajarkanku untuk lebih bijak dalam memandang sesuatu hal, yaitu nasihat dari Ibrahim ibn Adham, yaitu : “Jika engkau melihat orang sibuk dengan urusan dunia, sibuklah engkau dengan urusan akhirat. Jika mereka sibuk menghias lahiriah, sibuklah kalian menghias batiniah. Jika mereka sibuk membangun kebun dan istana, sibuklah kalian membangun kubur. Jika mereka sibuk melayani sesama makhluk, sibuklah kalian untuk melayani Alloh, Tuhan alam semesta. Jika mereka sibuk dengan aib orang lain, sibuklah kalian dengan aib sendiri. Ambillah dari dunia ini bekal yang dapat menghantarkanmu ke akhirat, sesungguhnya dunia ini adalah ladang akhirat”.

Setelah selesai membaca buku ini, saya merasa ada motivasi baru untuk melangkah maju ke depan dengan segala harapan dan impian yang dibarengi dengan optimis.

Review buku oleh Elina D.Karmila.

0 Responses to “Muslimah Pembelajar”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: