Diary Pramugari: Seks, Cinta dan Kehidupan

diary-pramugariJangan pernah meremehkan sumber ilmu, di manapun dan dalam bentuk apapun. Termasuk dalam tumpukan buku-buku lama yang telah kita anggap kuno dan tak mengikuti perkembangan jaman. Karena sekali lagi, pengetahuan dan sumber ilmu tersimpan di mana-mana, tergantung kepada kemauan dan kesanggupan menyerapnya.

Novel yang berdasarkan kisah nyata seorang pramugari ini saya temukan dalam tumpukan buku lama, ketika ada acara bersih-bersih rumah, semenjak kemarau panjang menyerang. Debu menempel tebal di mana-mana, tak terkecuali dalam tumpukan buku-buku.
Novel berjudul “Diary Pramugari: Seks, Cinta, dan Kehidupan” (Pohon Cahaya: 2011) karya Agung Webe ini pada mulanya saya kira sebagi novel esek-esek yang nggak perlu dibaca. Melihat cover dan judulnya sangat tendensius mengajak pembaca mengintip rahasia hidup seseorang yang enak untuk dipergunjingkan: pramugari, PSK, wanita malam, atau semacamnya. Nyatanya, setelah membaca novel ini, saya tak menemukan maksud buruk seperti yang tergambar pada cover dan judul novel. Mungkin ini strategi marketing biasa. Ada kalanya berhasil, tapi ada kalanya gagal. Untuk pembaca kebanyakan yang berharap mendapat bacaan esek-esek, mungkin akan sedikit kecele. Sebaliknya, untuk pembaca serius yang ingin mendapat pembelajaran hidup bisa saja tidak akan pernah menyentuh novel ini karena cover dan judulnya yang tendensius.
Nyatanya, saya “kesasar” juga untuk membaca novel ini secara tidak sengaja, sebagai hadiah bersih-bersih rumah.

Novel ini bersumber dari kisah hidup Jingga (bukan nama sebenarnya), seorang perempuan dari daerah Mojosongo, Solo, yang menjalani hidup sebagai seorang pramugari. Dalam perjalanan hidupnya, Jingga dipertemukan dengan Anya yang tak percaya agama. Tapi Jingga justru banyak belajar tentang hidup dari sosok Anya. Tokoh lain yang mewarnai hidupnya adalah Puri, anak orang kaya yang hiperseks dan tertarik dengan profesi pramugari karena bisa memuaskan dirinya. Puri kemudian hamil, buah dari pergaulan bebasnya dengan Igo, sosok lelaki yang hampir memperkosa Jingga. Tokoh lain yang paling penting dalam perjalanan hidup Jingga adalah Mas Gede dan Alvin.

Perjalanan hidup Jingga sebagai pramugari pada awalnya adalah sebuah pelarian hidup karena dirinya merasa kotor. Masa sekolah SMP pernah mendapat pelecehan seksual dari guru olahraganya sendiri. Trauma masa kecilnya begitu membekas, hingga Jingga berkesimpulan bahwa setiap lelaki adalah bangsat! Trauma itu menjadi bertambah-tambah ketika menemukan kenyataan ayahnya kawin lagi, ketika ibunya sakit. Semenjak itu, Jingga sangat membenci ayahnya sendiri.

Paras Jingga memang cantik, berkulit kuning langsat, seperti orang Cina. Padahal Jingga beribu dan berayah Jawa. Perjalanannya ke negeri Cina saat menjalankan tugas sebagai pramugari menguak salah satu rahasia terbesar hidupnya, tentang siapa sebenarnya dirinya. Perlukah kebencian pada sosok laki-laki seperti ayahnya pantas untuk diteruskan? Pertemuannya dengan tokoh Mas Gede, seorang paranormal yang tinggal di daerah Bekasi membuka sesak sumpek hidupnya, hingga Jingga siap untuk menerima segala beban hidup, termasuk kemauan dirinya membuka pintu hatinya untuk seorang lelaki: Alvin. Alvin, sosok lelaki yang baik, seolah menjadi sandaran hidup masa lalunya yang kelam, meskipun Alvin beragama Katolik, dana Jingga sendiri seorang muslimah.

Plot cerita dalam novel ini sangat menarik. Termasuk pelajaran hidup tentang toleransi, kematian, reinkaransi, katarsis, dll. Sepertinya Agung Webe ingin menjelaskan pandangan hidupnya tentang kehidupan. Kebetulan Agung Webve adalah seorang praktisi hipnoterapi, dan banyak menyelenggarakan sesi pelatihan. Saya curiga, tokoh Mas Gede, tak lain dan tak bukan adalah dirinya sendiri.

Sungguh, kita bisa belajar banyak dari siapapun dan dari apapun yang ada di sekitar kita. Termasuk dari novel yang pada awalnya saya kira berbau esek-esek ini.

Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca

0 Responses to “Diary Pramugari: Seks, Cinta dan Kehidupan”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,340 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: