Happy Career

happy careerPada libur lebaran tahun 2016 ini, saya pulang kampung dan berjumpa  teman SD yang kini sudah beruban dan ada gurat ketuaan di wajahnya. Dia sendiri mengakui bahwa sekarang merasa sudah tua, mungkin karena sudah punya cucu. Saya hampir tidak mengenali wajahnya, kalau dia tidak menyapa lebih dulu. Secara berseloroh, dia berkata bahwa saya terlihat jauh lebih muda dan segar. Tapi dari sorot mata dan senyumnya, saya masih bisa menyaksikan, bahwa di usia tuanya, dia masih tampak bahagia dengan kehidupan sehari-harinya sebagai petani di desa.

Teman SD saya yang tinggal di desa itu pasti tidak pernah membaca soal tips hidup bahagia. Apalagi membaca buku tentang cara mengejar keberhasilan karir dengan lebih dulu mengejar kebahagiaan. Hidupnya sebagai petani pastilah sudah menjadi jalan hidupnya, menjadi karir sepanjang hidupnya. Tapi melalui perjumpaan singkat itu, saya melihat sendiri dia terlihat bahagia, meskipun tersaput keriput dan uban di kepalanya.

Sebagai pengasuh komunitas Rumah Baca, saya punya kesempatan yang luas untuk belajar dari buku-buku yang saya baca, dan berdiskusi dengan teman-teman komunitas, termasuk buku “bergenre mengejar bahagia”  yang ingin saya tulis di sini.

Saya menjumpai buku “Happy Career”: Cara Mengejar Keberhasilan Karier dengan Lebih Dulu Mengejar Kebahagiaan, tulisan Elvi Fianita (Gramedia: 2016), sebagai pengingat beberapa hal yang pernah saya pelajari atau pernah saya alami dalam hidup. Beberapa hal yang baru,  semakin memperkaya pemahaman dan keyakinan soal hidup bahagia dalam karir.

Buku-buku serupa yang pernah saya bahas di Rumah Baca, untuk menyebut beberapa di antaranya: Manajemen Apresiatif, Setengah Isi-Setengah Kosong, The Lost Secret Of SuccessThe Excellent Life, dan Makrifat Jawa. Sekali lagi, saya menjadi punya banyak kesempatan untuk belajar dan memperbaiki hidup setiap hari melalui kegiatan membaca.

Buku “Happy Career” ini cukup unik dalam tampilan isinya. Mengikuti kecenderungan minat baca manusia modern yang tak bisa lagi berlama-lama dengan teks yang padat, apalagi bersaing dengan gadget di tangan, maka tampilan harus ringkas, tapi tetap menarik. Buku ini tergolong tipis, dengan 93 halaman.  Isi buku dikemas layaknya orang membaca slide presentation. Terdapat banyak potongan quote, catatan ringkas, sticky notes, tips, dan kolom kecil berisi ringkasan perjalanan hidup seorang inspirator.

Buku ini secara garis besar terbagi dalam 3 bagian: catatan awal, 9 prinsip bahagia yang mendatangkan sukses, dan penutup. Kesembilan prinsip itu adalah: temukan pekerjaan yang sesuai dengan diri anda yang sesungguhnya, tetapkan target dan tujuan, menggunakan kelebihan anda sesering mungkin, temukan “panggilan hidup” dalam pekerjaan anda, membuat bekerja seperti bermain, be optimistic, mampu bangkit di saat-saat sulit, berinvestasi di lingkungan sosial, dan mens sana in corpore happy.

Pasti ada plus minusnya dengan membaca buku model ringkasan seperti ini. Kelebihannya adalah pembaca memiliki catatan pengingat tentang prinsip-prinsip yang pernah dibaca di banyak buku yang lain atau yang bersumber dari pengalaman hidup. Kekurangannya adalah, pembaca tak mendapatkan gambaran secara mendalam dengan apa yang dibacanya, kecuali seperti sedang menghafal sebuah deretan prinsip atau pedoman hidup bahagia. Ringkasan dalam buku akan  mengambil peran aktif pembaca dalam mengambil kesimpulan. Padahal, kesimpulan satu orang dengan orang yang lain  bisa berbeda, tergantung kepada tingkat kematangan emosi dan pengetahuan seseorang. Dan itu jauh lebih mengendap dan menjadi prinsip hidup yang akan dia yakini sendiri apabila membaca secara utuh sebuah buku inspiratif. Misalnya membaca biografi Habibie, Dalai Lama, Bill Gates, atau bahkan Soeharto.

Sedikit catat tentang buku ini, sebagai salah satu cara mengejar keberhasilan karir, akan lebih baik kalau pada bagian akhir setiap prinsip disediakan latihan kepada pembaca berupa check list harian. Dari sana pembaca dapat menilai sendiri apakah sudah terjadi perubahan dalam  hidup menuju bahagia atau belum.

Sebagai catatan lain, penulis buku adalah seorang psikolog, dan menyebut dirinya sebagai happiness coach. Berbagai jenis pelatihan pernah dia berikan, terkait dengan motivasi kerja, karir, kreativitas, dan perkembangan pribadi.  Dia pasti punya kompetensi untuk menulis tentang semua hal yang terkait dengan motivasi dan perubahan perilaku seseorang.

Selebihnya, saya selau mengatakan bahwa ilmu ada di mana-mana. Termasuk, salah satunya, dengan membaca buku ini. Be happy!

Hartono Rakiman, pengasuh Rumah Baca

0 Responses to “Happy Career”



  1. Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,630 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: