Harry B. Santoso adalah seorang dosen di Universitas Indonesia. Sejujurnya agak sulit melacak awal mula kecintaannya terhadap buku dan aktifitas membaca. Yang pasti dia ingat betul waktu duduk di bangku sekolah dasar, selepas berolah raga di hari Minggu, dia tak lupa membaca tabloid anak mingguan di Harian Surya sambil berjalan menuju rumah. Hopla! Ya, Hopla, nama tabloid anak yang terbit tiap hari minggu kala itu.

Itulah kira-kira momen paling berkesan yang membuatnya cinta buku. Sementara itu, buku yang membuatnya merasa makin harus mencintai dan menghormati buku adalah Bukuku Kakiku yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama tahun 2004.

Adapun orang yang menginspirasi aktifitas membaca dan menulisnya adalah Pak Hernowo yang terkenal lewat bukunya, Andaikan Buku Sepotong Pizza serta Mengikat Makna. Di samping faktor-faktor tersebut, tugasnya sebagai dosen menuntutnya untuk terus memperkaya diri dengan berbagai informasi, baik yang berkaitan dengan bidang ilmu yang ditekuni, maupun yang berkaitan dengan sosial kemasyarakatan.

Terkadang dia merasa heran dengan orang-orang yang kesulitan bergaul dengan buku, bahkan buku ‘ringan’ sekalipun. Padahal kalau mereka sempat berpikir, upaya yang dicurahkan penulis untuk menghasilkannya tidak main-main. Selain itu, tulisan-tulisan berbobot para tokoh di abad pertengahan membuktikan bahwa mereka tidak sekadar menulis buku. Sebagai contoh, tulisan-tulisan Ibnu Rusyd atau Averroes masih saja terus dibahas para pecinta filsafat di abad Facebook saat ini.

Satu buku bahkan bisa merepresentasikan puluhan tahun jerih payah penulisnya. Kalau kita memegang kitab Shahih Bukhari, Anda bayangkan berapa tahun dan berapa wilayah yang harus Imam Bukhari jelajahi sebelum menghasilkan sebuah masterpiece tsb? Sementara pembaca hanya memerlukan waktu beberapa jam mungkin juga hari untuk melahapnya. Namun, mengapa ada di antara kita yang masih saja malas membaca!?

3 Responses to “Harry B. Santoso”


  1. 1 heru darrel farand Friday, July 1, 2011 at 7:26 am

    Ya hopla majalah anak anak …..harganya dulu masih 500 rupiahkan mz????heheh

    • 2 erlyn Friday, July 1, 2011 at 8:29 am

      Hopla, tabloid anak2 di koran Surya, wkwkwk….paling hobi dibaca yg cerita Satria Baja Hitam….:;). Pas lagi ‘tengkar2an’, terpaksa aku beli sendiri coz jaim yg mau baca barengan, wkwkwk….


  1. 1 How To Read A Book « RUMAH BACA Trackback on Friday, July 1, 2011 at 6:08 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Data pengunjung

  • 262,707 Kunjungan

Halal atau Haramkah kerja di kapal pesiar?

Resensi yang lain

Index

my pictures at flickr

raja 16

Raja Amoat 14

Pasir timbul, Raja Ampat 1

More Photos

Goodreads


%d bloggers like this: